Konten dari Pengguna

5 Perbedaan Rhinitis dan Sinusitis, Apa Saja?

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi mengalami rhinitis dan sinusitis. Foto: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mengalami rhinitis dan sinusitis. Foto: Pexels.com

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang mengira bahwa rhinitis dan sinusitis adalah kondisi yang sama karena keduanya membuat hidung tersumbat, pilek, dan rasa tak nyaman di area wajah.

Meski memiliki gejala yang mirip, rhinitis dan sinusitis adalah dua kondisi yang berbeda, baik dari segi penyebab, durasi, maupun penanganannya.

Untuk menghindari kesalahan dalam memahami dan mengobati keduanya, simak perbedaan rhinitis dan sinusitis yang dijabarkan dalam artikel ini.

Apa Itu Rhinitis?

Ilustrasi mengalami rhinitis. Foto: Pexels

Rhinitis adalah peradangan atau iritasi pada lapisan dalam hidung. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai hal, tetapi yang paling umum adalah alergi (rhinitis alergi) dan infeksi virus seperti flu atau pilek (rhinitis non-alergi). Gejala rhinitis, di antaranya:

  • Hidung tersumbat.

  • Bersin-bersin.

  • Hidung berair.

  • Gatal di hidung, mata, atau tenggorokan.

  • Mata berair dan merah (khusus rhinitis alergi).

  • Tak disertai nyeri wajah atau demam.

Rhinitis alergi sering kambuh tergantung paparan alergen seperti debu, serbuk sari, atau bulu hewan. Sementara itu, rhinitis non-alergi bisa dipicu oleh perubahan cuaca, asap rokok, atau infeksi virus.

Baca Juga: 10 Cara Mengatasi Hidung Mampet Secara Alami

Apa Itu Sinusitis?

Ilustrasi mengalami sinusitis. Foto: Pexels

Sinusitis adalah peradangan pada lapisan sinus, yaitu rongga udara di sekitar wajah dan kepala. Peradangan ini biasanya terjadi akibat infeksi bakteri, virus, atau jamur yang menyebabkan penumpukan lendir di dalam sinus.

Sinusitis dapat bersifat akut (berlangsung kurang dari 4 minggu) atau kronis (berlangsung lebih dari 12 minggu). Gejala sinusitis, di antaranya:

  • Nyeri atau tekanan di area wajah (dahi, pipi, sekitar mata).

  • Hidung tersumbat.

  • Lendir hidung kental dan berwarna kuning atau hijau.

  • Sakit kepala.

  • Demam.

  • Nyeri gigi bagian atas.

  • Penurunan indra penciuman.

Perbedaan Rhinitis dan Sinusitis

Ilustrasi mengalami rhinitis dan sinusitis. Foto: Pexels

Berdasarkan penjelasan di atas, perbedaan rhinitis dan sinusitis dapat dijabarkan sebagai berikut.

Lokasi

  • Rhinitis: Saluran hidung.

  • Sinusitis: Rongga sinus di wajah.

Penyebab utama

  • Rhinitis: Alergi, virus, dan iritasi.

  • Sinusitis: Infeksi (virus, bakteri).

Gejala

  • Rhinitis: Bersin, hidung gatal, mata berair.

  • Sinusitis: Nyeri wajah, lendir kental, sakit kepala, dan demam.

Durasi

  • Rhinitis: Bisa akut atau kronis, bergantung pada pemicunya.

  • Sinusitis: Akut (<4 minggu) atau kronis (>12 minggu).

Penanganan

  • Rhinitis: Antihistamin atau dekongestan.

  • Sinusitis: Antibiotik (jika bakteri), steroid, atau semprot hidung saline.

Kesimpulannya, rhinitis cenderung ringan dan sering kali berkaitan dengan alergi, sedangkan sinusitis adalah infeksi yang lebih serius dan bisa menyebabkan komplikasi jika tak ditangani.

Dengan mengetahui serta memahami perbedaan rhinitis dan sinusitis, hal ini dapat membantu penderita mencegah kekambuhan hingga memilih pengobatan yang tepat.

(NDA)