Kumparan Logo

Pengacara Clara Shinta: Ada Konsekuensi Jika Kesepakatan Damai Dilanggar

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Clara Shinta di Komnas Perempuan, Jakarta Pusat, Senin (4/5/2026). Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Clara Shinta di Komnas Perempuan, Jakarta Pusat, Senin (4/5/2026). Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan

Kuasa hukum Clara Shinta, Akil Rumaday, membenarkan adanya sejumlah poin kesepakatan damai yang dilakukan kliennya dengan sang suami, Muhammad Alexander Assad.

Meski tak merinci poin-poin dalam kesepakatan tersebut, Akil mengungkap soal adanya konsekuensi bila ada pelanggaran terhadap perjanjian damai yang disepakati Clara Shinta dan Muhammad Alexander Assad.

"Ada hasil perdamaian, ada beberapa pasal dalam perjanjian perdamaian itu. Kami tidak bisa menyampaikan ya karena ada kesepakatan, kalau kemudian ke depan dilanggar kan sudah merupakan konsekuensi terhadap perjanjian yang dibuat, kira-kira gitu,” ujar Akil Rumaday kepada wartawan di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Kamis (11/6).

Walau perjanjian itu tercapai empat mata antara Clara dan sang suami, menurut Akil konsekuensi tetap ada. Hal itu terjadi mengingat sifat perjanjian tersebut yang mengikat satu sama lain.

“Perjanjian itu mengikat bagi Ibu Clara dan juga bagi suaminya. Ke depan apabila ada yang melanggar perjanjian saya pikir merupakan konsekuensi hukum. Gitu ya," ucap Akil.

Kuasa hukum selebgram Clara Shinta, Akil Rumaday, saat ditemui di Pengadilan Agama Jakarta Selatan. Foto: Aprilandika Pratama

Sebagai kuasa hukum, Akil mengapresiasi sikap Clara yang tetap berusaha menyelesaikan permasalahan rumah tangganya dengan kepala dingin.

"Alhamdulillah mereka bisa selesaikan dengan baik tanpa intervensi dari kuasa hukum untuk bagaimana mempengaruhi untuk seperti apa, tapi mereka sendiri lah yang kemudian melakukan mediasi," kata Akil.

Selebgram Clara Shinta resmi menikah dengan Muhammad Alexander Assad pada 30 Agustus 2025. Pernikahan keduanya saat itu digelar di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta Selatan.