Persib Bandung Juara dan Langit Seharusnya Biru

Arif Syamsul Ma'arif
Eks jurnalis - Pengajar Bahasa Indonesia
Konten dari Pengguna
2 Juni 2024 0:46 WIB
·
waktu baca 5 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Arif Syamsul Ma'arif tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Persib Bandung menjadi juara Liga 1. Foto: Instagram @persib
zoom-in-whitePerbesar
Persib Bandung menjadi juara Liga 1. Foto: Instagram @persib
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
"Friday, i'm in love!" Larik dan judul lagu yang dikutip dari unit ranah british pop, The Cure, sangat cocok digaungkan oleh warga Jawa Barat. Musababnya, Persib Bandung menjadi kampiun Liga 1 dalam format Championship Series pasca mengandaskan Madura United 1-3 pada laga ke-2 di Stadion Bangkalan, Jumat (31/5). Kemenangan ini menjadi yang ke-3 bagi tim yang berjuluk Maung Bandung.
ADVERTISEMENT
Lautan massa melumpuhkan Bandung pada malam itu. Deru klakson dan gaungan knalpot tiada hentinya membisingkan jalanan. Mereka semakin semangat seraya massa--baik tua maupun muda--tumpah ruah ke jalan raya guna terlibat dalam euforia kemenangan tim kebanggaan Jawa Barat. Tak heran suasana tersebut terjadi karena penantian para pendukung terbalas tuntas setelah terpendam selama 10 tahun. Sekadar informasi, Persib Bandung menjadi kampiun pada 2014 setelah mengandaskan Persipura Jayapura di Stadion Jakabaring, Palembang, dengan drama adu penalti yang dramatis.
Bobotoh tentu dibuat kegirangan dengan hasil ini. Persib Bandung bak pertunjukkan drama perjuangan yang bikin Bobotoh terus menerus emosi hingga menggapai titik klimaks yang menjadi kenikmatan atas hasil akhir yang dituai. Terasa hiperbola? tak mengapa karena memang kenyataannya seperti itu!
ADVERTISEMENT

Munculnya Bojan Hodak sebagai "juru gedor"

Ungkapan di atas memang nyatanya begitu. Persib di awal musim Liga 1 2023/2024 bikin Bobotoh menggerutu. Sebab, Pada 3 laga awal, Persib Bandung meraih hasil seri. Selain itu, kabar "tahu bulat" terjadi tatkala Luis Milla mengundurkan diri dari kursi pelatih karena alasan pribadi.
“Faktor persoalan pribadi menjadi alasan di balik pengambilan keputusan pelatih berusia 57 tahun tersebut. Untuk bisa menyelesaikan persoalan itu, Milla harus kembali ke Spanyol dan mencurahkan segenap perhatian dan konsentrasinya. Diketahui, persoalan ini telah merundung Milla sejak lama, tapi baru terungkap saat ini yang menurutnya menjadi waktu terbaik agar stabilitas tim di Liga 1 musim ini terjaga,” bunyi pernyataan resmi Persib sebagaimana dikutip, Sabtu (1/6).
Luis Milla. Foto: Instagram @persib
Keriuhan tersebut lantas membuat manajemen menunjuk pelatih fisik Persib Bandung, Yaya Sunarya, menjadi pelatih sementara Persib Bandung. Bagaimana hasilnya? Persib kalah telak dari PSM Makassar, tetapi di laga selanjutnya berhasil pecah telur saat bersua Dewa United. Persib Bandung saat itu bertengger di posisi ke-16 Liga 1.
ADVERTISEMENT
Atas hal itu, saya maupun Bobotoh tentu menaruh harapan besar pada Persib karena di musim sebelumnya, Maung Bandung jadi runner-up. Hal itu tentunya menjadi modal awal dan refleksi diri bagi mereka untuk tampil makin mengesankan di musim selanjutnya. Namun, sungguh disayangkan jika mereka malah terseok-terseok di pinggir jurang degradasi!
Tak perlu membutuhkan waktu banyak, Manajemen langsung menunjuk juru taktik anyar: Bojan Hodak pada Juli tahun lalu. Bobotoh menaruh harapan kepadanya kala itu. Dilihat dari portofolionya lewat berbagai sumber, Bojan Hodak tak begitu dicemaskan. Ia mampu membawa tim-timnya menjadi kampiun, macam Phnom Penh Crown FC dari liga Kamboja (2011), Kelantan FA (2013) dan Johor Darul Ta'zim (2015) di liga Malaysia, dan juara Piala AFF U-18 (2018) saat menahkodai timnas Malaysia.
ADVERTISEMENT
"Kami berharap, bersama pelatih baru ini, Persib bisa bangkit untuk memburu target awal kami yaitu posisi 4 besar," ucap Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Teddy Tjahjono, dalam keterangan resminya. sebagaimana dikutip dari kumparan.com.
Bojan Hodak. Foto: persib.co.id
Persib Bandung yang kala itu bertengger di posisi ke-16 lantas digembleng habis-habisan oleh Bojan Hodak. Marc Klok cs pun lambat laun mulai memperbaiki performa Persib Bandung. Dikutip dari transfermarkt, selama 33 pertandingan, Bojan Hodak mampu membawa Persib Bandung bertengger di posisi ke-2 klasemen BRI Liga 1: 62 poin, 18 kemenangan, 12 seri, dan 3 kekalahan.

Konflik antara Bobotoh dan manajemen

Dalam proses Bojan Hodak yang membangkitkan Persib Bandung, ada saja bumbu kurang sedap menghiasi perjalanannya. Bobotoh ditengarai tengah berkonflik dengan manajemen Persib Bandung.
ADVERTISEMENT
Padahal, pendukung/suporter diibaratkan pemainkan ke-12 bagi sebuah tim. Dukungan mereka dapat memberikan ruh tersirat yang menjadi spirit perjuangan anak-anak Bandung untuk mendulang kemenangan. Namun, sebagian ruh dari Persib Bandung sempat vakum beberapa saat. Musababnya, ada gesekan antara Bobotoh dan manajemen.
Bobotoh. Foto: Instagram @officialvpc
Kenyamanan Bobotoh saat mendukung Persib Bandung mulai terasa terganggu oleh manajemennya sendiri. Dilansir dari berbagai sumber, Bobotoh mengeluhkan soal sistem kurang baik dari penjualan tiket, larangan membawa makan minum, dan kuota tiket bagi berbagai komunitas pendukung Persib.
Konflik yang saat itu tidak menemui titik terang lantas membuat Bobotoh melakukan suatu pergerakan yang bikin kaget. Mereka melakukan hiatus sebagai bentuk protes atas kegaduhannya dengan manajemen. Hal itu terjadi tepatnya pada pekan ke-3 saat Persib Bandung bersua Dewa United.
ADVERTISEMENT
"Melihat dinamika yang terjadi saat ini serta respon dari PT. PBB yang seakan menutup diri terkait permasalahan yang dialami banyak Bobotoh, kami memutuskan MENEPI SEJENAK," tulis akun X @officialpvs sebagaimana dikutip.
Memang seisi stadion tak sepenuhnya kosong melompong. Namun, lenyapnya suara Bobotoh yang lantang lantas menjadi suatu kehilangan yang amat dirindukan. Itu hanyalah sebuah gertakan seseorang yang cinta terhadap tim kesayangan. Di sisi lain, mereka tetap mendukung Persib Bandung dengan cara mengadakan nonton bareng (nobar) di berbagai tempat.
Akan tetapi, gertakan itu cuma sementara. Ibarat cinta bertepuk sebelah tangan, Bobotoh menepis keegoisannya. Mereka bangkit dari hiatusnya dan kembali mendukung Persib Bandung pada putaran ke-2 Liga 1 hingga kini mengiringi sampai menjadi juara. Cinta terhadap Persib Bandung adalah cinta yang takkan pernah habis!
ADVERTISEMENT

Langit seharusnya biru

Subjudul di atas penulis ambil dari judul lagu TheMilo, unit shoegaze asal Bandung. Marc Klok cs perlu diapresiasi setinggi-tingginya oleh Bobotoh atas hasil yang diperoleh. Mereka telah memberikan drama mengesankan yang tak pernah terduga bisa sampai di titik ini: menjuarai liga.
Dikutip dari Instagram @infobandungkota, rute Konvoi akan dimulai pukul 13.00 dengan titik awal di Gerbang Tol Pateur--Jl. Hos Cokroaminoto--Jl. Pajajaran--Jl. Wastukencana--Jl. Merdeka--Jl. Riau--Jl. Banda--dan berakhir di Gedung Sate untuk melakukan perayaan.
Kemenangan Persib Bandung patut dirayakan. Seisi Bandung Raya dan berbagai daerah yang di dalamnya terdapat Bobotoh pastinya meramaikan seisi jalan. Jalanan Bandung kini mulai membiru. Cuaca terkini terasa mendung, tetapi semoga akan kembali cerah sehingga Bobotoh yang berada di jalan merayakannya dengan hikmat. Langit pun harus ikut mendukungnya. Hidup PERSIB BANDUNG!
ADVERTISEMENT