Senyuman Dan Sapaan Menjadi Sebuah Penyemangat

Halo, saya arbi dan saya seorang mahasiswa dari kampus universitas pamulang. Disini saya diamanatkan untuk membuat tugas dari dosen, untuk membuat artikel.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Arbi Nurhidayatullah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Halo, namaku Arbi nurhidayatullah. Usiaku 21 tahun, dan aku seorang guru TIK Di Mts Al-Amin, yang terletak di Bogor Barat, Tepatnya Desa Cibening. Setiap pagi, aku berangkat sekolah dengan penuh semangat, melewati jalanan yang masih diselimuti kabut tipis, sambil mempersiapkan diri untuk bertemu dengan Murid-muridku.
Sesampainya di sekolah, aku disambut oleh beragam ekspresi. Ada yang datang dengan senyum lebar, bersemangat menceritakan kegiatan mereka. Adapula yang wajahnya lesu, mungkin karena belum sarapan atau masih mengantuk. Beberapa bahkan langsung berlari menghapiriku dan berkata, "Pak Arbi, hari ini Kita belajar apa?" tanya mereka yang berbinar.
Sebelum memulai pelajaran, aku selalu menyapa mereka dengan hangat. "selamat pagi, semua! Bagaimana kabarnya hari ini?" sapaan sederhana itu kadang merubah raut wajah lelah menjadi tersenyum. Aku juga sering memulai kelas dengan ice breaking, entah itu teka-teki lucu atau permainan singkat untuk membangun suasana ceria sebelum masuk ke materi.
Pernah suatu hari, ada seorang siswa bernama reyhan yang biasanya aktif tiba-tiba diam dan tidak bersemangat. Aku mendekatinya dan bertanya, "Reyhan, kenapa? Kurang enak badan?" ternyata,dia belum sarapan karena buru-buru berangkat.Aku pun membagikan bekal roti yang kubawa. Ekspresinya berubah, matanya berbinar, dan dia mengucapkan terima kasih dengan suara kecil. Hari itu, Reyhan pun kembali aktif seperti biasa.
Sebagai guru, aku sadar bahwa peranku bukan hanya mentransfer ilmu, tetapi juga menjadi teman dan pendukung bagi mereka. Aku berusaha menghafal nama dan kebiasaan murid-murid yang sering masuk ke lab komputer. Ada Akwam yang selalu bertanya tentang coding, Nada yang suka desain grafis, atau Soheh yang hobi troubleshooting hardware.
Suatu ketika, ada seorang siswa pemalu bernama azim yang jarang bicara di kelas. Aku mencoba pendekatan berbeda yaitu bantuan untuk setting proyektor. Ternyata, dia sangat ahli dalam hal teknis! Sejak saat itu, kepercayaan dirinya tumbuh, dan dia mulai aktif bertanya.
Di akhir pelajaran, aku selalu mengkahiri dengan kalimat positif, seperti,"Terima kasih untuk semangatnya hari ini! Kita lanjut di pertemuan berikutnya!"
Kadang, hal-hal kecil seperti senyuman, perhatian, dan kata-kata penyemangat bisa menjadi alasan murid merasa nyaman dan semangat belajar. Bagiku, kebahagiaan terbesar adalah melihat mereka berkembang bukan hanya dalam pelajaran TIK, tapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
Dan mungkin, suatu hari nanti, ada di antara mereka yang kan menjadi ahli teknologi dan mereka akan ingat, bahwa semuanya berawal dari sebuah sapaan sederhana di kelas TIK.
#GuruInspiratif #Pendidikan #MotivasiSiswa #GuruTIK #SekolahDiBogor
