Konten dari Pengguna

5 Efek Kebanyakan Makan Telur bagi Kesehatan Tubuh

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi telur. Foto: Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi telur. Foto: Unsplash.com

Telur mengandung banyak nutrisi penting seperti protein, lemak sehat, vitamin D, vitamin B12, kolin, dan antioksidan lutein serta zeaxanthin yang baik untuk mata.

Rasanya yang enak, cara mengolah yang beragam, serta kandungan gizinya yang tinggi juga menjadikan telur sebagai makanan favorit bagi banyak orang.

Seperti halnya makanan lain, kebanyakan makan telur juga dapat menimbulkan dampak yang tidak baik bagi kesehatan. Di bawah ini akan diuraikan beberapa efek kebanyakan makan telur.

Efek Kebanyakan Makan Telur

Ilustrasi telur. Foto: Unsplash.com

Menurut American Heart Association, mengonsumsi satu telur per hari masih aman untuk orang sehat. Namun, jumlah ini bisa disesuaikan tergantung kondisi kesehatan masing-masing.

Misalnya, penderita diabetes tipe 2 atau mereka dengan kadar kolesterol tinggi sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi telur dalam jumlah banyak.

Meski begitu, jika orang sehat mengonsumsi telur secara berlebihan, bukan tak mungkin akan mengalami beberapa efek samping yang diterangkan Healthline berikut ini:

1. Meningkatkan Kadar Kolesterol

Satu butir telur mengandung sekitar 186 mg kolesterol yang sebagian besarnya terdapat di kuning telur. Mengonsumsi terlalu banyak telur, terutama jika tak diimbangi asupan makanan tinggi serat bisa menyebabkan peningkatan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) dalam darah.

Ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung pada sebagian orang terutama yang memiliki riwayat kolesterol tinggi atau penyakit kardiovaskular.

Namun, penelitian terbaru menyatakan bahwa dampak kolesterol dari telur pada kadar kolesterol darah bisa berbeda-beda antar-individu. Beberapa orang lebih sensitif terhadap kolesterol makanan dibanding yang lain.

2. Risiko Alergi

Alergi terhadap telur cukup umum, terutama pada anak-anak. Kebanyakan makan telur bisa memperparah reaksi alergi seperti ruam kulit, mual, muntah, atau bahkan reaksi serius seperti anafilaksis bagi mereka yang memiliki alergi telur.

Baca Juga: 5 Makanan Penyebab Vertigo yang Perlu Dihindari

3. Masalah Pencernaan

Konsumsi telur berlebihan, terutama jika dimasak dengan banyak minyak atau dalam bentuk gorengan bisa menimbulkan gangguan pencernaan seperti perut kembung, diare, atau sembelit. Beberapa orang juga melaporkan gas berlebih setelah makan banyak telur.

4. Paparan Bakteri Salmonella

Mengonsumsi telur setengah matang atau mentah dalam jumlah banyak bisa meningkatkan risiko terpapar bakteri Salmonella. Ini dapat menyebabkan keracunan makanan dengan gejala demam, diare, dan kram perut.

5. Risiko Penumpukan Lemak dan Kalori

Meski telur sendiri tergolong rendah kalori, cara mengolahnya bisa membuatnya tinggi kalori dan lemak, terutama jika digoreng atau dimasak dengan banyak mentega. Makan terlalu banyak telur dalam bentuk tak sehat dapat memicu penambahan berat badan dan meningkatkan risiko obesitas.

(NDA)