Kumparan Logo

Mentan Respons Harga Ayam Broiler Turun, Minta BGN Tingkatkan Konsumsi di MBG

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Peternak memberikan pakan ayam broiler di kandang miliknya. Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
zoom-in-whitePerbesar
Peternak memberikan pakan ayam broiler di kandang miliknya. Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Menteri Pertanian Amran Sulaiman merespons turunnya harga ayam broiler. Mengatasi hal itu, Amran meminta Badan Gizi Nasional (BGN) untuk meningkatkan konsumsi menu ayam di program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Sekarang [harganya] sudah mulai naik. Karena kemarin kami rapat bersama dan langsung menindaklanjuti agar konsumsi di BGN ditingkatkan [menu] ayam dengan telur,” kata Mentan Amran di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (10/6).

Amran terus mengimbau para pihak terkait agar mematuhi Harga Pokok Produksi (HPP) sampai Harga Eceran Tertinggi (HET) ayam broiler di tingkat konsumen. HPP ayam hidup di tingkat peternak sudah ditetapkan Rp 18.000 per kg sejak 19 Juni 2025 .

“Harga harus mengikuti regulasi pemerintah, yaitu harga eceran tertinggi (HET) dan HPP,” ujarnya.

Mentan Amran Sulaiman membeli 40 ton cabai dari petani Aceh. Foto: Dok. Kementan RI

Mengenai penyebab harga ayam broiler turun, Amran menduga disebabkan adanya kenaikan pasokan. Terlebih kenaikan pasokan terjadi ketika siswa sekolah sedang libur.

Supply-nya naik dan ada jeda sedikit libur, siswa SMP, SMA libur,” ucap Amran.

Selain harga ayam broiler, sebelumnya Amran juga telah menetapkan stabilisasi harga telur ayam. Ia meminta para pengusaha agar mematuhi Harga Acuan Pembelian (HAP) penyerapan telur sebesar Rp 26.500 per kg.

Senada dengan solusi turunnya harga daging ayam broiler, Amran juga menghubungi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang agar meningkatkan serapan telur untuk program MBG. Dari hasil percakapan itu, BGN menyanggupi peningkatan serapan telur untuk MBG.