Kim Jong Nam Diduga Jadi Korban Operasi "James Bond" Korea Utara

Tewasnya Kim Jong Nam di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) 2 masih menyisakan tanda tanya. Belum jelas siapa yang melakukan operasi pembunuhan terhadap kakak tiri Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un tersebut.
Meski menurut sumber pemerintahan Amerika Serikat dugaan mengarah ke pemerintah Korea Utara, kasus tersebut masih digelayuti ketidakjelasan.
Aidan Forster-Carter, peneliti Universitas Leeds, Inggris, menganggap operasi pembunuhan semacam itu lumrah dilakukan oleh negara komunis di semenanjung Korea tersebut.
"Sangat mirip dengan gaya operasi James Bond. Sesuatu yang sangat jamak dilakukan pemerintah Korea Utara," ujar Forster-Carter kepada ABC News, Selasa (14/2).
Yang ia maksud dengan operasi James Bond adalah sebuah operasi intelijen yang berlangsung senyap dan tertata rapi.
Jika melihat kronologi pembunuhan Jong Nam di bawah ini, memang terlihat operasi yang benar-benar cepat dan tepat.
Kronologi kematian
Otoritas Malaysia kemarin merilis keterangan resmi soal pembunuhan Jong Nam. Melansir Associated Press, Jong Nam meninggal setelah dibawa oleh petugas bandara ke rumah sakit.
Ia menggenggam paspor atas nama lain, Kim Chol. Paspor tersebut menunjukkan profil pria kelahiran Pyongyang, Korea Utara, 10 Juni 1970.
Pakar politik Korea Utara dari Washington, Ken Gause, menyebutkan bahwa Kim Chol adalah nama lain Jong Nam.
Jong Nam berada di bandara Kuala Lumpur untuk terbang ke Makau. Mantan putra mahkota Korea Utara ini diduga diserang ketika belanja di kedai-kedai di dalam Bandara Internasional Kuala Lumpur.

Belum sempat memasuki imigrasi, Jong Nam mengeluh sakit kepada petugas bandara.
“Dia merasa mual, kemudian minta tolong kepada counter petugas bandara. Korban merasa ada yang menyekap kepalanya dari belakang sesaat sebelum dia merasa mual," ujar sumber Kepolisian Malaysia.
Jong Nam diduga diserang dua perempuan dengan senjata beracun. Dugaan ini dimunculkan oleh stasiun televisi Korea Selatan, Chosun.
Dua perempuan yang melaksanakan operasi tersebut diduga mata-mata Korut. Mereka kabur menggunakan taksi setelah meracun Jong Nam.
Namun belum ada dugaan pasti soal kronologi pembunuhan ini. Hasil pemeriksaan medis postmortem oleh rumah sakit juga belum dikeluarkan.
"Sejauh ini tidak ada saksi yang melihat. Namun kami telah memulai investigasi dan melihat segala kemungkinan pengembangan," ujar sumber polisi tersebut.

Operasi agen rahasia Korea Utara juga pernah menimpa keluarga lain dalam pohon keluarga penguasa Korea Utara, yaitu Lil Il Nam. Li merupakan sepupu dari mantan istri Kim Jong Il, pemimpin Korea Utara kedua dan ayah Kim Jong Un.
Pada tahun 1982, Li berada di Eropa untuk sekolah. Namun setelah lulus, dia memilih tinggal di negara musuh Korea Utara, yaitu Korea Selatan.
Pada Februari 1997, Li ditembak agen Korea Utara di depan rumahnya di Seoul, Korsel. Namun nyawa Li selamat walaupun ia luka tertembak.
Pemerintah Korea Utara memang tertutup, namun tak menutup kemungkinan agen-agennya menjalankan operasi pembunuhan di negara-negara lain demi mengamankan rezim kediktatoran mereka.

