Konten dari Pengguna

Menggali Kelainan Mental Makanan: Lebih dari Sekadar Kelaparan dan Kenyang

Aninda Ajeng Nurjayanti
Saya merupakan mahasiswa kedokteran tingkat dua dari FK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang memiliki keinginan untuk memperkenalkan dunia kedokteran ke masyarakat dengan pendekatan yang santai namun edukatif
5 Desember 2023 17:31 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Aninda Ajeng Nurjayanti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Haka Dimsum
zoom-in-whitePerbesar
Haka Dimsum
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Kelainan mental makanan adalah masalah serius yang sering kali terabaikan atau dianggap remeh oleh masyarakat. Salah satu kelainan yang perlu mendapat perhatian adalah binge eating, yang terkadang dianggap sebagai kebiasaan makan berlebihan biasa.
ADVERTISEMENT
Binge eating, atau makan berlebihan secara tak terkendali dalam waktu singkat, sering kali terjadi tanpa disertai muntah atau kebiasaan kompensasi lainnya. Meskipun terkadang dianggap sebagai sikap yang tidak berbahaya, ini sebenarnya merupakan gangguan makan yang dapat berdampak serius pada kesehatan mental dan fisik seseorang.
pixabay
Kelainan ini dapat menyebabkan perasaan bersalah, malu, dan kehilangan kendali yang mengganggu kehidupan sehari-hari. Penderita binge eating cenderung menggunakan makanan sebagai mekanisme koping untuk mengatasi stres dan masalah emosional, yang pada akhirnya memperburuk siklus kelainan ini.
Selain binge eating, ada pula kelainan mental makanan lainnya seperti orthorexia nervosa, ketakutan berlebihan terhadap makanan yang dianggap tidak sehat, dan avoidant/restrictive food intake disorder (ARFID), ketidakmampuan untuk makan beragam jenis makanan. Kedua kelainan ini juga dapat menghambat kesejahteraan seseorang dan memerlukan perhatian medis yang serius.
pixabay
Penting bagi masyarakat untuk menyadari bahwa kelainan mental makanan tidak selalu tampak jelas dan dapat mempengaruhi siapa saja, tanpa memandang usia atau latar belakang. Mendukung dan memahami individu yang mungkin mengalami kelainan ini adalah langkah pertama untuk membantu mereka menuju pemulihan.
ADVERTISEMENT
Melalui kesadaran dan edukasi, kita dapat mengatasi stigma seputar kelainan mental makanan dan memastikan bahwa individu yang memerlukan bantuan mendapat dukungan yang tepat. Mengakui dan mengobati kelainan mental makanan sebagai masalah kesehatan serius adalah langkah penting dalam membangun masyarakat yang lebih peduli dan inklusif terhadap kesehatan mental.