6 Olahraga yang Dilarang untuk Ibu Hamil Muda

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Masa awal kehamilan merupakan periode paling krusial dalam perjalanan seorang ibu hamil. Pada trimester pertama, tubuh wanita mengalami berbagai perubahan yang diperlukan untuk mendukung janin tumbuh lebih baik.
Selama mengandung, banyak juga ibu hamil yang ingin tetap aktif. Namun, penting untuk memahami bahwa tak semua jenis olahraga aman dilakukan selama kehamilan muda.
Beberapa di antaranya justru bisa membahayakan diri dan janin yang sedang berkembang dalam rahim. Oleh karena itu, ibu hamil perlu selektif dalam memiliki aktivitas fisik dengan mengetahui apa saja olahraga yang dilarang, agar terhindar dari risiko keguguran maupun komplikasi kehamilan lainnya.
Olahraga yang Dilarang untuk Ibu Hamil
Berolahraga saat hamil muda dapat memberikan manfaat positif jika dilakukan dengan tepat, seperti meningkatkan peredaran darah, menjaga berat badan tetap ideal, hingga mengurai stres.
Kendati demikian, mengutip laman Baby Center dan American Pregnancy Association disebutkan bahwa ada beberapa jenis olahraga yang tidak boleh dilakukan saat hamil muda. Berikut enam di antaranya.
1. Senam Aerobik Intens
Senam aerobik atau zumba bisa tetap dilakukan, tetapi tidak dalam intensitas tinggi. Ibu hamil muda sebaiknya menghindari gerakan yang terlalu banyak melompat, memantul, atau berputar dengan cepat.
Gerakan ini bisa menyebabkan tekanan pada perut bagian bawah serta memengaruhi keseimbangan dan koordinasi. Akibatnya, ibu hamil lebih rentan terhadap cedera.
2. Bersepeda
Bersepeda merupakan jenis olahraga yang baik dalam meningkatkan detak jantung. Namun, jika dilakukan saat hamil, aktivitas ini memiliki risiko kehilangan keseimbangan atau terjatuh yang bisa menyebabkan trauma pada janin.
Bagi mereka yang tetap ingin tetap aktif, mengendarai sepeda statis mungkin bisa menjadi alternatif yang aman untuk bersepeda tanpa harus turun ke jalan.
3. Berlari dengan Intensitas Tinggi
Bagi mereka yang menyukai olahraga lari, melakukannya dalam jumlah sedang selama dua trimester pertama dapat memberi manfaat besar bagi kesehatan. Namun, lari jarak jauh dengan intensitas tinggi bukanlah pilihan ideal untuk ibu hamil muda.
Aktivitas ini bisa menyebabkan dehidrasi, peningkatan suhu tubuh, serta meningkatkan tekanan pada sendi. Untuk menjaga badan tetap bugar, ibu hamil dapat mencoba jalan santai untuk melatih kardio tanpa membahayakan kandungan.
Baca Juga: Tekanan Darah Normal Ibu Hamil dan Cara Menjaganya
4. Olahraga dengan Kontak Fisik
Beberapa olahraga seperti sepak bola, basket, voli, atau tenis sangat tidak disarankan untuk ibu hamil muda. Aktivitas-aktivitas ini melibatkan banyak gerakan cepat, lompatan, serta risiko benturan dengan pemain lain yang bisa membahayakan kehamilan.
Selain itu, penggunaan bola yang melaju dengan kecepatan tinggi juga menambah risiko, terutama jika mengenai tubuh ibu hamil secara langsung.
5. Angkat Beban
Angkat beban sebaiknya dihindari terutama bagi yang memiliki riwayat keguguran atau komplikasi kehamilan. Jika dilakukan secara tidak hati-hati, risiko cedera otot dan gangguan kehamilan bisa meningkat.
Konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan rekomendasi khusus terkait angkat beban, agar bisa menggunakan beban berat atau teknik yang sesuai dengan kondisi kehamilan.
6. Hot Yoga atau Hot Pilates
Hot yoga atau pilates yang dilakukan dalam ruangan bersuhu tinggi sangat tidak dianjurkan untuk ibu hamil. Suhu panas dapat meningkatkan suhu tubuh secara drastis yang berbahaya bagi perkembangan janin.
(SA)
