Desa Nagrak Dorong UMKM Go Digital Lewat Workshop Bersama Praktisi & Akademisi!

Annisa Maharani Rahayu merupakan alumni Pascasarjana Ilmu Politik Universitas Indonesia. Saat ini bekerja sebagai dosen di STIE Wikara Purwakarta.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Annisa Maharani Rahayu tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Kolaborasi mahasiswa, pemerintah desa, dan akademisi untuk membangun kemandirian ekonomi lokal berbasis digitalisasi UMKM.
Nagrak, 24 Juli 2025 — Dalam upaya memperkuat kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan berbasis potensi lokal, Pemerintah Desa Nagrak bersama mahasiswa Kuliah Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat (KPPM) Kelompok 8 STIE Wibawa Karta Raharja menyelenggarakan Workshop bertajuk “Digitalisasi UMKM dan HPP”. Kegiatan ini berlangsung di Aula Desa Nagrak dan dihadiri oleh pelaku UMKM lokal, aparat desa, pelajar, serta akademisi.

Mengusung tema “Peran penting digitalisasi UMKM dalam kemajuan, kemandirian, dan ketahanan pangan desa yang tangguh”, workshop ini menghadirkan dua narasumber utama: Dr. Eti Jumiaty, S.E., M.M., CHCMP., CSMMP., CSSP (Dosen dan Praktisi SDM), serta Drs. Asep Gumelar, M.Si (Ketua Bidang Kemahasiswaan Puket III). Kedua narasumber membagikan ilmu serta pengalaman mengenai pentingnya pemasaran digital dan perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) yang akurat bagi pelaku UMKM.
Ketua KPPM Desa Nagrak, M. Reggi Rusmana Putra, menjelaskan bahwa workshop ini merupakan hasil kolaborasi antara mahasiswa, aparat desa, dan praktisi yang bertujuan memberikan keterampilan praktis di bidang digitalisasi marketing dan manajemen biaya produksi. “Kami ingin pelaku UMKM tidak hanya bertahan, tapi juga berkembang melalui pemanfaatan teknologi dan strategi bisnis yang sehat,” ujarnya.
Sekretaris Desa Nagrak, Dede Yulianto, menyambut baik inisiatif ini. Ia berharap kegiatan ini dapat memotivasi para pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas produk, kemasan, hingga daya saing di pasar digital. “Dengan pelatihan ini, kami ingin menjadikan Desa Nagrak sebagai desa mandiri yang ekonominya bertumbuh dari kekuatan masyarakatnya sendiri,” katanya.
Salah satu pelaku UMKM, Nurhayati, menyatakan antusiasmenya. “Saya merasa dapat banyak ilmu, terutama soal pemasaran dan pengelolaan biaya produksi. Saya ingin langsung menerapkannya dalam usaha saya,” tuturnya.
Dosen Pembimbing Lapangan Kelompok 8, Dr. M. Subroto Alirejo, M.T, menegaskan pentingnya keberlanjutan kegiatan ini. “Digitalisasi bukan tren sesaat. Ini adalah kebutuhan jangka panjang yang harus terus dikawal agar UMKM desa tumbuh dan mampu bersaing secara global.”
Workshop ini diharapkan menjadi titik awal transformasi digital UMKM di Desa Nagrak, sekaligus menjadi model pemberdayaan masyarakat yang dapat direplikasi di desa-desa lain. Semangat kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan desa yang tangguh di era digital.
