Imunisasi Campak Apakah Bikin Demam? Ini Penjelasannya

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Campak masih menjadi ancaman kesehatan bagi bayi dan anak-anak yang belum mendapatkan vaksinasi. Penyakit yang disebabkan oleh virus ini sangat mudah sekali menyebar melalui kontak percikan air liur penderita maupun permukaan benda yang terpapar virus.
Untuk membentengi anak dari penularan virus ini, mereka perlu mendapatkan imunisasi campak sesuai jadwal yang ditentukan. Namun, orang tua akan merasa was-was dan bertanya apakah imunisasi campak bikin demam?
Mengetahui informasi ini sangat penting agar orang tua tidak panik dan bisa mengambil langkah yang tepat jika anak mengalami reaksi tertentu. Simak pembahasan selengkapnya pada artikel di bawah ini.
Apa Itu Imunisasi Campak?
Imunisasi campak adalah tindakan memberikan vaksin campak pada anak yang bertujuan membentuk kekebalan terhadap penyakit campak. Di Indonesia, imunisasi campak biasanya diberikan dalam bentuk vaksin MR (Measles dan Rubella) atau MMR (Measles, Mumps, Rubella) untuk mencegah campak, rubella, dan gondongan.
Vaksin ini mengandung virus hidup yang telah dilemahkan untuk merangsang tubuh membentuk antiobodi sehingga dapat mencegah anak terkena penyakit campak.
Oleh karena itu, jika sudah memasuki usia yang ditentukan, sebaiknya imunisasi campak segera diberikan. Sebab, penundaan imunisasi yang terlalu lama bisa mengakibatkan peningkatkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit campak.
Imunisasi campak diberikan pada bayi sebanyak satu kali pada umur 9 bulan, lalu dilanjutkan dengan dosis lanjutan pada usia 15—18 bulan untuk menerima vaksin MMR/MR, dan saat masuk sekolah dasar.
Baca Juga: Cacar Air Boleh Mandi atau Tidak? Ini Penjelasan dan Tipsnya
Imunisasi Campak Apakah Bikin Demam?
Imunisasi campak bisa menyebabkan demam pada sebagian anak. Namun, ini adalah reaksi efek samping yang sangat normal dan umum terjadi sehingga tak perlu dikhawatirkan.
Mengutip Buku Lengkap Perawatan Bayi & Balita oleh Puri Mahayu, demam pasca-imunisasi campak biasanya muncul dalam waktu 8 hingga 12 hari setelah penyuntikan. Gejala demam cenderung ringan dan umumnya hanya berlangsung selama 1 hingga 2 hari.
Demam ringan yang muncul setelah imunisasi bukanlah tanda bahaya, melainkan reaksi alami tubuh saat sistem imun mulai bekerja membentuk antibodi yang lebih kuat. Proses ini kerap ditandai dengan naiknya temperatur atau demam.
Efek samping ini pun hanya sementara dan bisa ditangani dengan perawatan rumahan yang sederhana. Orang tua bisa melakukan hal berikut untuk meredakan demam pada anak.
Pastikan anak tetap terhidrasi dengan baik. Berikan ASI, susu formula, atau air putih sesuai usianya.
Gunakan kompres hangat untuk membantu menurunkan suhu tubuh.
Kenakan pakaian yang tak terlalu ketat dan nyaman agar panas tubuh bisa keluar dengan mudah.
Pastikan anak cukup tidur dan beristirahat agar tubuhnya lebih cepat pulih.
Atur supaya sirkulasi udara di ruangan atau kamar bagus supaya anak bisa beristirahat dengan nyaman.
Bila suhu tubuh tak menurun, segera hubungi dokter untuk pemberian obat penurun panas.
(SA)
