Konten dari Pengguna

7 Cara Mencegah agar Anak Tidak Kejang Saat Demam

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi anak demam. Foto: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak demam. Foto: Pexels.com

Demam pada anak sering kali membuat orang tua khawatir, terlebih jika sampai mengalami kejang. Kondisi ini biasanya terjadi saat suhu tubuh anak meningkat tajam secara mendadak.

Meski umumnya tak membahayakan, kejang saat demam bisa sangat menakutkan dan berisiko bila tidak ditangani dengan benar. Di bawah ini akan diuraikan cara mencegah agar anak tidak kejang saat demam.

Faktor Penyebab Kejang Demam

Ilustrasi anak demam. Foto: Pexels.com

Sebelum mengetahui cara pencegahannya, penting mengenali faktor penyebab kejang saat demam. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), sebanyak 2–5 persen anak-anak mengalami kejang saat demam.

Kejang ini bisa berupa kejang seluruh tubuh (kejang umum) atau hanya sebagian tubuh (kejang parsial), disertai mata mendelik, tubuh kaku, dan kadang kehilangan kesadaran. Hal ini umumnya dialami oleh:

  • Anak dengan riwayat keluarga kejang demam.

  • Usia 6 bulan hingga 5 tahun.

  • Kenaikan suhu tubuh yang cepat, bukan hanya suhu tinggi.

  • Infeksi saluran pernapasan atas atau infeksi virus lainnya.

Baca Juga: Imunisasi Campak Apakah Bikin Demam? Ini Penjelasannya

Cara Mencegah agar Anak Tidak Kejang Saat Demam

Ilustrasi anak demam. Foto: Pexels.com

Tak semua kejang demam bisa dicegah, terutama pada anak yang memiliki kecenderungan genetik atau riwayat keluarga. Namun, risiko kejang bisa ditekan secara signifikan dengan menerapkan langkah-langkah dari American Academy of Pediatrics berikut.

1. Segera Tangani Demam Sejak Awal

Langkah utama dalam mencegah kejang adalah dengan mengendalikan demam sejak awal. Jika suhu tubuh anak mulai naik, segera lakukan penanganan:

  1. Ukur suhu dengan termometer digital.

  2. Jika suhu di atas 38°C, beri obat penurun panas seperti paracetamol atau ibuprofen sesuai dosis anjuran.

  3. Jangan menunggu suhu terlalu tinggi untuk bertindak.

2. Kompres Hangat, Bukan Dingin

Gunakan kompres air hangat (bukan dingin atau es batu) di dahi, ketiak, dan lipatan tubuh lainnya. Kompres dingin justru bisa menyebabkan tubuh menggigil dan meningkatkan suhu tubuh lebih lanjut.

3. Pakaian Tipis dan Ventilasi Baik

Kenakan pakaian yang ringan dan berbahan katun untuk membantu pelepasan panas. Hindari menyelimuti anak secara berlebihan saat demam karena bisa menahan panas di dalam tubuh.

4. Perbanyak Asupan Cairan

Demam membuat tubuh kehilangan banyak cairan. Pastikan anak minum cukup air putih, ASI (untuk bayi), atau cairan elektrolit untuk menjaga suhu tubuh tetap stabil dan mencegah dehidrasi.

5. Pantau Suhu Tubuh Secara Berkala

Gunakan termometer setiap 3–4 jam untuk memantau suhu tubuh anak. Jika suhu terus meningkat atau mencapai 39°C, segera konsultasikan dengan dokter.

6. Jangan Biarkan Anak Bermain Terlalu Aktif

Saat demam, aktivitas fisik yang berlebihan bisa memicu kenaikan suhu tubuh. Biarkan anak istirahat di tempat yang sejuk dan nyaman hingga suhu tubuh kembali normal.

7. Sediakan Obat Penurun Panas di Rumah

Pastikan selalu tersedia paracetamol atau ibuprofen di rumah, terutama jika anak memiliki riwayat kejang demam. Simpan juga alat pengukur suhu agar dapat digunakan kapan saja.

(NDA)