Kumparan Logo

Turun 65 Kg, Ivan Gunawan Ungkap Pola Makan: Stop Gula dan Tepung

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Fashion Designer, Ivan Gunawan, berpose usai diwawancara oleh kumparan di Jakarta, Kamis (23/7). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Fashion Designer, Ivan Gunawan, berpose usai diwawancara oleh kumparan di Jakarta, Kamis (23/7). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Ivan Gunawan mengungkap keberhasilannya menurunkan berat badan hingga 65 kilogram. Presenter sekaligus desainer itu menjalani pola makan ketat dengan mengurangi karbohidrat, gula, hingga makanan berbahan tepung demi menurunkan berat badannya.

Igun mengaku perubahan berat badannya membuatnya lebih leluasa memilih pakaian. Kini, ia bisa mengenakan pakaian dengan ukuran L atau XL.

“Aku udah turun 65 kilo. Aku happy banget, aku udah bisa belanja, udah punya banyak baju baru, udah bisa pakai ikat pinggang,” ujar Ivan Gunawan saat ditemui baru-baru ini.

Tak hanya soal penampilan, Igun turut merasakan perubahan pada kondisi tubuhnya. Ia mengaku kini merasa lebih bugar dan kualitas tidurnya bisa lebih nyenyak

“Oh, lebih fit udah pasti, tidur lebih nyenyak, lebih sehat, gula darah bagus, kolesterol bagus, lemak dalam darah bagus,” ucapnya.

Dalam menjalani program tersebut, Igun mendapat pendampingan langsung dari dokter. Ia menekankan pentingnya menjalani diet dengan cara yang sehat karena menurutnya tidak semua pola diet baik untuk tubuh.

Fashion Designer, Ivan Gunawan, berpose usai diwawancara oleh kumparan di Jakarta, Kamis (23/7). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

“Karena banyak orang yang diet, tapi dietnya juga salah. Dietnya nggak sehat. Sebenarnya diet tetap makan,” tutur Igun.

Igun lantas menjelaskan pola makan yang dijalaninya lebih banyak mengonsumsi protein dibandingkan karbohidrat. Ia juga menghindari makanan manis dan berbahan dasar tepung.

“Aku yang jelas memakan protein lebih banyak daripada karbohidrat. Dan nggak ada kue-kuean, nggak ada cake-cake, nggak ada kayak gitu manis-manis udah nggak ada,” beber dia.

Meski begitu, Igun mengaku sesekali tetap menikmati makanan yang diinginkannya. Saat berada di Jepang, misalnya, ia sempat banyak makan mochi karena sedang ingin mengonsumsinya.

“Kayak kemarin tuh ke Jepang, ya Allah pengin banget makan mochi. Jadi aku hampir sering makan mochi, tapi pas pulang, ngerenung, ya Allah naik nggak sih beratnya. Tapi pas alhamdulillah pas ditimbang nggak naik sih,” ungkapnya.

Setelah berhasil menurunkan 65 kilogram, Igun mengaku masih memiliki target berikutnya. Ia ingin menurunkan sekitar 15 kilogram lagi sekaligus menjaga berat badannya di angka normal.

“Jadi kayak, ya sekarang tugasnya adalah menurunkan beberapa kilo lagi, menjaga. Targetnya sekitar 15 kilo lagi lah. Insyaallah,” kata Ivan.