Bocah 8 Tahun Hilang Terseret Ombak di Pantai Goa Cemara, Bantul

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tim SAR Gabungan mencari bocah laki-laki berusia 8 tahun berinisial MBR yang hilang terseret ombak di Pantai Goa Cemara, Kabupaten Bantul, pada Minggu (5/7). Foto: Dok. Kantor SAR Yogyakarta
zoom-in-whitePerbesar
Tim SAR Gabungan mencari bocah laki-laki berusia 8 tahun berinisial MBR yang hilang terseret ombak di Pantai Goa Cemara, Kabupaten Bantul, pada Minggu (5/7). Foto: Dok. Kantor SAR Yogyakarta

Seorang bocah laki-laki berusia 8 tahun berinisial MBR hilang terseret ombak di Pantai Goa Cemara, Kabupaten Bantul, pada Minggu (5/7).

Korban yang berasal dari Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul, datang ke pantai bersama keluarganya sekitar pukul 12.00 WIB.

Korban bersama ayah dan adiknya kemudian mencari kepiting di sekitar pantai.

"Setelah selesai, korban bermaksud mencuci kaki dan tangan di bibir pantai. Namun secara tiba-tiba ombak datang dari arah samping dan menyeret korban beserta adiknya," kata Kepala Kantor SAR Yogyakarta, Rio Banupanitis, dalam keterangannya.

Ayah korban melakukan penyelamatan. Namun hanya adik korban yang berhasil diselamatkan saat itu. Sementara korban terseret arus dan hilang.

Peristiwa kemudian dilaporkan kepada Pokdarwis dan SAR Linmas Wilayah IV. Tim SAR Gabungan kemudian diterjunkan untuk melaksanakan operasi pencarian.

"Pada operasi hari pertama, SRU (Search and Rescue Unit) 1 melakukan penyisiran ke arah timur sejauh kurang lebih 500 meter dari lokasi kejadian, sedangkan SRU 2 menyisir ke arah barat sejauh 500 meter. Pencarian dilakukan secara maksimal bersama seluruh unsur SAR Gabungan," kata Rio.

Hingga pukul 17.00 WIB, korban tak ditemukan. Operasi pencarian akan dilanjutkan pada Senin (6/7) pukul 07.00 WIB.

Selain itu, Tim SAR Gabungan juga melakukan pemantauan malam di sekitar lokasi kejadian.

"Kami mengimbau masyarakat dan wisatawan agar selalu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan pantai, terutama di sepanjang pantai selatan DIY yang memiliki karakter ombak kuat dan arus berbahaya. Keselamatan harus menjadi prioritas utama," kata Rio.

Tim SAR Gabungan mencari bocah laki-laki berusia 8 tahun berinisial MBR yang hilang terseret ombak di Pantai Goa Cemara, Kabupaten Bantul, pada Minggu (5/7). Foto: Dok. Kantor SAR Yogyakarta

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, dikonfirmasi mengatakan pihaknya turut bergabung dengan Tim SAR Gabungan untuk mencari korban.

"Tim gabungan dari Polres Bantul, Polsek Sanden, SAR, Pokdarwis, dan warga sekitar terus melakukan pencarian secara intensif di sepanjang garis pantai dan perairan sekitar," katanya.

Rita mengimbau wisatawan agar patuh rambu keselamatan serta petugas. Menurut Rita, ombak dan arus laut pantai selatan kerap secara tiba-tiba berubah.

“Kami mengingatkan agar pengunjung tidak bermain air terlalu jauh ke tengah, terutama saat air sedang pasang. Orang tua wajib mengawasi anak-anak mereka agar terhindar dari bahaya arus. Kami berharap proses pencarian dapat segera menemukan korban dalam keadaan selamat,” pungkasnya.