Kumparan Logo

Respons Personel Kahitna soal Titik Nadir Disebut sebagai Lagu Orang yang Kalah

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konferensi pers konser 40 tahun Kahitna di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Foto: Aprilandika Pratama/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Konferensi pers konser 40 tahun Kahitna di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Foto: Aprilandika Pratama/kumparan

Lagu berjudul Titik Nadir milik grup band legendaris Kahitna mendapat perhatian besar dari pendengar musik Tanah Air. Lagu yang berkolaborasi dengan Monita Tahalea ini bahkan sudah diputar ratusan juta kali di berbagai platform digital.

"Titik Nadir adalah lagu yang mewakili orang-orang yang kalah, gitu katanya ya. Yang kalah dalam percintaan, yang ditinggal," kata vokalis Kahitna, Mario Ginanjar, di Kuningan, Jakarta Selatan.

Titik Nadir yang disebut netizen sebagai lagu orang yang kalah, sebab mereka ditinggal menikah orang yang disayang. Mendengar hal itu, Mario justru memberikan jawaban yang mengundang tawa.

“Eh memang di balik setiap patah hatinya rakyat Indonesia, di balik setiap tangisan mereka, itu adalah cuan buat kami," canda Mario.

Konferensi pers konser 40 tahun Kahitna di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Foto: Aprilandika Pratama/kumparan

Vokalis Kahitna soal Lagu Titik Nadir

Terkait tanggapan netizen akan lagu itu, Mario menilainya sebagai bentuk keterbukaan akan perasaan yang mulai berani ditunjukkan seseorang. Menurutnya, para penonton kini semakin terbuka menunjukkan kesedihannya terutama ketika mendengarkan lagu-lagu Kahitna.

"Semakin sedih lagunya, semakin keras teriakannya dan semakin keras tangisannya. Enggak ada masalah, laki-laki berjenggot dan berkumis nangis Titik Nadir tuh enggak ada masalah hari ini," ungkap Mario.

Vokalis Kahitna lainnya, Hedi Yunus, ternyata juga memiliki pengalaman emosional saat merekam lagu ciptaan Yovie Widianto tersebut. Ia bahkan mengaku sampai menangis di ruang rekaman karena terbawa suasana ketika menyanyikan lagu itu.

"Jadi lagunya susah dinyanyikan, tapi begitu dapet feel-nya langsung nangis gitu. Yang bisa ngerasakan adalah ya kita sendiri dengan perpaduan antara melodi sama lirik, itu tuh yang ngerasa bahwa itu maknanya dalam banget," kenang Hedi.

Vokalis grup musik Kahitna Hedi Yunus menyanyi saat sesi latihan jelang konser Kahitna 40 Tahun bertajuk "Di Antara Takkan Tergantinya Cantik & Titik Nadir Mantan Terindah" di Jakarta, Rabu (2/9/2026). Foto: Indrianto Eko Suwarso/ANTARA FOTO

Popularitas Titik Nadir menunjukkan bahwa lagu-lagu Kahitna masih dekat dengan pendengar dari berbagai usia. Lagu tersebut kembali membuktikan bahwa karya Kahitna masih mampu menemani banyak orang dari berbagai generasi yang sedang alami patah hati.

"Ternyata walaupun kita kalah, ditinggal kawin, tapi buat dia kitalah mantan terindahnya. Patah hati ya, semua akan Kahitna pada waktunya," kata Mario.