Kumparan Logo

Dinda Hauw Ungkap Tantangan Debut Main Horor: Harus Teriak dan Kuras Emosi

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rey Mbayang dan Dinda Hauw dalam konferensi pers film Ritual Gaib, Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (28/10/2025). Foto: Giovanni/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Rey Mbayang dan Dinda Hauw dalam konferensi pers film Ritual Gaib, Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (28/10/2025). Foto: Giovanni/kumparan

Dinda Hauw untuk pertama kalinya menjajal bermain dalam film bergenre horor berjudul Ritual Gaib: Nyai Randasura. Ia mengaku proses syuting film horor jauh lebih menguras tenaga dibandingkan yang selama ini dibayangkannya.

Menurut Dinda Hauw, dirinya harus mengeluarkan banyak energi untuk menjalani adegan yang menuntut adanya teriakan dan emosi yang intens.

“Kalau aku jujur, ini debut pertama aku di horor, jadi cukup sulit sekali. Apalagi menurut aku, film horor tuh benar-benar capek ya syutingnya. Kita harus teriak-teriak, kita harus ngumpulin emosi, terus lumayan capek sih,” kata Dinda dalam konferensi pers di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat.

Saking menguras energinya, Dinda bahkan sempat berpikir untuk mempertimbangkan kembali jika mendapat tawaran bermain film horor setelah proyek film ini ia rampungkan.

“Jadi aku sampai mikir, aduh kayaknya ini aku kalau ditawarin horor lagi mau enggak ya? Sempat mikir kayak gitu, karena energinya tuh benar-benar habis,” tutur Dinda.

Konferensi pers film Ritual Gaib di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat. Foto: Aprilandika Pratama/kumparan

Selain tantangan secara fisik dan emosional, Dinda juga mengalami kejadian yang menurutnya cukup membuatnya merasakan sisi lain dari proses syuting film horor.

Ia mengingat satu kejadian saat hendak menjalani syuting adegan di sebuah goa. Kala itu, Dinda tiba-tiba merasa sakit hingga muntah-muntah.

“Ada satu momen aku tuh ingat banget, jadi pas di hari waktu mau syuting adegan di goa. Nah, aku tuh di situ sakit, tiba-tiba aku sakit dan aku muntah-muntah,” tuturnya.

Awalnya Dinda mengira kondisi tersebut terjadi karena dirinya merasa pusing. Namun, ia kemudian mendapat cerita dari salah satu saudaranya yang melihat kejadian tersebut dari sisi yang berbeda.

“Aku kira karena ini kali, pusing kali ya. Ternyata ada saudara aku yang lihat. Ya, walau (beda) alam ya, maksudnya percaya-percaya,” ungkap Dinda.

Menurut cerita saudaranya, Dinda seperti sedang dipegang oleh sesuatu saat berada di lokasi syuting yang berada di kawasan hutan.

“Ada saudara aku yang lihat, aku tuh dipegang. Aku kan syuting di hutan, mungkin ada makhluk halus yang keganggu atau apa gitu,” tuturnya.

Konferensi pers film Ritual Gaib di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat. Foto: Aprilandika Pratama/kumparan

Dinda mengaku sudah berusaha menghormati lingkungan sekitar sebelum menjalani proses syuting. Namun, pengalaman tersebut tetap membuatnya menyadari bahwa bermain dalam film horor memiliki tantangan tersendiri.

“Padahal aku udah permisi, aku cuma mau kerja gitu. Tapi ternyata pas saudara aku ngelihat tuh kayak, iya, kamu cuma dipegang gitu aja. Terus aku langsung kayak, oke. Ternyata risikonya ini ya syuting film horor,” kata Dinda.

Film Ritual Gaib: Nyai Randasura merupakan film terbaru karya rumah produksi Anak Negeri Films dan Kraken Entertainment. Film ini disutradarai pasangan Intan Kieflie bersama suaminya, Stuart Simpson.

Selain Dinda Hauw, film ini turut diperankan sejumlah aktor dan aktris seperti Rey Mbayang, Selvi Kitty, Ria Ricis, Egi Fedly, hingga Masayu Anastasia.

Film Ritual Gaib: Nyai Randasura akan tayang pada 17 September mendatang di bioskop Indonesia. Tak hanya di Indonesia film ini turut dibawa ke pasar dunia.

Perjalanan internasional Ritual Gaib dimulai ketika film tersebut dibawa ke American Film Market pada 2025. Perjalanannya berlanjut ke Red Sea Film Market pada Desember 2025, European Film Market di Berlin pada Februari 2026, dan Marché du Film di Festival de Cannes pada Mei 2026.

Rangkaian pasar film tersebut menghasilkan distribusi global di 38 negara. Penayangan internasional mulai bergulir pada Agustus 2026 dan akan berlangsung bertahap hingga 2027, sebelum film memasuki platform streaming atau OTT.