KAI Rampungkan Impor 54 Lokomotif asal AS, untuk Layanan Logistik Sumsel

PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah merampungkan penerimaan 54 unit lokomotif CC205 dari Amerika Serikat (AS). Lokomotif-lokomotif tersebut nantinya akan digunakan untuk layanan logistik di Sumatera Selatan.
Adapun proses impor sudah dimulai sejak Agustus 2025 dan dilanjutkan bertahap hingga unit ke-54 yang diterima pada Mei 2026.
“Penyelesaian pengadaan ini menjadi bagian dari upaya KAI meningkatkan kapasitas dan keandalan layanan logistik. Setiap sarana perlu didukung kesiapan jalur, pola operasi, sistem perawatan, kompetensi pekerja, serta pemantauan performa agar dapat memberikan manfaat secara optimal,” kata Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin dalam keterangan tertulis, Kamis (23/7).
Terkait penggunaan lokomotif untuk wilayah Sumatera Selatan, Bobby menjelaskan wilayah tersebut memang memiliki aktivitas komoditas yang tinggi. Dengan begitu, kebutuhan layanan batu bara dan komoditas lainnya di Sumatera Selatan bisa terpenuhi.
Pengadaan lokomotif tersebut juga dilengkapi program perawatan selama dua tahun, dukungan tenaga teknis, transfer pengetahuan, serta peningkatan kemampuan pekerja KAI dalam mengoperasikan dan merawat lokomotif.
Di samping itu, ia juga menargetkan 54 lokomotif tersebut juga bisa mendukung penguatan layanan logistik KAI menuju sekitar 85 juta ton per tahun.
“Kerja sama strategis ke depan perlu diarahkan pada transfer pengetahuan, penguatan kompetensi, kemampuan perawatan, serta pengembangan fasilitas di dalam negeri. KAI membutuhkan mitra jangka panjang yang dapat mendukung penguatan ekosistem perkeretaapian dan logistik nasional,” ujarnya.
Adapun 54 unit lokomotif CC205 merupakan seri 25 dan 26. Lokomotif tersebut merupakan hasil pabrikan Progress Rail asal AS.
“Kami mengapresiasi kepercayaan dan dukungan KAI selama proses penyelesaian 54 lokomotif ini. Progress Rail siap melanjutkan kolaborasi melalui dukungan teknologi, perawatan, pelatihan, dan peningkatan kemampuan teknis agar sarana dapat dioperasikan secara andal dan efisien,” kata Senior Vice President International Locomotive Sales and Operations Progress Rail, Colin Kerelchuk.
Secara teknis, lokomotif CC205 menggunakan sistem traksi AC dan mesin berdaya 2.200 tenaga kuda. Lokomotif tersebut juga dilengkapi Driver Safety System untuk membantu mengelola risiko kelelahan masinis. Dalam rangkaian uji operasional di wilayah Palembang, satu lokomotif CC205 juga telah diuji menarik 60 gerbong.
