Kumparan Logo

Radiohead Dijadikan Nama Spesies Baru Semut

kumparanHITSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Grammy Best Rock Song: Radiohead (Foto: Reuters)
zoom-in-whitePerbesar
Grammy Best Rock Song: Radiohead (Foto: Reuters)

Beberapa waktu lalu, para ilmuwan menemukan sekumpulan semut dari genus Sericomyrmex yang lebih dikenal dengan nama semut sutra. Namun, spesies kali ini berbeda.

Dilansir Phys.org, Ana Ješovnik dan Ted R. Schultz dari Smithsonian Institution's Ant Lab di Washington D.C., Amerika Serikat, adalah dua orang ilmuwan yang pertama kali menyadari adanya spesies baru semut sutra tersebut. Mereka mencari dan membawa pulang sekumpulan semut dari berbagai area di Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Keduanya juga melakukan revisi pada data genus melalui DNA dan morfologi.

embed from external kumparan

Akhirnya, Ješovnik dan Schultz menemukan tiga spesies baru. Uniknya, salah satu spesies yang ditemukan di hutan Amazon di Venezuela diberi nama Sericomyrmex radioheadi. Ya, namanya sesuai dengan band asal Inggris yang melantunkan lagu 'Creep', Radiohead.

Lucunya, Ješovnik dan Schultz sengaja menyisipkan nama Radiohead untuk spesies semut tersebut.

Baca juga:

Radiohead Akan Gelar Tur Keliling AS dan Eropa

Debut EP WORO & The Night Owls ‘Innervision’

Ed Sheeran Ingin Rehat Usai Tur Terakhirnya

"Ini adalah bentuk penghormatan untuk mereka," kata Ješovnik. "Yang paling penting, kami ingin mengakui usaha konservasi yang telah dilakukan para anggota band, terutama usaha untuk menaikkan kesadaran atas perubahan iklim."

embed from external kumparan

Sekitar satu minggu sebelumnya, tim ilmuwan dari Universitas Seattle, Oxford University Museum of Natural History, dan Brazil's Universidade Federal de Goiás menemukan spesies baru udang yang dinamakan Synalpheus pinkfloydi. Ditemukan di Pulau Las Perlas, Panama, Amerika, udang dengan capit besar berwarna merah jambut itu diberi nama sesuai dengan musik favorit para peneliti, yakni musik milik Pink Floyd.

"Aku telah mendengarkan Pink Floyd sejak 'The Wall' rilis di tahun 1979, tepatnya saat umurku 14 tahun," ujar Sammy De Grave, kepala peneliti Oxford University museum.

facebook embed

Tak hanya itu, para ilmuwan juga menemukan spesies baru damselfly--serangga sejenis capung--yang diberi 'Ummagumma'. Nama tersebut diambil dari album keempat Pink Floyd di tahun 1969.