Cerita Axelo Nababan dan Vanessa Simorangkir Debut Akting di Pulang Kampung

Axelo Nababan dan Vanessa Simorangkir atau Vanessa Zee menjalani debut layar lebar lewat film Pulang Kampung produksi Imajinari.
Keduanya mendapat tantangan baru karena harus mempelajari akting, koreografi, hingga vokal musikal dalam waktu yang terbilang cukup singkat.
Vanessa mengaku tantangan terbesar yang dihadapinya adalah memahami cerita serta pesan yang ingin disampaikan sang sutradara, Bene Dion Rajagukguk melalui karakter yang mereka perankan.
“Tantangannya banyak banget. Tantangannya tuh dari pemahaman cerita, itu yang utama. Karena bagaimana kita men-deliver pesan-pesan yang sudah ingin dipesan, ingin diberikan oleh Abang Bene lewat karakter yang kita mainkan,” ujar Vanessa Simorangkir saat ditemui di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat.
Sebagai seorang penyanyi, Vanessa ternyata tetap harus banyak belajar ketika mendapat tuntutan bernyanyi untuk kebutuhan film musikal. Ia menyebut cara bernyanyi di atas panggung sebagai dirinya sendiri berbeda dengan ketika ia memerankan karakter Uli.
“Sebenarnya sulit karena kita belum punya basic apa pun soal akting, bahkan bagaimana bernyanyi musikal pun aku sebenarnya belum, walaupun aku seorang penyanyi. Tapi nyanyi di panggung, nyanyi layaknya Vanessa, sama nyanyinya Uli tuh beda banget,” jelasnya.
Tak hanya akting dan bernyanyi, Vanessa juga harus mempelajari koreografi. Semua persiapan tersebut dilakukan dalam waktu sekitar tiga bulan.
“Jadi aku banyak belajar dari situ, dan juga kita tidak bisa nge-dance. Jadi latihan koreo juga, latihan nyanyi, latihan akting dalam satu waktu dan di kurun waktu yang sangat singkat itu suatu tantangan yang luar biasa,” tutur Vanessa.
Beruntung, baik Vanessa dan Axelo mendapat pendampingan dari tim Imajinari. Mereka diberikan acting coach serta berbagai pemahaman mengenai dunia akting agar bisa memerankan karakter masing-masing.
“Kita dipersiapkan dengan sangat matang, kita dikasih acting coach, kita dikasih banyak pemahaman tentang dunia akting, tentang film ini, dan juga bagaimana kita bisa memerankan peran kita masing-masing dengan baik,” beber Vanessa.
Sementara itu, Axelo juga menghadapi tantangan serupa. Selain belum memiliki pengalaman akting, ia harus mempelajari karakter orang Batak untuk perannya dalam film tersebut.
“Tantangan terbesarnya adalah kita nggak punya bayangan untuk akting sebelumnya dan kita tidak (aku terutama) belum punya bayangan sama sekali untuk gimana menjadi orang Batak,” ujar Axelo.
Axelo yang lahir dan besar di Jakarta sehingga mengaku belum memiliki pengalaman pulang kampung. Karena itu, Bene Dion memintanya untuk menampilkan sisi Batak dari karakternya secara perlahan dalam cerita.
“Karena lahirnya sudah di Jakarta dan sudah seumur hidup hidup di Jakarta juga, belum pernah pulang kampung. Dan ada kemauan Bang Bene untuk kita memunculkan Bataknya perlahan, perlahan, perlahan, perlahan selama belajar sama Uli di kampung,” tuturnya.
Selain itu, Axelo juga harus menggabungkan kemampuan vokal dan koreografi sekaligus membangun chemistry dengan Vanessa. Menurutnya, bernyanyi dalam musikal memiliki tuntutan berbeda dibandingkan bernyanyi di atas panggung.
“Kita baru sadar bahwa nyanyi musikal dengan nyanyi kita di panggung tuh sangat berbeda. Dengan porsi suara yang berbeda, dengan ekspresi yang berbeda,” kata Axelo.
“Kita punya pressure untuk menyatukan antara koreografi, vokal, dan chemistry antara Daniel dengan Uli supaya semuanya terasa lebih hidup,” pungkasnya.
Film musikal Batak Pulang Kampung diproduseri Ernest Prakasa dan Dipa Andika, disutradarai Bene Dion Rajagukguk bersama ko-sutradara Kristo Immanuel.
Karya terbaru rumah produksi Imajinari itu turut menampilkan sejumlah aktor dan aktris seperti Judika Sihotang, Lea Simanjuntak, Rita Matu Mona, hingga Paulus Simangunsong.
Rencananya film Pulang Kampung akan tayang di bioskop Indonesia mulai 26 November 2026.
