Opini & Cerita
·
30 Oktober 2019 16:50

Siapkan Pensiunmu Sejak Dini

Konten ini diproduksi oleh Annissa Sagita
Siapkan Pensiunmu Sejak Dini (25213)
Ilustrasi dana pensiun Foto: Shutterstock
Pernah enggak sih kepikiran, seperti apa hidup kamu 10, 15, 20 tahun lagi?
ADVERTISEMENT
Pernahkah terpikir, bagaimana nanti kamu akan hidup setelah kamu sudah tidak bekerja lagi?
Pernahkah kamu melihat kondisi orang tuamu, dan apakah kamu akan mengikuti jejak mereka secara finansial?
Kita menghabiskan banyak waktu untuk merencanakan menikmati hidup: travelling, nonton konser, mencari penginapan dan kafe yang instagrammable dan terjangkau di kantong, mencari promo-promo demi jajan sore yang tidak membuat saldo e-wallet cepat habis, merencanakan pernikahan yang wah agar mengundang decak kagum tamu, tapi pernahkah merencanakan seperti apa hidup setelah tiba waktunya untuk pensiun?
Survey yang diadakan oleh HSBC Future of Retirement 2018 menyatakan bahwa hanya 30 persen masyarakat Indonesia yang punya tabungan pensiun. Sementara Lembaga ESQ mengadakan survey ARS (Anxiety Rating Scale) bahwa lebih dari 63 persen para pegawai menjelang pensiun merasakan kondisi cemas sedang hingga panik, dan penyebab terbesar kedua kepanikan ini adalah kehilangan sumber keuangan.
ADVERTISEMENT
Bagaimana dengan orang tuamu saat ini? Masyarakat Indonesia masih menganut paham bahwa anak sudah sepatutnya memberikan “balasan” kepada orang tua saat orang tua sudah pensiun atau saat anak sudah mulai bisa menghasilkan uang sendiri.
Hanya sedikit yang masih bisa menghasilkan uang dan tidak bergantung pada anak, serta memiliki keyakinan bahwa hidup masing-masing adalah tanggung jawab masing-masing, bukannya memberatkan anak. Besar kemungkinan kamu adalah calon generasi sandwich, yang nantinya akan menanggung hidup orang tua sekaligus menghidupi keluarga kecil kamu nantinya. Lalu apakah kamu akan mengulang siklus yang sama: akan bergantung hidup kepada anak-anakmu?
Pensiun, rasanya memang masih lama untuk kamu yang berusia 20-30an awal. Selain dianggap remeh karena rasanya masih lama, pensiun juga seringkali dianggap remeh karena masa pensiun dianggap tidak menghabiskan banyak uang. Benarkah demikian? Survey yang pernah diadakan sebuah perusahaan asuransi di Asia menyatakan bahwa kebutuhan saat pensiun menghabiskan 97% biaya saat masih produktif. Artinya, besaran kebutuhan saat pensiun dan saat produktif, hampir sama (atau sama saja)! Padahal, saat pensiun tidak ada lagi gaji dari kantor, fasilitas kantor dan pinjaman dengan bunga rendah. Semua itu sudah tidak ada lagi. Jadi, kebutuhan tetap ada, sementara pemasukan tidak ada.
ADVERTISEMENT
Masa pensiun pun bukan masa yang singkat. Usia harapan hidup orang Indonesia saat ini mencapai angka 69.19 tahun, sedangkan pensiun di Indonesia rata-rata dimulai saat usia 55 tahun. Artinya ada 14 tahun masa pensiun tersisa. Ada kemungkinan juga, kamu hidup lebih lama dari angka harapan hidup, dan probabilitasnya semakin besar jika kamu punya keluarga yang masih hidup di atas 69 tahun.
14 tahun hidup tanpa pemasukan sementara kebutuhan tetap berjalan. Hitung mudahnya, misalnya gaji Rp 5 juta per bulan saat ini, dikalikan 12 (tahunan) dikali 14 tahun sama dengan Rp 840 juta. Ini belum memasukkan komponen inflasi (apakah 5 juta saat ini sama dengan Rp 5 juta 25 tahun lagi? Tentu saja tidak). Lalu bagaimana caranya menyiapkan dana pensiun untuk hidup 14 tahun sebesar itu?
ADVERTISEMENT
  1. Mungkin kamu mendapat fasilitas pensiun dari kantor
Sayangnya, sering kali dana pensiun tersebut tidak bisa menutupi seluruh kebutuhan biaya hidup saat pensiun. Perlu perhitungan lebih lanjut, namun dari beberapa klien yang pensiun, biaya pensiun dari kantor seringkali hanya menutup 10-20 persen dari kebutuhan bulanan saat pensiun. Tapi tidak apa-apa, setidaknya ini adalah awal yang baik. Namun jangan senang dulu karena kamu masih punya PR untuk mengejar sisanya, demi kehidupan pensiun yang lebih sejahtera.
  1. Semakin muda, semakin sedikit investasi bulanan untuk pensiun yang perlu kamu sisihkan
Mengapa demikian? Saat masih muda, selisih usia pensiun dan usia saat ini semakin besar. Semakin besar selisih usia berarti semakin besar waktu yang kamu punya untuk menyiapkan pensiun. Semakin besar waktu, maka semakin kecil kamu harus menyisihkan investasi bulanan untuk pensiun. Ingat artikel ini? Kira-kira begitulah ilustrasi bahwa semakin dini kamu berinvestasi maka semakin besar hasil yang kamu dapatkan.
ADVERTISEMENT
  1. Di mana/produk apakah saya harus berinvestasi?
Ini dia pertanyaan besarnya. Berita bagusnya adalah, dengan usia yang masih muda dan waktu yang masih panjang, kamu punya kesempatan untuk berinvestasi di produk yang cukup agresif (syarat dan ketentuan berlaku!). Kamu bisa meminimalisir risiko investasi dengan jangka waktu yang panjang. Produk seperti reksa dana saham, saham dan properti bisa menjadi pilihan. Tentu saja kamu harus menguasai produk-produk tersebut, apa dan bagaimana kelebihan dan kelemahannya serta karakteristiknya masing-masing. Apa yang cocok untuk temanmu belum tentu cocok di kamu.
  1. Siapkan bisnis atau aset yang bisa menghasilkan penghasilan pasif
Aset seperti kos-kosan, penyewaan apartemen dan lain-lain bisa menghasilkan uang untuk menutupi kebutuhan hidup saat pensiun. Selain itu, asetnya pun bisa dijual dan bernilai tinggi. Demikian halnya dengan bisnis. Bisnis yang sudah “mapan” bisa menjadi alternatif penghasilan untuk pensiunan. Namun bisnis pun penuh dengan risiko. Bisnis yang “mapan” perlu waktu yang lama untuk diuji.
ADVERTISEMENT
Kesalahan banyak calon pensiunan adalah baru mulai panik saat menjelang pensiun, lalu mulai mencari-cari peluang yang bisa mendatangkan penghasilan. Tidak sedikit calon pensiunan/pensiunan yang kemudian terjerat dengan iming-iming investasi bodong untuk menumbuhkan uang dalam waktu singkat, sehingga bukannya untung, malah buntung dan melayanglah uang pensiun.
Kamu masih punya waktu untuk menghindari kesalahan-kesalahan finansial yang dibuat oleh orang-orang yang terlambat merencanakan keuangannya, bahkan mungkin orang tua kamu sendiri. Kamu masih punya waktu untuk segera belajar dan mendalami tentang investasi, dan mulai action. Jadikan pensiun sejahtera salah satu tujuan keuanganmu mulai sekarang.
Selamat berinvestasi!