Mengabdi Sambil Belajar: Pengalaman Mahasiswa di Masyarakat

Sebagai mahasiswa Pendidikan Sosiologi di Universitas Negeri Jakarta, saya percaya bahwa setiap fenomena sosial adalah cerita yang layak untuk diungkap.
ยทwaktu baca 4 menit
Tulisan dari Anissatul Hassanah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pendidikan sering kali identik dengan kegiatan belajar di sekolah atau perguruan tinggi. Mahasiswa datang ke kelas, mendengarkan penjelasan dosen, berdiskusi, dan mengerjakan tugas untuk memahami materi perkuliahan. Namun jika kita lihat, proses belajar juga dapat berlangsung di luar lingkungan kampus. Salah satunya melalui kegiatan pengabdian masyarakat yaitu ketika mahasiswa berkesempatan berinteraksi langsung dengan orang-orang yang memiliki pengalaman hidup dan kebiasaan berbeda dari mereka. Kegiatan pengabdian masyarakat seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN), program mengajar, dan kegiatan sosial yang diselenggarakan organisasi kampus sering menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal kehidupan masyarakat secara lebih dekat. Mereka tidak hanya menjalankan program yang telah direncanakan tetapi juga berhadapan dengan situasi nyata yang membutuhkan pemahaman, komunikasi, dan kerja sama. Pengalaman tersebut membuat kegiatan pengabdian memiliki makna lebih luas daripada sekadar menyelesaikan kewajiban akademik. Mahasiswa juga memiliki kesempatan untuk belajar memahami lingkungan sosial yang selama ini mungkin hanya mereka kenal melalui materi perkuliahan.
Belajar Tidak Hanya dari Materi Kuliah
Materi yang dipelajari di kampus memberikan pengetahuan awal bagi mahasiswa untuk memahami berbagai persoalan sosial. Mereka dapat mempelajari pendidikan, kemiskinan, kesehatan, lingkungan, dan hubungan sosial melalui teori maupun diskusi di kelas. Akan tetapi, ketika berhadapan langsung dengan masyarakat, mereka perlu memahami bagaimana persoalan tersebut muncul dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya mahasiswa yang mengikuti kegiatan mengajar anak-anak tidak cukup hanya menguasai materi pelajaran. Mereka juga perlu memahami cara berkomunikasi dengan anak, menyesuaikan penjelasan, dan menciptakan suasana belajar yang nyaman. Begitu pula ketika mengikuti kegiatan lingkungan, mahasiswa perlu mengetahui kebiasaan warga serta mempertimbangkan cara mengajak mereka berpartisipasi. Situasi tersebut menunjukkan bahwa memahami suatu persoalan secara teori berbeda dengan menghadapinya secara langsung. Mahasiswa perlu menghubungkan pengetahuan yang dimiliki dengan keadaan yang mereka temui. Proses ini dapat membantu mereka melihat bahwa setiap lingkungan mempunyai kebutuhan dan kondisi yang tidak selalu sama.
Masyarakat Juga Menjadi Sumber Pembelajaran
Pemikiran John Dewey tentang pendidikan menekankan pentingnya pengalaman dalam proses belajar. Seseorang tidak hanya memperoleh pengetahuan dengan menerima informasi tapi dapat melalui keterlibatan dalam kegiatan dan refleksi terhadap pengalaman yang dijalani. Gagasan tersebut relevan untuk memahami kegiatan pengabdian masyarakat. Ketika mahasiswa terlibat dalam suatu program, mereka berkesempatan mengamati situasi, mencoba menyelesaikan persoalan, dan mengevaluasi tindakan yang telah dilakukan. Pengalaman itu dapat membantu mereka memahami hubungan antara materi yang dipelajari di kampus dan kehidupan sehari-hari. Selain belajar melalui tindakan, mahasiswa juga dapat memperoleh pengetahuan dari masyarakat. Warga mempunyai pengalaman, keterampilan, dan cara pandang yang terbentuk melalui kehidupan mereka sendiri. Ketika mahasiswa bersedia mendengarkan cerita dan memahami kebiasaan warga, mereka dapat memperoleh sudut pandang yang sebelumnya belum mereka pertimbangkan. Hubungan tersebut sebaiknya tidak hanya menempatkan mahasiswa sebagai pihak yang memberikan bantuan. Masyarakat juga memiliki pengetahuan yang penting dalam menentukan kebutuhan dan arah kegiatan. Dengan demikian, pengabdian dapat menjadi ruang belajar bersama, bukan sekadar kegiatan yang menempatkan warga sebagai penerima program.
Mengabdi Perlu Disertai Kemauan untuk Memahami
Kegiatan pengabdian masyarakat tidak otomatis membuat mahasiswa memahami kehidupan sosial secara lebih mendalam. Pengalaman tersebut bergantung pada bagaimana mereka menjalani kegiatan, berinteraksi dengan warga, dan memaknai hal-hal yang ditemui selama berada di lapangan. Program yang terlihat menarik belum tentu sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kegiatan yang telah direncanakan dengan baik pun dapat menghadapi kendala ketika diterapkan. Kondisi ini menunjukkan pentingnya mendengarkan masyarakat sebelum menentukan kegiatan yang akan dilakukan. Mahasiswa juga perlu menghindari anggapan bahwa mereka selalu lebih memahami persoalan hanya karena memiliki pengetahuan akademik. Teori dapat membantu menjelaskan suatu keadaan, tetapi pengalaman warga tetap perlu diperhatikan untuk memahami konteks kehidupan mereka. Sikap terbuka terhadap pengalaman orang lain menjadi bagian penting dari proses belajar. Setelah kegiatan selesai, mahasiswa dapat mengevaluasi hal-hal yang telah dipelajari. Mereka bisa memikirkan kembali cara berkomunikasi, keputusan yang diambil, serta kesulitan yang muncul selama kegiatan. Melalui refleksi tersebut, pengalaman pengabdian dapat menjadi kesempatan untuk mengembangkan pemahaman sosial yang lebih baik.
Pengabdian sebagai Bagian dari Pendidikan
Kegiatan pengabdian masyarakat memperlihatkan bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung melalui pertemuan di kelas. Interaksi dengan lingkungan sekitar juga dapat memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengetahuan dan memahami kehidupan sosial secara langsung. Mahasiswa memang dapat membawa ilmu dan keterampilan untuk mendukung kegiatan masyarakat. Di sisi lain, mereka juga perlu menyadari bahwa setiap lingkungan memiliki pengalaman dan pengetahuan yang layak dipahami. Proses saling belajar tersebut membuat pengabdian tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan program namun juga pada hubungan yang terbangun selama kegiatan berlangsung. Pengalaman di masyarakat tidak harus selalu menghasilkan perubahan besar agar memiliki nilai pendidikan. Kesempatan mendengarkan cerita warga, memahami kebiasaan yang berbeda, atau menyadari keterbatasan pemahaman diri sendiri juga dapat menjadi bagian penting dari pembelajaran. Pengabdian masyarakat dengan demikian bukan sekadar kegiatan untuk memenuhi kewajiban kampus. Kegiatan ini dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menghubungkan pengetahuan dengan pengalaman nyata. Ketika mahasiswa bersedia terlibat, mendengarkan, dan merefleksikan pengalamannya, mereka tidak hanya belajar tentang masyarakat tetapi juga belajar memahami posisi mereka sendiri di tengah kehidupan sosial.
