Cerita Meisya Siregar soal Putranya Sempat Terseret Ombak di Bali

Pasangan Meisya Siregar dan Bebi Romeo membagikan pengalaman yang menegangkan saat mereka liburan di Bali. Putra bungsu mereka, Muhammad Bambang Arr Ray Bach, nyaris kehilangan nyawa setelah sempat terseret ombak besar saat tengah berada di bibir pantai.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Meisya Siregar menceritakan laut dan pantai sebenarnya sudah menjadi bagian dari masa kecil putranya, Bambang. Keyakinan itu pula yang membuat ia dan sang suami, Bebi Romeo, berani membiarkan putranya bermain di pantai.
"Hingga hari itu, hari ketika kami lengah. Kami duduk agak jauh dari bibir pantai membiarkan Bambang bermain bersama sahabatnya tanpa benar-benar mengawasi setiap detiknya. Awalnya semua terlihat biasa," kata Meisya dalam akun Instagram pribadinya.
"Anak-anak bermain, tertawa, menikmati ombak, sampai tiba-tiba satu ombak besar datang dan Bambang menghilang. Detik itu rasanya dunia berhenti. Ternyata Bambang terseret ombak," tambahnya.
Beruntung, di lokasi kejadian terdapat rekan sesama artis, Irvan Farhad atau yang akrab disapa Baba, dan Hamidah Rachmayanti yang sedang bersama anak-anak mereka. Seorang lifeguard lokal di pantai tersebut juga berhasil menyelamatkan Bambang.
Meski Bambang berhasil diselamatkan, Meisya mengatakan bahwa insiden tersebut menyisakan trauma mendalam baginya dan keluarga. Tekanan batin, menurut Meisya, juga dirasakan Bebi Romeo, akibat kejadian tersebut.
"Sepenggal cerita di Bali yang cukup memukul buat kami, tadinya nggak mau buka-buka videonya lagi. Enggak sanggup, Papa Bebi Romeo masih belum bisa memaafkan dirinya sampai sekarang karena merasa jadi Ayah yang gagal," tulis Meisya Siregar dalam postingannya.
Trauma juga sempat dialami oleh Bambang sesaat setelah kejadian. Saking traumanya, Bambang pun saat itu langsung meminta untuk segera pulang ke Jakarta dan tidak mau lagi bermain ke pantai.
Bersyukur rasa trauma itu berhasil dilawan oleh Bambang. Akan tetapi atas kejadian itu baik Meisya maupun Bebi sama-sama menyepakati aturan kemanan saat bermain di pantai.
"Kejadian ini menjadi penyesalan kami sebagai orang tua karena hanya dengan beberapa menit merasa aman, kami hampir kehilangan anak yang paling kami cintai," kata Meisya Siregar.
Menutup ceritanya, Meisya mengimbau kepada seluruh orang tua untuk tetap waspada khususnya saat membawa anak-anak mereka bermain di alam terbuka.
"Untuk semua orang tua yang sudah menonton video ini, jangan pernah lengah meskipun pantai itu sudah berkali-kali kita datangi. Laut tidak pernah bisa diprediksi. Satu detik saja bisa mengubah segalanya. Peluk anak-anak kita lebih erat hari ini karena kami hampir kehilangan kesempatan itu," pungkasnya.
