Konten dari Pengguna

Mendengarkan Orang Lain, Menjaga Mereka Tetap Bertahan

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Anugrah Duta Pangestu tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gambar by AI
zoom-in-whitePerbesar
Gambar by AI

Kadang dalam hidup kita tidak pernah tahu seberapa besar perjuangan seseorang untuk terus tetap bertahan. Ada yang terlihat baik-baik saja, tetapi diam-diam sedang berperang dengan pikirannya sendiri. Ketika seseorang mulai merasa bahwa hidupnya terlalu berat untuk dijalani, hal kecil seperti memiliki seseorang yang mau mendengarkan dapat menjadi sangat berarti.

Maka dari itu, dalam sebuah komunikasi, salah satu hal yang paling penting adalah mendengarkan. Kita dapat melihat bahwa persoalan bunuh diri masih menjadi perhatian serius di Indonesia. Berdasarkan data yang disampaikan Kementerian Kesehatan, angka kematian akibat bunuh diri yang tercatat oleh POLRI pada 2023 mencapai 1.350 kasus, meningkat dari 826 kasus pada 2022. Kemenkes juga menegaskan bahwa bunuh diri dipengaruhi oleh berbagai faktor yang kompleks, sehingga upaya pencegahannya membutuhkan perhatian dari banyak pihak.

Dari data tersebut kita bisa melihat bahwa kita sering mengira menyelamatkan seseorang ialah dengan melakukan hal yang besar. Padahal, terkadang seseorang hanya membutuhkan satu hal sederhana: seseorang yang mau mendengarkan.

Ada orang yang setiap hari terlihat baik-baik saja, masih tertawa, bercanda, dan bahkan masih menjalani aktivitas seperti biasanya. Namun, kita tidak pernah benar-benar tahu apa yang sedang mereka bawa sendirian. Bisa jadi, di balik sebuah senyum ada lelah yang tidak pernah diceritakan. Di balik diamnya ada banyak hal yang ingin disampaikan, tetapi tidak tahu harus kepada siapa.

Maka dari itu, jika ke depannya kita tidak ingin kembali kehilangan orang-orang di sekitar kita, cobalah luangkan waktu untuk mendengarkan apa yang orang lain rasakan. Bukan berarti dengan mendengarkan kita pasti bisa menyelesaikan masalah mereka. Tetapi setidaknya, mereka tahu bahwa ada seseorang yang bersedia berada di samping mereka, kadang karena akhirnya ada yang mau mendengarkan apa yang kita rasa, kita pun berfikir “Kayaknya hidup ini layak deh untuk diperjuangin.”

Hal tersebut selaras dengan salah satu artikel yang diterbitkan oleh Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya yang menjelaskan bahwa mendengarkan orang lain dapat membuat seseorang merasa dihormati, dihargai, dan dipahami. Dalam komunikasi interpersonal, mendengarkan secara aktif bukan hanya sekadar diam ketika orang lain berbicara, tetapi juga memberikan perhatian dan berusaha memahami apa yang sedang mereka rasakan dan sampaikan. Selain itu, mendengarkan juga dapat membangun kepercayaan seseorang, salah satunya percaya untuk terus melanjutkan hidup.

Animasi Gambar dari www.vecteezy.com

Mendengarkan orang lain merupakan hal sederhana yang sering kali dianggap sepele, padahal dampaknya cukup besar dalam kehidupan sehari-hari. Mendengarkan bukan hanya sekadar diam ketika orang lain berbicara, tetapi juga berusaha memahami apa yang sedang mereka rasakan, pikirkan, dan sampaikan. Tidak semua orang membutuhkan solusi ketika sedang bercerita. Terkadang, mereka hanya membutuhkan seseorang yang mau mendengarkan tanpa langsung menghakimi atau memotong pembicaraan.

Kita sering kali terlalu cepat memberikan nasihat ketika seseorang sedang bercerita. Kita ingin segera memberikan solusi karena mengira itulah bentuk kepedulian. Padahal, ada kalanya seseorang tidak sedang mencari jawaban. Mereka hanya ingin mengeluarkan apa yang selama ini mereka simpan sendiri.

Kebiasaan mendengarkan juga membuat hubungan dengan orang lain menjadi lebih baik. Ketika seseorang merasa didengarkan, mereka akan merasa dihargai dan dianggap penting. Hal ini berlaku dalam pertemanan, keluarga, maupun organisasi. Dalam sebuah organisasi, misalnya, masalah bisa saja muncul bukan karena tidak adanya solusi, tetapi karena anggota merasa pendapatnya tidak pernah didengar.

Oleh karena itu, memberikan ruang kepada setiap orang untuk menyampaikan pendapat dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih terbuka dan nyaman. Sebab, terkadang orang tidak membutuhkan tempat yang sempurna untuk bercerita. Mereka hanya membutuhkan tempat yang aman untuk didengarkan.

Hal ini juga menjadi penting ketika kita melihat berbagai peristiwa yang terjadi di sekitar kita, termasuk kasus Timothy Anugrah Saputra, mahasiswa Universitas Udayana yang meninggal dunia dan sempat menjadi perhatian publik. Kasus tersebut memunculkan banyak pembicaraan mengenai kesehatan mental, lingkungan sosial, dan pentingnya kepedulian terhadap orang-orang di sekitar kita.

Namun, kita juga harus berhati-hati untuk tidak menyimpulkan bahwa satu faktor tertentu menjadi penyebab seseorang mengambil keputusan untuk mengakhiri hidup. Sebab, seperti yang disampaikan Kementerian Kesehatan, bunuh diri merupakan persoalan yang kompleks dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor.

Yang bisa kita lakukan adalah mengambil pelajaran dari setiap peristiwa tersebut. Bahwa mungkin sudah waktunya kita lebih peka terhadap orang-orang di sekitar kita. Bukan untuk merasa bahwa kita mampu menyelamatkan semua orang, tetapi setidaknya untuk memastikan bahwa ketika seseorang ingin bercerita, ada orang yang bersedia mendengarkan.

Bagi saya, mendengarkan juga mengajarkan kita untuk tidak selalu merasa paling benar. Setiap orang memiliki pengalaman dan sudut pandang yang berbeda. Dengan mau mendengarkan, kita bisa melihat suatu persoalan dari sisi yang sebelumnya mungkin tidak pernah kita pikirkan. Dari situlah kita bisa belajar menjadi pribadi yang lebih terbuka dan tidak mudah mengambil kesimpulan tentang orang lain.

Ilustrasi Mendengarkan Orang Lain Versi AI

Pada akhirnya, mendengarkan adalah bentuk sederhana dari menghargai orang lain. Kita mungkin tidak selalu mampu menyelesaikan masalah seseorang, tetapi setidaknya kita bisa membuat mereka merasa bahwa mereka tidak menghadapi semuanya sendirian.

Karena terkadang, hal yang paling dibutuhkan seseorang bukanlah nasihat yang panjang, melainkan seseorang yang benar-benar mau mendengarkan.

Mungkin kita tidak akan pernah tahu seberapa besar arti kehadiran kita bagi orang lain. Bisa jadi, bagi kita percakapan itu hanyalah percakapan biasa. Tetapi bagi seseorang yang sedang berada di titik terendahnya, percakapan tersebut mungkin menjadi pengingat bahwa masih ada orang yang peduli.

Jadi, sebelum kita sibuk mencari cara untuk melakukan sesuatu yang besar, mungkin kita bisa mulai dari hal yang sederhana.

Dengarkan.

Karena kita tidak pernah tahu, mungkin dengan bersedia mendengarkan, kita sedang membantu seseorang menemukan alasan untuk bertahan satu hari lagi.

Catatan sumber:

1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, “Cegah Bunuh Diri, Kemenkes Ajak Remaja Bicara Soal Kesehatan Mental” — sumber data angka kematian akibat bunuh diri yang tercatat POLRI pada 2022–2023.

2. Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya — artikel mengenai keterampilan mendengarkan secara aktif dalam komunikasi interpersonal.