Kapolres Jember, Apresiasi Film Rumah Aya hingga akan Buat Festival Film Pelajar

Mahasiswa Program Studi Televisi dan Film, Universitas Jember. Podcaster #KataArka - Dengerin di Spotify, iTunes, Noice dan Roov.
Tulisan dari Arka Ardhyansah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Rangkaian acara pagelaran karya tugas akhir milik Iqbal Mananta dan Dwi Cahyo rupanya selain dihadiri Rektor, Dekan, Kaprodi, Dosen dan pemilik bioskop Kota Cinema Mall. Turut hadir pula AKBP Arif Rachman Arifin, SIK., MH. Kapolres Jember.

Acara dimulai dengan penjualan tiket on the spot yang berlangsung satu jam sebelum film dimulai, sekaligus registrasi ulang bagi yang sudah membeli tiket presale. Acara yang kedua tentu berlangsung pemutaran film Rumah Aya dan ada sesi diskusi dan tanya jawab bersama pembuat film dan juga seluruh pemain dari film Rumah Aya.
Usai pemutaran film, Kapolres Jember memberikan apresiasinya kepada pengkarya tentang karya tugas akhir film Rumah Aya.
'Dalam kaca mata saya, cukup luar biasa ternyata garapan temen-temen, ada pesan moral yang didapat, banyak hal-hal yang bisa diambil terkait situasi di Jember, dan tentunya dekata serta relate dengan masyarakat. Saya banyak berharap akan film ini.'
Film Rumah Aya bercerita tentang hubungan seorang ayah yang bernama Bari dan anaknya bernama Aya. Aya memiliki kepintaran dan prestasi diatas rata-rata untuk anak seusianya. Hal ini membuat Aya bosan dengan teman sebayanya yang dirasa terlalu lamban hingga Aya memiliki kesempatan untuk menempuh pendidikan khusus bagi anak – anak berbakat. Alih alih memberi izin penuh, Bari malah sama sekali tidak setuju dengan pendidikan khusus dan tetap menginginkan Aya untuk menempuh pendidikan normal agar memiliki pengalaman sosial yang dirasa Bari sangat dibutuhkan anak seusia Aya.
Pada dasarnya karya film ini bertujuan untuk memvisualisasikan hubungan antara orang tua dan anak serta pentingnya kepekaan sosial yang harus ditumbuhkan dari setiap individu sejak dini.
'Film ini diproduksi berdasarkan pengalaman pribadi saya. Saya menganggap keberadaan sosok orangtua lah yang membuat rumah menjadi tempat ternyaman untuk pulang. Hal ini lah yang menarik dan penting untuk diangkat ke dalam sebuah film.' Ujar Iqbal Mananta selaku Sutradara Film Rumah Aya.
Harapan dari Iqbal ia ingin agar Film Rumah Aya mendapatkan kesempatan bertemu penonton sebanyak-banyaknya, untuk mengerti bahwa rumah bukanlah sekedar bangunan, namun tempat untuk dicintai dan merasa aman.
'Semoga film ini bukan sekedar menjadi hiburan, tapi bisa menumbuhkan kesadaran betapa pentingnya cara asuh dalam keluarga.'
Apresiasi selanjutnya dari Rektor Universitas Jember Dr. Ir. Iwan Taruna, M.Eng. Ia mengaku cukup terbawa suasana dan cerita yang ditampilkan dalam film Rumah Aya.
'Sebagai orang awam tentu menonton film Rumah Aya, saya melihat film Rumah Aya sebagai karya mahasiswa PSTF cukup berkualitas, tentunya harus terus belajar serta sharing dengan lembaga lain untuk memperkaya kualitas karya. Saya cukup terbawa ceritanya.'
Pak Irwan juga mengaku baru kali ini kembali lagi ke Bioskop untuk menonton film setelah setahun lamanya absen, karena pandemi. Tentu penayangan film Rumah Aya melalui prosedur protokol kesehatan dan menjaga jarak baik di luar maupun di dalam bioskop.
Dekan Fakultas Ilmu Budaya, Prof.Dr.Sukarno, M.Litt juga berpendapat sama. Ia menilai film Rumah Aya berhasil dalam menyampaikan pesan moral.
'Saya sangat mengapresiasi karya teman-teman mahasisa PSTF. Saya benar-benar menikmati cerita film ini, pesan moralnya sangat mengena di kita. Semoga karya film mahasiwa PSTF dapat bernilai ekonomi yang tinggi.'
Selain Rektor dan Dekan, Kaprodi PSTF juga menyampaikan rasa terima kasih serta, berharap bahwa kerjasama pembuatan Festival Film Remaja bersama Kapolres Jember dapat segera terlaksana.
'Keberadaan kita bukan hanya hari ini, dan saya cukup senang apabila didatangi yang punya wilayah Jember. Terima kasih Pak Kapolres atas ide Festival Film Remaja, semoga akan segera terwujud bapak, karena bapak Kapolres baru akan menjadi mitra kami.' Jelas Pak Lilik.
Tokoh utama film Rumah Aya, yaitu Aya juga ikut menonton ditemani oleh Ibunya, Ibu Sasa pemeran Aya terharu menonton akting putrinya dalam film Rumah Aya.
'Saya ucapkan terimakasih kepada teman teman Empatbelas project telah memberi Sasa ruang untuk berakting dalam memerankan Aya, semoga kedepannya Empatbelas Project tetap dapat berkarya dan bisa menggaet temen temen Sasa yang lain.'
