4 Varian COVID-19 di Indonesia yang Perlu Diwaspadai

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pandemi COVID-19 yang melanda dunia sejak 2019 masih ada hingga saat ini. Bahkan, di Indonesia virus ini pun telah berkembang menjadi beberapa varian, termasuk "variant of concern" (VoC) menurut WHO.
Varian baru COVID-19 tersebut umumnya memiliki tingkat penularan yang lebih tinggi, gejala yang berbeda, bahkan bisa memengaruhi efektivitas vaksin.
Untuk mengetahui daftar varian COVID-19 di Indonesia lebih lengkap, serta langkah pencegahan yang harus dilakukan masyarakat agar tetap aman, simak terus uraian ini.
Varian COVID-19 di Indonesia
Varian COVID-19 muncul ketika virus SARS-CoV-2 bermutasi. WHO mengelompokkan varian virus ini ke dalam tiga kategori, yaitu Variant of Interest (VoI), Variant of Concern (VoC), dan Variant Under Monitoring (VUM).
Dikutip dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, berikut beberapa varian utama COVID-19 yang pernah terdeteksi dan menyebar di Indonesia.
1. Alpha (B.1.1.7)
Varian pertama yang menjadi perhatian global ini pertama kali ditemukan di Inggris dan masuk ke Indonesia pada awal 2021.
Karakteristik: Lebih mudah menular daripada virus awal.
Gejala: Batuk, kelelahan, dan hilangnya indera penciuman dan pengecapan.
2. Beta (B.1.351)
Pertama kali ditemukan di Afrika Selatan dan sempat menyebar di Indonesia.
Karakteristik: Kemampuan menghindari antibodi cukup tinggi.
Gejala: Demam, nyeri otot, dan batuk.
3. Delta (B.1.617.2)
Varian ini sempat menyebabkan lonjakan besar kasus COVID-19 di Indonesia pertengahan 2021.
Karakteristik: Sangat menular, menyebabkan gejala berat lebih cepat.
Gejala: Demam tinggi, sakit tenggorokan, nyeri dada, dan sesak napas.
4. Omicron (B.1.1.529) dan Subvarian
Pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan dan masuk ke Indonesia akhir 2021.
Karakteristik: Menular sangat cepat, tetapi umumnya gejalanya lebih ringan.
Gejala: Sakit tenggorokan, pilek, batuk kering, kelelahan ringan.
Subvarian Omicron yang sempat muncul di Indonesia:
BA.1 dan BA.2 (Dominan awal 2022).
BA.4 dan BA.5 (Menyebabkan peningkatan kasus pada pertengahan 2022).
XBB dan XBB.1.5 (Kraken, menyebar pada 2023).
EG.5 (Eris, menyebar pada 2023).
JN.1 (Varian baru yang muncul akhir 2023 dan tetap dimonitor pada 2024).
Hingga pertengahan 2025, varian JN.1 dan subvarian Omicron lainnya masih mendominasi sebagian besar kasus COVID-19 di Indonesia. Varian ini sangat menular, tetapi belum terbukti lebih berbahaya secara klinis dibanding varian sebelumnya.
Baca Juga: Gejala Penyakit Ginjal Stadium Awal yang Perlu Perhatian
Gejala Umum dari Varian COVID-19 Terbaru
Meskipun tiap varian bisa memiliki perbedaan gejala, umumnya infeksi COVID-19 dapat diketahui dengan memperhatikan tanda-tanda berikut:
Demam.
Batuk kering.
Sakit tenggorokan.
Nyeri otot.
Kelelahan.
Hidung tersumbat atau pilek.
Kehilangan indra penciuman dan pengecapan (terutama pada varian awal).
Sesak napas (terutama pada kelompok berisiko tinggi).
(NDA)
