6 Infeksi Kulit karena Bakteri dan Gejala Penyakitnya

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Infeksi kulit karena bakteri bisa menyerang siapa saja tanpa memandang usia. Baik anak-anak yang aktif bermain di luar maupun orang dewasa, semuanya berisiko terpapar bakteri penyebab penyakit kulit.
Masalah ini sering kali dimulai dari luka kecil. Namun jika dibiarkan bisa berkembang menjadi infeksi serius yang menyebabkan rasa nyeri, kemerahan, bengkak, bahkan menyebar ke jaringan tubuh yang lebih dalam.
Lalu, apa saja infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri? Simak pembahasannya dalam artikel ini mengenai jenis-jenis penyakit kulit dan gejala yang ditimbulkan.
Penyakit Infeksi Kulit karena Bakteri
Mengutip buku berjudul Dermatologi dan Muskuloskeletal oleh Agustina Tri Pujiastuti dkk., berikut contoh penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi bakteri.
1. Impetigo
Impetigo adalah infeksi kulit yang paling sering terjadi pada anak-anak. Bakteri penyebab impetigo dapat menular secara langsung atau tak langsung. Misalnya, seseorang dapat terinfeksi karena menyentuh barang yang sebelumnya telah disentuh penderita.
Penyakit ini ditandai dengan munculnya ruam merah berisi cairan dan bisa pecah kapan saja. Ruam paling sering terjadi di sekitar hidung, mulut, area sekitar tangan dan kaki. Setelah pecah, ruam tersebut akan membuat kulit berkerak kuning dan cokelat.
2. Kusta
Kusta juga dapat dikenal dengan nama penyakit lepra. Penyakit ini tak hanya menyerang kulit, tetapi juga menyerang sistem saraf, mata, dan saluran pernapasan.
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Penderita kusta biasanya mengalami gejala seperti mati rasa pada kulit, muncul bercak atau lesi berwarna putih dan terjadi pembesaran saraf di area siku. Pada kasus tertentu, penderita bisa mengalami kelumpuhan otot tangan dan kaki.
3. Furunkel (Bisul)
Bisul merupakan benjolan nyeri berwarna merah berisi cairan nanah yang muncul di area kulit. Bisul dapat muncul akibat infeksi bakteri Staphylococcus aereus yang menyebabkan peradangan di tempat tumbuhnya rambut.
Infeksi akibat bakteri dapat terjadi ketika bakteri masuk ke dalam folikel rambut melalui luka terbuka atau akibat gigitan serangga. Bisul muncul di area kulit yang lembap dan sering berkeringat, seperti wajah, leher, bahu, pantat, paha, atau ketiak.
Dalam kasus tertentu, beberapa bisul saling bergabung dan membentuk benjolan besar yang disebut karbunkel. Kondisi ini dapat menyebabkan demam tinggi dan waktu penyembuhan yang lebih lama.
Baca Juga: Ciri-ciri Autoimun Kulit dan Cara Mengatasinya
4. Selulitis
Selulitis adalah perangan pada lapisan kulit bagian dalam yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus pyogenes atau Staphylococcus aerus. Infeksi ini dapat terjadi pada anak maupun dewasa.
Gejalanya meliputi kemerahan, pembengkakan, nyeri, demam dan kulit terasa hangat saat disentuh. Infeksi ini bisa menyebar dengan cepat ke aliran darah sehingga harus segera ditangani supaya tak menyebabkan komplikasi lebih serius.
5. Folliculitis
Folikulitis adalah infeksi ringan pada folikel rambut yang menyebabkan benjolan kecil kemerahan seperti jerawat dan disertai rasa gatal. Kondisi ini bisa terjadi karena mencukur, gesekan dari pakaian ketat, atau paparan air yang tidak bersih.
6. Erisipelas
Penyakit infeksi kulit karena bakteri lainnya, yaitu Erisipelas. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri streptokokus akut pada lapisan kulit yang lebih dalam dan menyebar melalui pembuluh limfatik.
Infeksi ini memiliki ciri-ciri berupa kemerahan yang nyeri, terasa hangat dengan batas tegas, dan sering didahului oleh luka kecil pada kulit.
(SA)
