5 Tanda Saraf Kejepit Sudah Parah yang Perlu Diwaspadai

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Saraf kejepit terjadi ketika jaringan di sekitar saraf menekan saraf secara berlebihan. Tekanan ini menganggu fungsi normal saraf yang dapat menimbulkan rasa sakit, mati rasa, kesemutan, hingga kelemahan otot.
Kondisi ini biasanya terjadi pada area leher, punggung bawah, dan pergelangan tangan. Penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari postur tubuh yang salah, cedera, obesitas, aktivitas fisik tertentu dengan gerakan berulang, hingga proses degeneratif terkait usia.
Gejala awal saraf kejepit mungkin hanya berupa rasa nyeri ringan sehingga tanda ini kerap diabaikan. Namun bila terus didiamkan, kondisinya bisa berkembang menjadi serius. Karena itu, mengenali tanda-tanda saraf kejepit yang sudah parah sangat penting agar bisa segera mengambil tindakan.
Tanda-tanda Saraf Kejepit Sudah Parah
Mengutip laman Cleveland Clinic dan The Spine Institute of Southeast Texas, berikut gejala paling umum yang mungkin dialami jika mengalami saraf terjepit.
1. Rasa Nyeri atau Sensasi Terbakar yang Menjalar
Salah satu tanda utama bahwa saraf kejepit sudah parah adalah nyeri yang menjalar tajam dari satu titik ke bagian tubuh lain. Misalnya, saraf kejepit di leher atau tulang belakang bisa menyebabkan rasa sakit yang menjalar ke lengan atau kaki.
Sementara saraf kejepit di pergelangan tangan dapat menyebabkan sindrom terowongan karpal. Rasa sakit ini bisa terasa tajam atau terbakar di sepanjang jalur saraf tersebut.
2. Kesemutan dan Mati Rasa
Gejala lain yang patut diwaspadai adalah kesemutan atau perasaan mati rasa yang menetap dalam waktu lama. Bila sudah parah, ini bisa disertai mati rasa total pada bagian tubuh tertentu dan menandakan bahwa fungsi saraf mulai terganggu secara serius.
3. Sensasi Seperti Ditusuk Jarum (Parestesia)
Parestesia adalah sensasi tak normal pada kulit, seperti rasa ditusuk jarum kecil-kecil atau sensasi terbakar ringan. Gejala ini biasanya terjadi di area yang terkena tekanan saraf, seperti tangan, kaki, atau punggung.
Saat saraf kejepit semakin parah, parestesia bisa menjadi lebih sering dan menyebar ke area yang lebih luas dan menandakan bahwa saraf mengalami iritasi berat.
Baca Juga: Cedera Hamstring: Penyebab hingga Cara Mengatasinya
4. Kelemahan Otot
Tekanan saraf yang sudah terlalu lama dan tak ditangani bisa menyebabkan kelemahan otot, terutama di area yang dikendalikan oleh saraf tersebut.
Akibatnya, otot-otot tak dapat bekerja sebagaimana mestinya. Inilah yang menyebabkan penderita sulit menggenggam, mengangkat benda ringan, atau bahkan sulit berjalan.
5. Gangguan Fungsi Organ Tubuh
Jika saraf kejepit terjadi di bagian tulang belakang bawah dan cukup parah, hal ini bisa mengganggu fungsi kandung kemih dan usus. Penderita mungkin mengalami inkontinensia atau tak bisa menahan buang air kecil/besar.
Mereka juga mengalami masalah lain yang terkait dengan fungsi organ tersebut. Ini merupakan tanda yang harus segera ditangani oleh tenaga medis.
(SA)
