Kumparan Logo

Endy Arfian Beli Banyak Parfum demi Perankan Dua Karakter di Kembar Tak Sama

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Aktor Endy Arfian saat ditemui di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (26/10/2026). Foto: Aprilandika Pratama/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Aktor Endy Arfian saat ditemui di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (26/10/2026). Foto: Aprilandika Pratama/kumparan

Aktor Endy Arfian menghadapi tantangan tersendiri saat memerankan dua karakter sekaligus dalam film Kembar Tak Sama. Ia berperan sebagai karakter Bimo dan Raka, dua sosok dengan kepribadian hingga latar belakang keluarga yang berbeda.

Untuk memperkuat perbedaan kedua karakter tersebut, Endy Arfian tak hanya mengubah penampilan dan gaya rambut. Ia bahkan harus membeli sejumlah parfum agar masing-masing karakter memiliki aroma yang berbeda.

“Dari rambut beda, dari wangi beda. Sampai wangi aja, aku sampai beli banyak parfum kemarin. Ini dari usulnya si Zakie, coba beli parfum buat masing-masing karakter,” ujar Endy saat ditemui di kawasan Cikini, Jakarta Selatan.

Menurut Endy, perbedaan aroma itu menjadi salah satu cara untuk membantunya bertransformasi dari Bimo ke Raka selama proses syuting.

“Jadi wanginya pun nanti ketika aku bertransformasi jadi karakter yang lain, aku wanginya dibedain,” jelasnya.

Aktor Endy Arfian saat ditemui di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (26/10/2026). Foto: Aprilandika Pratama/kumparan

Dalam film tersebut, Bimo digambarkan sebagai sosok ekstrovert yang kocak, tengil, dan mudah bergaul. Ia juga tidak takut mengungkapkan pendapatnya kepada orang lain.

Sementara itu, Raka memiliki kepribadian yang bertolak belakang. Ia lebih kalem, pendiam, dan tidak mudah terbuka kepada orang lain. Endy mengungkapkan, salah satu tantangan terbesarnya adalah menjaga agar respons dan pembawaan kedua karakter tidak tercampur.

“Kadang kan kalau menurut aku, apa pun karakter yang aku perankan itu tetap ada nature-nya, nature-nya yaitu Endy secara natural. Tapi gimana caranya aku harus ngilangin itu karena harus ada dua karakter yang berbeda dan enggak boleh sama,” tuturnya.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, Endy memilih mempelajari karakter Bimo terlebih dahulu sebelum mendalami Raka. Ia membedah setiap karakter secara terpisah, termasuk hubungan mereka dengan keluarga dan perjalanan percintaannya.

Aktor Endy Arfian ditemui di sela latihan teater drama musikal Pengin Hijrah di gedung Teater Luwes IKJ, Jakarta Pusat, pada Senin (18/8/2025). Foto: Vincentius Mario/kumparan

Tantangan Endy Arfian Main di Film Kembar Tak Sama

Setelah merasa memahami satu karakter, ia baru beralih mempelajari karakter lainnya beserta relasi antartokoh. Tantangan berikutnya muncul ketika Endy harus berganti karakter dengan cepat saat syuting. Ia dituntut langsung mengubah pembawaan tanpa jeda, terutama ketika pergantian karakter terjadi dalam satu adegan.

“Jadi ketika nanti syuting, ketika eksekusi harus benar-benar switch langsung ganti ke karakter, perubahan karakter itu langsung instan gitu tanpa ada jeda,” ungkap Endy.

Meski awalnya merasa lebih mirip Bimo, Endy mengaku menemukan sisi dirinya dalam kedua karakter tersebut setelah mendalami perannya.

“Aku personally lebih mirip Bimo. Tapi ternyata setelah aku mempelajari dua karakter itu, aku ada di dua-duanya juga,” beber dia.

Konferensi pers film Kembar Tak Sama di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (26/10/2026). Foto: Aprilandika Pratama/kumparan

Ia pun mengibaratkan Bimo sebagai sisi dirinya yang lebih terlihat oleh orang lain, sementara Raka mewakili sisi yang jarang diketahui orang.

“Jadi misalnya kalau Bimo ini Endy tapi yang tampak di permukaan, kalau Raka ini Endy tapi sisi yang enggak banyak orang tahunya,” pungkasnya.

Kembar Tak Sama merupakan film bergenre komedi keluarga yang mengangkat tema seputar persoalan identitas, hubungan persaudaraan dan penerimaan diri. Film ini mengusung premis utama yaitu Krisis identitas paling kocak tahun ini.

Cerita berpusat pada Bimo dan Doni, dua saudara kembar yang tidak memiliki kemiripan fisik maupun sifat.

Produksi film ini dieksekusi melalui Kerja Sama Operasional (KSO) MBK Productions dan IKJ (Prodi film & televisi, Prodi Teater, Prodi Musik dan Prodi Desain Komunikasi Visual) untuk membangun ekosistem yang profesional dan kolaboratif.

Disutradarai oleh Damar Rizal Marzuki, yang juga merupakan putra dari aktor senior, Epy Kusnandar, produksi film ini diproduseri Rendy Gunawan dan Suzen H.R. Tobing, bersama Budi Yulianto dan Mohammad Syamsul Maarif selaku Executive Producer.

Sejumlah aktor dan aktris turut berperan di film ini. Mereka yakni Endy Arfian, Mahatva Zakie, Arla Ailani, Rahel Budiono, Mathias Muchus, Maya Wulan, Septian Dwi Cahyo, Natalie Sarah, serta Sita Permata Sari. Film ini diproyeksikan untuk tayang di bioskop Indonesia pada tahun 2027.