Konten dari Pengguna

Pengembangan Smart Village Tourism Melalui Pariwisata di Banyuwangi

Aprilia Putri P

Aprilia Putri P

Mahasiswa S1 Ekonomi Pembangunan, Universitas Negeri Malang

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Aprilia Putri P tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber: Dokumentasi Penulis
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: Dokumentasi Penulis

Pariwisata menjadi sektor yang menarik dan menjanjikan untuk dikembangkan. Pariwisata merupakan salah satu sektor yang layak diutamakan untuk pengembangan ekonomi lokal, termasuk di Kabupaten Banyuwangi.

Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, dari total 189 desa yang ada di Banyuwangi, baru ada 123 desa yang sudah membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), namun terdapat 84 BUMDes yang mampu untuk tumbuh , berkembang, dan masuk dalam kategori sehat.

Masyarakat setempat diberikan kebebasan untuk berinovasi dalam mengelola dan menonjolkan potensi yang dimiliki agar dikenal oleh masyarakat luas.

Dengan berfokus pada pengembangan potensi desa untuk dapat mengelola pariwisatanya sendiri dan menjadikan desa mereka sebagai desa mandiri, sehingga dapat memberikan dampak yang positif di mana dengan adanya pengembangan ekonomi lokal ini akan tercipta lapangan kerja baru sehingga meningkatkan perekonomian warga sekitar.

Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, merupakan salah satu desa yang menerapkan pengembangan Smart Village Tourism.

Pengembangan Smart Village Tourism di Banyuwangi merupakan program pengembangan desa wisata berbasis kewirausahaan dan digitalisasi yang terintegrasi memadukan penggunaan TIK dengan kegiatan ekonomi yang produktif, kreatif, peningkatan pendidikan-kesehatan, pelayanan publik, serta upaya pengentasan kemiskinan.

Smart Village Tourism terfokus pada desa-desa di Banyuwangi yang memiliki potensi unggul untuk dikembangkan pariwisatanya dengan berbasis kewirausahaan dan digitalisasi. Agar pengembangan Smart Village Tourism ini berjalan dengan baik. Adapun beberapa pendekatan yang dapat dilakukan yaitu:

  1. Menarik industri, dengan pendekatan ini dapat menarik industri baru ke wilayah lokal dengan memberikan lingkungan yang baik untuk berinvestasi.

  2. Memulai industri lokal, dapat menyiapkan industri lokal dengan memberikan pelatihan yang memadai. Hal ini melibatkan pemanfaatan kekayaan sumber daya lokal, bakat, minat serta keahlian beserta penaksiran keuntungan akan dari lokalitas tertentu dan kemudian dapat memutuskan jenis industri yang mungkin berhasil.

  3. Pariwisata, mengembangkan pariwisata desa menjadi alternatif yang menarik, menjadi sumber daya potensial yang dapat mendatangkan penghasilan dan juga industri yang bersih dan tidak menimbulkan polusi serta dapat mendukung terbukanya lapangan pekerjaan desa setempat. Pendekatan ini cenderung berfokus pada kebutuhan lokal dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan ekonomi daerah.

Wisata di Banyuwangi. Foto: Dok. Pribadi

Pengembangan ekonomi lokal melalui pariwisata berbasis masyarakat di Desa Tamansari ini memberikan dampak terhadap kesempatan kerja dan berwirausaha, sehingga mampu menghasilkan multiplier effect yang baik.

Satu hal yang penting dalam upaya memberikan multiplier effect yaitu menampilkan sesuatu yang otentik, hal itu dapat ditemukan dalam gaya hidup dan kualitas hidup masyarakat Desa Tamansari.

Ketika suatu kawasan ditetapkan sebagai destinasi wisata, hal ini tentu akan menyebabkan terjadinya perubahan pada kehidupan sehari-hari penduduk lokal, karena aktivitas mereka kemudian terkait dengan atraksi dan usaha pemenuhan kebutuhan wisata bagi wisatawan yang datang ke desa mereka.

Pembangunan ekonomi lokal melalui pariwisata berbasis masyarakat di Desa Tamansari ini telah dirasakan oleh seluruh masyarakat terutama masyarakat di sekitar destinasi.

BUMDes Ijen Lestari bersama komunitas terus bekerja sama untuk terus mengembangkan program Smart Village Tourism, guna mengembangkan destinasi agar dapat memberikan kualitas produk ekonomi lokal berbasis wisata yang memiliki ciri khas tersendiri dan dapat menarik kunjungan wisatawan.

Masyarakat Desa Tamansari sudah memiliki pola pikir yang sadar wisata dan giat melakukan inovasi, memiliki sikap pantang menyerah dan berkomitmen pada pengembangan ekonomi lokal melalui program Smart Village Tourism melalui pariwisata berbasis masyarakat.

Dengan pengembangan Smart Village Tourism melalui pariwisata berbasis masyarakat telah memudahkan masyarakat untuk mendapatkan penghasilan sehingga pendapatan keluarga menjadi naik dan menjadikan daya beli masyarakat naik dan kemampuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya semakin tinggi.

Peningkatan penghasilan masyarakat setempat dilatarbelakangi oleh banyaknya wisatawan yang berkunjung sehingga memberikan keuntungan bagi usaha yang di Desa Tamansari.

Selain itu, dalam upaya meningkatkan kemampuan pemasaran produk jasa, warga desa telah memanfaatkan penggunaan teknologi digital dalam memperkenalkan desa, produk dan jasa wisatanya. Penggunaan website, blog, media sosial sebagai media untuk melakukan pemasaran merupakan dampak nyata dari hal tersebut.