Kumparan Logo

Soleh Solihun Rela Cukur Kumis Setengah Demi Peran di Film Bapak Paling Jujur

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konferensi pers film Bapak Paling Jujur di kawasan Senayan, Jakarta. Foto: Aprilandika Pratama/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Konferensi pers film Bapak Paling Jujur di kawasan Senayan, Jakarta. Foto: Aprilandika Pratama/kumparan

Komika Soleh Solihun menceritakan pengalamannya saat menjalani syuting film komedi politik karya rumah produksi berjudul Bapak Paling Jujur. Salah satu hal yang paling membuatnya kerepotan justru bukan soal akting, melainkan cukuran kumis khas yang harus dibentuk dengan unik.

Demi kebutuhan karakter, Soleh harus mencukur kumisnya hingga setengah bagian. Penampilan tersebut kemudian membuat orang-orang di luar lokasi syuting sering bertanya-tanya tentang keputusannya itu.

“Tantangan saya pas syuting ini kan kumis saya dicukur sama... kemarin tuh kumis saya dicukur setengah," ujar Soleh Solihun dalam konferensi pers di XXI Senayan City.

Soleh mengaku cukup lelah karena harus menjelaskan alasan mengapa ia mengubah bentuk kumisnya kepada orang-orang. Ia mengatakan banyak yang penasaran dan menanyakan hal tersebut ketika dirinya sedang tidak syuting.

“Itu aja tantangan saya menghadapi pertanyaan orang-orang kalau di luar syuting, 'Itu kumis kenapa?' Kan saya capek ya nerangin ini buat syuting gitu," jelasnya.

Selain bercerita soal kumis, Soleh juga membahas pesan yang dibawa film Bapak Paling Jujur. Film tersebut mengangkat isu kejujuran dan krisis kepercayaan terhadap politikus.

Menurut Soleh, isu tentang krisis kepercayaan bukan sesuatu yang baru. Pria 47 tahun itu menilai persoalan tersebut selalu relevan untuk diangkat.

“Kalau ditanya apakah momennya tepat, ya saya rasa ngomong-ngomong soal krisis kepercayaan selalu tepat ngomong kapan pun. Karena selalu ada saja politikus yang tidak menepati janji," ungkapnya.

Soleh mengatakan pesan film ini tidak hanya ditujukan kepada para politikus. Ia juga mengajak penonton melihat kembali kejujuran dalam kehidupan mereka sendiri.

Soleh Solihun saat konferensi pers film dokumenter " Harta Tahta Raisa" Di epicentrum, Jakarta, Kamis, (30/5/2024). Foto: Agus Apriyanto

“Jangan-jangan kita juga semua tidak jujur sama diri sendiri. Kita juga nggak jujur sama rekan kerja," tuturnya.

Karena itu, Soleh berharap pesan tentang kejujuran itu bisa dirasakan semua kalangan. Karena menurutnya, perubahan seharusnya juga dimulai dari diri sendiri.

"Selain mau menyentil yang di atas juga harapannya mungkin kita juga yang di bawah tersentil. Ya minimal jangan jadi seperti mereka lah," pungkasnya.

Film Bapak Paling Jujur mengangkat cerita komedi satir tentang dunia politik. Ceritanya berpusat pada seorang calon gubernur yang tiba-tiba tidak bisa berbohong. Kondisi tersebut kemudian menimbulkan berbagai kekacauan selama perjalanan kampanyenya.

Film ini dibintangi Andovi da Lopez, Soleh Solihun, Claresta Taufan, Benidictus Siregar, Nayla D. Purnama, Lolox, Abdel Achrian, Indy Barends, hingga David Nurbianto. Film garapan Fajar Nugros ini akan tayang 15 Oktober 2026.