Konten dari Pengguna

5 Orang yang Tidak Dianjurkan Makan Pisang, Siapa saja?

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pisang. Foto: Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pisang. Foto: Unsplash.com

Pisang dikenal sebagai salah satu buah favorit yang bergizi. Buah ini kaya akan kalium, serat, vitamin C, dan antioksidan yang baik untuk kesehatan jantung, pencernaan, dan daya tahan tubuh.

Meskipun memiliki segudang manfaat, ada orang yang tak dianjurkan makan pisang karena bisa menimbulkan efek samping tertentu.

Artikel ini akan membahas siapa saja yang sebaiknya menghindari mengonsumsi pisang secara berlebihan atau bahkan sama sekali, serta alasan medis di baliknya.

Orang yang Tidak Dianjurkan Makan Pisang

Ilustrasi pisang. Foto: Unsplash.com

Meskipun pisang merupakan buah yang lezat dan kaya akan nutrisi, ada beberapa orang yang tidak dianjurkan makan buah ini secara bebas, bahkan disarankan untuk menghindarinya sama sekali. Orang-orang tersebut, di antaranya:

1. Penderita Gagal Ginjal Kronis

Orang dengan gangguan fungsi ginjal, terutama gagal ginjal kronis, sebaiknya tak mengonsumsi pisang dalam jumlah banyak. Pisang mengandung kalium (potasium) dalam kadar tinggi dan ginjal yang sudah rusak tak bisa menyaring kelebihan kalium dari darah dengan baik.

Dikutip dari Mayo Clinic, tingginya kadar kalium dalam darah atau hiperkalemia bisa menyebabkan gangguan irama jantung yang berbahaya, kelemahan otot, dan bahkan kematian.

2. Pengidap Diabetes yang Tidak Terkontrol

Pisang memiliki indeks glikemik sedang dan mengandung gula alami seperti fruktosa dan glukosa. Bagi penderita diabetes tipe 2, terutama yang kadar gulanya tak stabil, mengonsumsi pisang secara sembarangan bisa menaikkan kadar gula darah dengan cepat.

American Diabetes Association memberitahukan, penderita diabetes yang ingin tetap makan pisang sebaiknya memilih yang tak terlalu matang dan mengonsumsinya bersama protein atau lemak sehat agar penyerapan gula lebih lambat.

3. Penderita Migrain atau Sakit Kepala Kronis

Pisang mengandung tyramine, yaitu senyawa yang bisa memicu sakit kepala atau migrain pada orang yang sensitif. Tyramine terbentuk dari pemecahan asam amino tertentu, dan kadarnya meningkat pada pisang yang terlalu matang.

Merujuk American Migraine Foundation, beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang dengan riwayat migrain kronis mengalami peningkatan frekuensi sakit kepala setelah mengonsumsi makanan tinggi tyramine seperti pisang, cokelat, dan keju.

Baca Juga: Apakah Pisang Bagus untuk Asam Lambung? Ini Penjelasannya

4. Orang yang Alergi Terhadap Lateks

Cleveland Clinic menerangkan bahwa salah satu fakta yang jarang diketahui adalah bahwa orang yang alergi terhadap lateks berisiko mengalami reaksi alergi terhadap pisang.

Kondisi ini disebut cross-reactivity, yakni ketika sistem imun bereaksi terhadap protein dalam pisang yang mirip dengan protein lateks. Gejala alergi pisang bisa meliputi:

  • Gatal pada mulut dan tenggorokan.

  • Pembengkakan bibir.

  • Mual atau muntah.

  • Dalam kasus parah, bisa terjadi anafilaksis.

5. Orang dengan Gangguan Pencernaan Tertentu (IBS)

Menurut National Kidney Foundation, penderita sindrom iritasi usus (IBS) tak dianjurkan untuk mengonsumsi pisang karena bisa memperparah gejala, seperti perut kembung, nyeri, dan diare.

Hal tersebut karena pisang, terutama yang matang, mengandung fruktan, sejenis karbohidrat fermentasi yang sulit dicerna oleh penderita IBS.

(NDA)