5 Obat Cacar Ular yang Umumnya Diberikan Dokter

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cacar ular atau herpes zoster merupakan salah satu penyakit kulit yang disebabkan oleh virus Varicella-zoster (VZV). Karena penyebab penyakit ini adalah virus, obat cacar ular haruslah berupa antivirus.
Saat seseorang terinfeksi virus VZV untuk pertama kali, manifestasinya adalah penyakit Varicella atau cacar air. Apabila cacar air berhasil disembuhkan, virus tersebut tidak mati dan sirna dari tubuh manusia yang terjangkit, tapi akan tetap hidup terutama dalam sel neuronal.
Virus yang hidup dalam tubuh pun suatu ketika bisa mengalami reaktivasi dan bermanifestasi sebagai penyakit herpes zoster. Belum sepenuhnya diketahui secara pasti apa yang menyebabkan virus VZV dapat kembali aktif di tubuh manusia.
Meski demikian, ada beberapa penyebab yang dianggap dapat membuat virus dapat beraksi hingga menyebabkan seseorang terkena penyakit cacar ular, di antaranya adalah seperti dikutip dari laman resmi RSUD Dr. Loekmono Hadi:
Akibat keadaan usia lanjut;
Keadaan imunokompromise (sedang mengalami penyakit lain/operasi dan masa penyembuhan);
Penggunaan obat-obat untuk penyakit lain yang berefek pada penurunan imunitas;
HIV/AIDS;
Transplantasi organ;
Memiliki penyakit ganas atau berbahaya;
Stress psikologis dan psikis yang berat.
Maka dari itu, penyakit cacar ular tidak bisa disepelekan dan harus segera diobati. Apa saja obat untuk penyakit cacar ular? Ketahui jawaban selengkapnya dalam uraian artikel di bawah ini.
Gejala dan Obat Cacar Ular
Gejala penyakit cacar ular biasanya dapat dengan mudah diamati dan akan muncul pada beberapa bagian tubuh yang terserang virus. Adapun gejala yang mungkin dialami ketika mendapatkan cacar ular adalah sebagai berikut:
Rasa nyeri dan perih pada bagian tubuh;
Terdapat sensasi kulit terbakar;
Mati rasa atau kesemutan;
Sensitif saat diberi sentuhan;
Muncul ruam merah setelah nyeri;
Ada bintil berisi cairan yang dapat pecah atau mengeras.
Perawatan untuk herpes zoster sebaiknya adalah dengan membersihkan lukanya menggunakan gentian violet dan menjaganya tetap kering. Selain dengan ini, ada juga beberapa obat-obatan yang dapat membantu penyembuhan penyakit cacar ular.
Merujuk buku Lembaran Informasi tentang HIV dan AIDS untuk Orang yang Hidup dengan HIV oleh Yayasan Spiritia, beberapa jenis obat yang dipakai untuk mengobati herpes zoster, di antaranya:
1. Obat antiherpes
Pengobatan baku untuk herpes zoster adalah dengan asiklovir, yang dapat diberikan dalam bentuk pil atau secara intravena (infus) untuk kasus yang lebih berat. Dua obat yang agak baru telah disetujui untuk pengobatan herpes ini zoster, yaitu famsiklovir dan valasiklovir.
Obat tersebut dapat diminum tiga kali sehari, dibanding dengan asiklovir yang diminum lima kali sehari. Obat-obatan ini dapat berhasil apabila dimulai dalam tiga hari setelah rasa nyeri herpes zoster mulai terasa.
2. Penghambat saraf (nerve blockers)
Dokter sering meresepkan berbagai obat penawar nyeri untuk orang dengan herpes zoster. Karena rasa nyeri herpes zoster dapat begitu hebat, peneliti mencari cara untuk menghambat rasa nyeri tersebut.
Suntikan obat bius dan/atau steroid sedang diteliti sebagai penghambat saraf. Obat tersebut dapat disuntikkan pada saraf perifer atau pada sumsum tulang punggung (susunan saraf pusat).
Capsaicin seperti zotrix juga bisa digunakan untuk membantu mengurangi risiko nyeri saraf yang disebut neuralgia postherpetik, kondisi yang terjadi setelah sembuh dari cacar ular.
3. Pengobatan kulit
Beberapa jenis krim, gel dan semprotan dengan kandungan lidokain. Obat ini memberi keringanan sementara pada rasa sakit yang dialami. Selain itu, antihistamin seperti diphenhydramine (Benadryl) juga dapat digunakan untuk mengurangi rasa gatal.
4. Obat penawar nyeri lain
Beberapa obat yang biasanya dipakai untuk mengobati depresi, epilepsi dan rasa sakit yang berat kadang kala juga dipakai untuk nyeri herpes zoster. Nortriptilin adalah obat antidepresi yang paling umum dipakai untuk nyeri herpes zoster. Obat antiepilepsi, seperti pregabalin juga bisa dipakai untuk rasa nyeri setelah herpes zoster.
Obat anti peradangan seperti ibuprofen juga bisa digunakan untuk mengobati cacar ular. Fungsi obat ini untuk meredakan nyeri dan bengkak yang mungkin muncul. Obat ini dapat dikonsumsi setiap 6-8 jam dalam sehari.
5. Vaksin Herpes zoster
Vaksin ini diutamakan untuk diberikan kepada orang yang sudah berusia lanjut. Vaksin ini sudah diregistrasi di berbagai negara, tetapi di Indonesia belum beredar.
Baca Juga: Apakah Herpes Menular? Ini Penjelasan Lengkapnya
(NDA)
Frequently Asked Question Section
Berapa lama sakit cacar ular bisa sembuh?

Berapa lama sakit cacar ular bisa sembuh?
Kebanyakan orang yang terkena penyakit herpes kulit ini dapat sembuh dalam kurun waktu 2-4 minggu, dan paling lama 3 bulan. Selain itu, penyakit ini jarang terjadi lebih dari satu kali pada orang yang sama.
Apa obat cacar ular?

Apa obat cacar ular?
Dalam pengobatannya, dokter biasanya akan memberikan para penderita cacar ular berupa obat antivirus, seperti acyclovir, valacyclovir, dan famiciclovir. Selain obat antivirus, dokter juga menyarankan untuk menggunakan obat pereda nyeri dengan kandungan paracetamol dan ibuprofen.
Cacar ular menular lewat apa?

Cacar ular menular lewat apa?
Cacar ular dapat menular melalui kontak langsung dengan lesi yang terinfeksi dan udara.
