Kisah Novianti dan Anaknya Selamatkan Diri saat Kebakaran KMP Batumandi

Novianti (52) bersama putrinya Fiorenja (10) selamat dalam peristiwa terbakarnya KMP Batumandi di Perairan Pulau Merak Besar, Kota Cilegon, Banten, pada Selasa (20/10).
Novianti bercerita, ketika kapal tak lama lagi bersandar di Pelabuhan Merak, suara sirene terdengar.
Ia mengaku tidak sadar dengan bunyi sirene tersebut. Namun sang anak tercengang dengan bunyi tersebut dan memberitahu Novianti telah terjadi kebakaran di kapal.
"Anak saya bilang ada kebakaran. Saya langsung gandeng anak saya ke arah keluar, saya liat asap tebal," katanya Novianti saat ditemui di Dermaga 6 Pelabuhan Merak, Selasa (20/10).
Berebut Pelampung
Novianti mengatakan, saat itu tampak para penumpang berebut pelampung. Ia pun bergegas ikut berebut pelampung.
Saat itu, dalam pikiran Novianti, yang terpenting putrinya dahulu yang mendapatkan pelampung. Namun, syukurlah keduanya mendapatkan pelampung.
"Berebut mau dapat pelampung, sayang berebut juga. Yang terpenting anak saya harus dapat. Tapi akhirnya kami berdua dapat juga pelampung," ujarnya.
Setelah menggunakan pelampung ia bergegas menyelamatkan diri dengan meloncat menggunakan balon seluncur menuju sekoci.
"Harus satu-satu turunnya, yang penting anak saya dulu selamat, jadi anak saya duluan yang turun," ungkapnya.
Ia mengaku sampai saat ini panik jika mendengar bunyi sirene.
"Ini setiap dengar suara sirene masih panik," ungkapnya.
Saat ini, Novianti bersama putrinya masih berada di Mall Sosoro Dermaga 6 Pelabuhan Merak.
"Saya cuma berdua (keluarga jauh di Kalimantan), mau ke Bekasi, kondisi kaki sakit. Nggak tahu ini gimana," pungkasnya.
KMP Batumandi berangkat dari Pelabuhan Bakauheni sekitar pukul 14.52 WIB. Rencananya KMP Batumandi akan sandar di Dermaga 6 Pelabuhan Merak. Kapal terbakar sekitar pukul 16.30 WIB.
