Kumparan Logo

Nunung Cerita Warungnya Sepi, Temukan Benda Diduga Tanah Kuburan

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Nunung Srimulat saat ditemui di Kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Foto: Aprilandika Pratama/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Nunung Srimulat saat ditemui di Kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Foto: Aprilandika Pratama/kumparan

Komedian Nunung mengungkap pengalaman tak mengenakkan yang terjadi di warung miliknya di kawasan Solo, Jawa Tengah. Ia mengaku beberapa kali mendapat laporan dari keluarga mengenai adanya benda yang diduga tanah kuburan di sekitar warung.

Nunung mengatakan tidak melihat langsung benda tersebut ketika pertama kali ditemukan karena saat itu ia masih berada di Jakarta. Namun, keluarganya rutin mengirimkan foto sebagai bukti.

Menurut Nunung, kejadian tersebut tidak hanya terjadi sekali. Bahkan, benda yang diduga tanah kuburan itu disebut kembali ditemukan setelah ia memindahkan lokasi warung.

“Aku sebetulnya kalau pertama kali dikasih laporan, dikasih gambarnya, buat aku percaya enggak percaya. Aku orangnya enggak percayaan hal-hal kayak gitu,” ujar Nunung saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan.

instagram embed

Awalnya, Nunung mengaku tidak terlalu memikirkan temuan tersebut. Namun, ia kemudian mulai menghubungkannya dengan kondisi warung yang mengalami penurunan jumlah pelanggan dalam beberapa bulan terakhir.

“Cuma kok kalau dikait-kaitkan dengan sepinya warung aku tuh mulailah kadang-kadang kita, ‘Apa iya ya?’ Tapi aku positif terus. Aku selalu bilang, ‘Benahi ke dalam, benahi ke dalam,’” jelasnya.

Meski demikian, Nunung tidak ingin langsung menyimpulkan bahwa temuan tersebut menjadi penyebab warungnya sepi. Ia juga tidak mau menuduh atau berprasangka buruk kepada pihak tertentu.

Sebaliknya, Nunung meminta keluarga dan para pekerjanya untuk tetap berdoa serta melakukan evaluasi terhadap kondisi warung.

“Aku punya Allah kok. Kalau memang ada kesalahan di dalam, beri petunjuk saya, akan saya benahi. Tapi kalau memang ada orang yang niat enggak baik dengan warung saya, ya Allah, sadarkan dia,” tuturnya.

Nunung Pulang ke Solo dan Melihat Langsung

Kondisi warung yang sepi juga membuat Nunung penasaran. Ia mendapat cerita dari keluarga bahwa sejumlah pelanggan bahkan sempat datang, tetapi kemudian meninggalkan lokasi sebelum masuk ke warung.

Pelanggan pun beberapa kali menanyakan mengapa warung tersebut kerap tutup. Padahal, Nunung mengatakan warungnya hanya tutup setiap Senin.

“Pernah ada mobil tiga datang, udah mau parkir, udah disemprit-sempriti sama tukang parkir, balik. Padahal itu terjadi beberapa kali,” kata Nunung.

Nunung di Kejari Selatan. Foto: Dok. Istimewa

Karena penasaran, Nunung akhirnya pulang ke Solo untuk melihat langsung kondisi warung. Saat berada di kasir, ia mengaku menyaksikan sendiri kendaraan yang datang kemudian berbalik pergi.

“Terus aku buktiin, aku pulang ke Solo. Aku di warung, aku di kasir. Sebetulnya kok ada mobil, ada mobil, terus tiba-tiba balik,” ucapnya.

Menurut Nunung, kondisi tersebut sudah berlangsung sekitar dua hingga tiga bulan. Ia juga mengaku pernah mengalami kejadian serupa ketika warung masih berada di lokasi sebelumnya.

“Udah dua-tiga bulan yang lalu. Dulu kan di tempat lama juga digituin, makanya aku pindah,” ungkapnya.

Sementara itu, benda yang diduga tanah kuburan tersebut biasanya ditemukan di area halaman parkir atau jalur menuju joglo tempat warung berada.

Nunung mengatakan temuan tersebut tidak terjadi setiap hari. Dalam beberapa kesempatan, benda itu disebut ditemukan sekitar satu atau dua minggu sekali.

“Enggak setiap hari. Kadang-kadang ada yang dua minggu sekali, kadang-kadang seminggu sekali. Kalau itu habis dibuang, lucunya itu ramai,” imbuhnya.

Meski mengalami hal tersebut, Nunung memilih tidak mencari orang yang ia duga berada di balik kejadian tersebut. Ia juga tidak ingin mengambil tindakan berdasarkan prasangka.

“Daripada kita punya pikiran, ‘Ayo, kita cari lawan buat gini-gini-an,’ aku enggak mau. Aku enggak mau suuzan. Aku berpikir positif aja. Aku punya Allah kok. Allah itu kekuatanku,” pungkas Nunung.