Konten dari Pengguna

7 Cara Melatih Fokus Anak Sejak Dini agar Tak Mudah Terdistraksi

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cara melatih fokus anak. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara melatih fokus anak. Foto: Pexels

Anak yang mudah terdistraksi, sulit menyelesaikan tugas, atau cepat bosan saat belajar bisa jadi mengalami kesulitan untuk fokus. Namun, ada banyak cara melatih fokus anak yang bisa dilakukan orang tua dengan pendekatan yang menyenangkan dan efektif.

Melatih fokus anak bukan berarti memaksanya untuk duduk diam berjam-jam. Justru, fokus yang sehat muncul dari latihan rutin, pendekatan yang sesuai usia, serta lingkungan yang mendukung. Simak cara melatih fokus anak selengkapnya di bawah ini.

Cara Melatih Fokus Anak

Ilustrasi cara melatih fokus anak. Foto: Pexels.com

Melatih fokus anak adalah proses bertahap yang memerlukan konsistensi, kreativitas, dan dukungan emosional dari orang tua. Dengan metode yang tepat, anak bisa tumbuh menjadi pribadi yang lebih fokus, percaya diri, dan siap menghadapi tantangan.

Berdasarkan informasi yang dirangkum dari Raising Children Network dan Verywell Family, berikut langkah-langkah yang bisa diterapkan para orang tua untuk melatih anak agar mudah fokus.

1. Buat Rutinitas Harian yang Konsisten

Rutinitas membantu anak merasa aman dan tahu apa yang harus dilakukan. Jadwal harian yang terstruktur membuat anak terbiasa fokus pada satu kegiatan dalam satu waktu.

Contohnya, Anda bisa buat jadwal sederhana dengan gambar (untuk anak kecil) dan tempel di dinding agar anak mudah melihat urutannya.

2. Latihan Fokus Lewat Permainan Edukatif

Anak belajar paling baik lewat bermain. Pilihlah permainan yang merangsang konsentrasi, seperti puzzle, lego (balok bangunan), permainan mencocokkan gambar, maze (labirin), atau permainan “Simon Says”. Permainan ini melatih anak memperhatikan instruksi dan mempertahankan perhatian pada satu aktivitas.

3. Beri Tugas Satu per Satu

Anak mudah kewalahan jika diberi banyak tugas sekaligus. Bantu mereka dengan memecah tugas menjadi langkah-langkah kecil. Contohnya, daripada mengatakan “bereskan kamar”, katakan “ayo kita mulai dari merapikan mainan dulu.”

4. Berikan Waktu Istirahat Cukup

Konsentrasi anak sangat bergantung pada energi mereka. Anak usia dini hanya bisa fokus selama 10–15 menit. Setelah itu, beri waktu istirahat sejenak sebelum melanjutkan.

Anda bisa menggunakan metode Pomodoro untuk anak berupa 25 menit belajar, 5 menit istirahat.

Baca Juga: Penyebab Obesitas pada Anak dan Cara Mencegahnya

5. Kurangi Gangguan di Sekitar

Matikan televisi, jauhkan gawai, dan ciptakan ruang belajar yang tenang. Lingkungan belajar yang minim distraksi sangat penting untuk mendukung fokus anak.

6. Latih Mindfulness atau Latihan Napas

Teknik pernapasan sederhana bisa membantu anak menenangkan pikiran dan kembali fokus. Ajarkan mereka menarik napas dalam-dalam, lalu menghembuskannya perlahan. Bisa dikemas dalam bentuk cerita atau permainan.

7. Berikan Pujian saat Anak Berhasil Fokus

Anak membutuhkan motivasi positif. Jika mereka berhasil menyelesaikan tugas tanpa terganggu, berikan pujian yang tulus seperti, “Wah, kamu hebat bisa menyelesaikan tugas tanpa berhenti!”

Kalimat Ini akan memperkuat perilaku positif dan membangun rasa percaya diri.

(NDA)