Konten dari Pengguna

Mahasiswa KPPM STIE Wikara Dorong UMKM Desa Nagrak Melek Digital Lewat Workshop

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Annisa Maharani Rahayu tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sinergi mahasiswa, akademisi, dan pemerintah desa perkuat UMKM lokal menuju kemandirian dan ketahanan pangan berbasis digital.

Nagrak, 24 Juli 2025 — Kelompok 8 mahasiswa Kuliah Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat (KPPM) dari STIE Wibawa Karta Raharja (Wikara) menggelar Workshop bertajuk “Digitalisasi UMKM dan HPP” di Aula Desa Nagrak. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas pelaku UMKM dalam menghadapi era digital dan meningkatkan ketahanan pangan desa melalui pengelolaan usaha yang tepat.

Sumber: Dokumen Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: Dokumen Pribadi

Workshop ini menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Dr. Eti Jumiaty, S.E., M.M., CHCMP., CSMMP., CSSP (Dosen & Praktisi SDM), serta Drs. Asep Gumelar, M.Si (Ketua Bidang Kemahasiswaan Puket III). Keduanya membahas secara praktis pentingnya pemasaran digital dan perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) yang sering diabaikan oleh pelaku usaha mikro.

“Banyak UMKM yang masih belum sadar pentingnya menghitung biaya secara detail. Jika produk masuk ke pasar digital, penetapan harga harus realistis dan menguntungkan,” tegas Asep Gumelar.

Sumber: Dokumen Pribadi

Ketua KPPM Desa Nagrak, M. Reggi Rusmana Putra, menjelaskan bahwa kegiatan ini lahir dari kebutuhan riil masyarakat. “Kami melihat langsung tantangan pelaku UMKM selama observasi, dan dari situlah workshop ini dirancang agar berdampak langsung dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sekretaris Desa Nagrak, Dede Yulianto, menyambut baik inisiatif mahasiswa. Ia berharap pelatihan ini bisa mengangkat daya saing UMKM lokal dan menjadi pemicu bagi kemandirian ekonomi desa. “Dengan digitalisasi, kita tidak hanya bicara soal pemasaran, tapi juga soal ketahanan pangan dan kemandirian rumah tangga,” jelasnya.

Ibu Nurhayati, pelaku UMKM yang hadir, mengaku siap menerapkan materi yang diperoleh. “Saya akan mulai mencatat biaya secara rinci dan memanfaatkan media sosial untuk promosi produk,” ungkapnya antusias.

Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. M. Subroto Alirejo, M.T, menambahkan bahwa kegiatan ini adalah implementasi nyata Revolusi Industri 5.0 di tingkat desa. “Digitalisasi UMKM adalah langkah strategis menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Kelompok 8 KPPM STIE Wikara membuktikan bahwa sinergi mahasiswa, akademisi, dan pemerintah desa mampu mendorong perubahan nyata. Harapannya, Desa Nagrak bisa menjadi contoh pengembangan UMKM berbasis digital yang tangguh dan mandiri.