Hiburan Murah Meriah di Pasar Malam

Tulisan dari anjar setyoko tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada dasarnya pasar merupakan sebuah tempat yang difungsikan untuk transaksi antara penjual dan pembeli.
Namun, jika kita telisik dan mencari referensi jenis-jenis pasar, tidak ada yang mendeskripsikan secara jelas kategori pasar malam. Tetapi, jika dipilah dalam hal cara bertransaksi di pasar malam, kemungkinan paling besar, pasar malam masuk ke dalam pasar tradisional.
Pasar malam ini biasanya diadakan sebulan sekali tempatnya pun tidak formal dan menetap seperti pasar pada umumnya. Kebanyakan diadakan di lapangan desa atau di sepanjang pinggir jalan.
Oleh karena itu, pengunjung pasar malam ini kebanyakan adalah masyarakat pedesaan segmen masyarkat menengah ke bawah yang ingin mencari hiburan murah meriah.
Selain tempat untuk jual-beli, pasar malam juga menjelma menjadi sebuah tradisi yang rutin diadakan setiap waktu. Di beberapa daerah bahkan mengadakan pasar malam untuk menyambut pesta panen atau peringatan kirab budaya.
Di era tahun 2000-an mungkin beberapa orang masih sangat gemar mengunjungi pasar malam. Maklum, jika dibandingkan di pusat perbelanjaan yang modernarga barang di pasar malam lebih miring. Diskon baju, celana, sandal dan alat elektronik juga biasanya menjamur.


Dua hari yang lalu saya sempat berkunjung di pasar malam yang ada di alun-alun kota. Pasar malam ini diadakan setiap 2 bulan sekali. Wajar jika pengunjungnya selalu ramai.
Seperti pada pasar malam biasanya tujuan utama berkunjung ke pasar malam adalah berburu baju murah. Pengennya sih beli jaket dan celana kain. Kebanyakan semua lapak memang memberi diskon besar sampai 50%. Itu pun masih bisa ditawar. Tinggal pintar-pintar kita aja.
Selepas muter-muter menawar sana-sini tapi nggak jadi beli. Akhirnya saya mendapatkan jaket dan celana yang saya inginkan. Saya hanya mengeluarkan uang Rp 200.000 untuk mendapatkan baju saya inginkan itu. Cukup murah dibandingkan dengan beli di mall.
Tidak lupa saya juga mencoba wahana puri setan yang ada di tengah-tengah pasar malam. Bayar tiketnya Cuma 10.000. Dari luar nampak sebuah dinding yang bercorak darah kombinasi warna hitam. Perlahan saya masuk ke dalam puri setan yang gelap gulita.
Saya telusuri satu per satu lorong kosong. Sesekali saya melihat pocong dan kuntilanak nangis. Sampai akhirnya saya harus lari karena tak tahan dengan suasana mencekam rumah hantu itu.

Setelah puas berkeliling akhirnya saya memilih untuk duduk-duduk di tempat yang tak jauh dari permainan ombak goyang. Sambil melihat anak yang didampingi orang tuanya bermain saya keluarkan gadget yang sedari tadi sudah beberapa kali berdering.
Wah, nampaknya ada 2 youtuber yang baru mengupload video. Satu video dari Agung Hapsah dan satu lagi dari Anjas Riski Maradita.
Saya buka video super keren 2 youtubers favorit saya itu. Karena saya pakai XL jadi tidak takut kuota habis karena nonton youtube pakai XL bebas tanpa kuota. Dua video youtube yang saya tonton ini durasinya lumayan panjang. Meskipun demikian sampai selesai video saya tonton jaringan kuat XL tetap lancar jaya.
Waktu sudah menunjukkan pukul 23.00 malam. Karena belanjaan saya banyak jadi saya putuskan untuk nelpon kakak untuk menjemput. Lumayan bisa bantuin saya bawa barang pakai motornya. Nelpon pakai XL suaranya jelas sehingga saya bisa berkomunikasi dengan mudah. Tidak lama menunggu akhirnya saya dijemput kakak.
Petualangan di pasar malam hari itu akhirnya saya sudahi. Pulang membawa barang diskon dan sudah mecoba berbagai permainan yang ada di pasar malam. Meskipun singkat tetapi saya merasa sangat terhibur.
Saya harap sih pasar malam bisa diadakan terus. Tenggang waktunya juga diperpendek menjadi 1 bulan sekali. Biar rakyat seperti saya bisa menikmati hiburan murah meriah.
