Ciri-ciri Autoimun Kulit dan Cara Mengatasinya

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penyakit autoimun merupakan kondisi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehat dalam tubuh sendiri. Salah satu jenis autoimun yang muncul adalah autoimun kulit.
Gejala awal autoimun ini sering disalahartikan sebagai alergi atau gangguan kulit biasa. Karena itu, mengenali ciri-ciri autoimun kulit sejak dini sangat penting untuk mencegah kerusakan kulit yang lebih serius. Simak informasi lengkapnya dalam uraian di bawah ini.
Ciri-ciri Autoimun Kulit
Merujuk Mayo Clinic, autoimun kulit adalah kondisi ketika sistem imun menyerang jaringan kulit dan menyebabkan peradangan, perubahan warna kulit, ruam, atau bahkan luka terbuka.
Penyakit ini tak hanya mengganggu penampilan, tetapi juga bisa menyebabkan nyeri, rasa tak nyaman, dan dalam beberapa kasus, kerusakan permanen pada jaringan kulit.
Berikut ciri-ciri autoimun kulit yang umum dijumpai menurut WebMD.
1. Ruam Kemerahan yang Tak Hilang
Ruam pada kulit akibat autoimun biasanya tak sembuh meski sudah diolesi krim biasa. Pada penyakit lupus, misalnya, muncul ruam berbentuk kupu-kupu di sekitar pipi dan hidung yang bertahan lama, terutama setelah terpapar sinar matahari.
2. Kulit Mengelupas atau Bersisik
Pada kondisi seperti psoriasis, kulit akan menebal, mengelupas, dan terasa kasar. Area yang terkena biasanya meliputi siku, lutut, kulit kepala, dan punggung. Gejala ini sering disertai rasa gatal dan nyeri.
3. Muncul Bercak Putih atau Kehilangan Pigmen
Vitiligo merupakan salah satu penyakit autoimun kulit yang menyebabkan hilangnya pigmen sehingga muncul bercak putih di kulit. Bercak ini dapat menyebar secara bertahap dan membuat kulit tampak tak merata.
4. Luka Melepuh atau Bernanah
Pada pemfigus vulgaris, muncul lepuhan di kulit yang mudah pecah dan menyebabkan luka terbuka. Kondisi ini sangat menyakitkan dan berisiko mengalami infeksi jika tidak segera diobati.
5. Kulit Menebal dan Kaku
Skleroderma menyebabkan penebalan jaringan kulit dan membuatnya terasa kaku. Kulit bisa tampak mengilap dan tak bisa digerakkan secara normal. Dalam beberapa kasus, juga terjadi perubahan warna kulit menjadi lebih gelap atau lebih terang dari biasanya.
6. Kulit Mudah Iritasi atau Sensitif
Kulit yang terkena gangguan autoimun menjadi lebih sensitif terhadap sinar matahari, panas, dingin, atau bahan kimia. Iritasi yang terus berulang tanpa sebab jelas bisa menjadi tanda awal dari kondisi autoimun.
Baca Juga: 6 Makanan yang Dilarang untuk Penyakit Autoimun
Cara Mengatasi Autoimun Kulit
Pengobatan autoimun kulit harus disesuaikan dengan jenis penyakit dan tingkat keparahannya. Dikutip dari University of Miami Health System, penanganan yang umum dilakukan untuk mengatasi penyakit autoimun kulit meliputi:
Kortikosteroid: Digunakan untuk mengurangi peradangan dan menekan respons imun. Pemberiannya bisa dalam bentuk krim, gel, salep, losion, atau suntikan.
Obat Imunosupresan: Menghambat sistem imun agar tak menyerang jaringan kulit.
Terapi Fototerapi: Menggunakan sinar UV untuk memperbaiki kondisi kulit tertentu seperti psoriasis atau vitiligo.
Pelembap dan Krim Topikal: Mengurangi gejala seperti gatal dan kulit kering.
Diet dan Gaya Hidup Sehat: Menghindari makanan pemicu, mengelola stres, dan menjaga pola tidur yang baik.
Penderita perlu berkonsultasi dengan dokter kulit atau imunolog agar diagnosis bisa ditegakkan secara tepat melalui pemeriksaan darah, biopsi kulit, dan tes penunjang lainnya.
(NDA)
