Kumparan Logo

Bene Dion: Cerita Viky Sianipar dan Ayahnya Jadi Inspirasi Film Pulang Kampung

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sutradara Film Pulang Kampung, Bene Dion Rajagukguk saat Ditemui di Kawasan Thamrin, Jakarta Pusat.  Foto: Aprilandika Pratama/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sutradara Film Pulang Kampung, Bene Dion Rajagukguk saat Ditemui di Kawasan Thamrin, Jakarta Pusat. Foto: Aprilandika Pratama/kumparan

Sutradara Bene Dion Rajagukguk mengungkapkan bahwa musisi batak, Viky Sianipar, menjadi salah satu inspirasi utama baginya saat menggarap film Pulang Kampung. Bene menyebut kisah Viky dengan sang ayah memiliki kemiripan dengan cerita personalnya di film Ngeri-Ngeri Sedap.

Bene Dion bahkan sempat meminta izin kepada Viky untuk mengangkat kisah tersebut ke dalam film. Ia kemudian mengungkap bahwa jika Ngeri-Ngeri Sedap terinspirasi dari hubungannya dengan sang ayah, Pulang Kampung memiliki kisah yang berkaitan dengan hubungan Viky dan ayahnya.

“Kalau Ngeri-Ngeri Sedap aku sama bapakku, kalau Pulang Kampung Bang Vicky sama bapaknya,” ujar Bene saat acara peluncuran trailer dan lagu tema Pulang Kampung.

Saking ngebetnya Bene mengangkat kisah Viky, ia pun mengaku sampai meminta izin langsung kepada Viky demi bisa mengangkat kisahnya ke layar lebar.

"Oke, aku harus jujur ya. Bang Viky, enggak apa-apa ya, jujur ya bang? Aku udah bilang, kali ini aku ceritakan Bang Viky dengan bapaknya. Enggak apa-apa kan bang? Jadi begitu lah dulu Bang Viky, kan anak band. Belum band Batak, belum band Batak waktu itu. Nah aku minta izin, 'Bang boleh enggak diceritakan,'" beber Bene.

Konferensi Pers Film Pulang Kampung di Kawasan Thamrin Jakarta Pusat. Foto: Aprilandika Pratama/kumparan

Viky sendiri memang sudah memiliki keinginan untuk membuat film musikal sejak lama. Ia mengaku terinspirasi dari film The Sound of Music yang ditontonnya sejak kecil.

Karena itu, ketika mendapat tawaran untuk menggarap musikal Batak, Viky melihatnya sebagai kesempatan sekaligus tanggung jawab. Terlebih, selama sekitar 20 tahun terakhir ia memang berupaya memperkenalkan musik Batak kepada generasi muda.

“Sebelumnya, aku tuh memang bercita-cita untuk bikin musikal gitu, karena sejak kecil nontonnya Sound of Music, pengin banget. Ini tiba-tiba ada yang mau bikin musikal Batak pula,” ucap Viky.

Namun, Viky sempat ragu ketika pertama kali diajak Bene Dion menggarap Pulang Kampung. Ia memiliki standar tinggi untuk film musikal dan tak ingin proyek tersebut dikerjakan setengah-setengah.

“Justru aku ragu sama Bene awalnya. ‘Ben, standar musikalku tuh udah dari Sound of Music, La La Land, yang kayak gitu-gitu. Kau yakin mau bikin begini? Kalau setengah-setengah aku enggak mau,’” tuturnya.

Poster film Pulang Kampung yang dibintangi Vanessa Simorangkir (kiri) dan Axelo Nababan (kanan). Foto: Dok. Imajinari

Viky bahkan mengingatkan Bene bahwa produksi film musikal membutuhkan biaya yang jauh lebih besar dibandingkan film biasa. Namun, Bene tetap meyakinkannya untuk menjalankan proyek tersebut.

“Akhirnya aku bilang lagi, ‘Terus kalau setengah-setengah aku enggak usah ya, Bene ya, karena ini kalau tanggung takut jatuh-jatuhnya norak banget nanti,’” kata Viky.

Untuk menjaga kualitas musikal tersebut, Viky bersama tim juga melibatkan para soundman dan sound engineer sejak tahap praproduksi hingga pascaproduksi. Hal itu dilakukan agar kualitas suara dan dialog dalam film terasa konsisten.

“Semua soundman, sound engineer dari pre-production, dalam produksi, sampai post-production-nya pun kita kumpulin semuanya supaya kita dapat paradigma yang sama gimana caranya dialog sama pas nyanyi tuh sama,” ujarnya.

Konferensi Pers Film Pulang Kampung di Kawasan Thamrin Jakarta Pusat. Foto: Aprilandika Pratama/kumparan

Viky ingin transisi antara adegan dialog dan nyanyian dalam Pulang Kampung terasa natural. Ia tak ingin karakter tiba-tiba terdengar sangat berbeda ketika mulai bernyanyi.

“Aku maunya tuh seotentik dan senatural mungkin,” pungkas Viky.

Film musikal Batak Pulang Kampung diproduseri Ernest Prakasa dan Dipa Andika, disutradarai Bene Dion Rajagukguk bersama ko-sutradara Kristo Immanuel.

Karya terbaru rumah produksi Imajinari itu turut menampilkan sejumlah aktor dan aktris seperti Judika Sihotang, Lea Simanjuntak, Rita Matu Mona, hingga Paulus Simangunsong.

Rencananya film Pulang Kampung akan tayang di bioskop Indonesia mulai 26 November 2026.