7 Ciri-ciri ADHD pada Wanita yang Penting Diwaspadai

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) sering kali dikaitkan dengan perilaku anak laki-laki yang aktif berlebihan atau sulit duduk diam di kelas. Namun kenyataannya, ADHD juga bisa terjadi pada wanita, baik anak-anak maupun dewasa.
Namun, ciri-ciri ADHD pada wanita cenderung lebih halus, tak mencolok, dan sering terabaikan atau salah didiagnosis sebagai kecemasan, depresi, atau gangguan suasana hati lainnya.
Lalu, apa saja ciri-ciri ADHD? Artikel ini akan mengulas secara lengkap bagaimana ADHD muncul pada wanita hingga gejala khas yang perlu diperhatikan.
Apa Itu ADHD?
Merujuk ADDitudeMag.com, ADHD adalah gangguan neuropsikiatri yang memengaruhi kemampuan seseorang untuk fokus, mengendalikan impuls, dan mengatur aktivitas. ADHD terbagi menjadi tiga tipe, yaitu:
Tipe dominan inatensi (kurang perhatian).
Tipe dominan hiperaktif-impulsif.
Tipe gabungan.
Pada wanita, ADHD umumnya muncul dalam bentuk tipe inatensi yang membuat gejalanya sulit dikenali dibandingkan pada pria yang lebih sering menunjukkan hiperaktivitas.
Baca Juga: 10 Ciri-ciri Depresi yang Tidak Disadari Penderitanya
Ciri-ciri ADHD pada Wanita
Berdasarkan informasi dari American Psychiatric Association, berikut gejala atau ciri-ciri ADHD pada wanita yang kerap muncul tetapi sering diabaikan:
1. Kesulitan Fokus dan Mudah Teralihkan
Wanita dengan ADHD sering merasa kesulitan menyelesaikan tugas hingga tuntas, sering lupa janji, atau tak bisa mengikuti percakapan panjang karena pikirannya "melayang". Mereka juga mudah terdistraksi oleh suara, pikiran sendiri, atau gangguan eksternal lainnya.
2. Overthinking dan Cemas Berlebihan
ADHD pada wanita sering disertai pikiran yang berputar-putar tanpa henti, kecemasan sosial, serta rasa bersalah berlebihan jika melakukan kesalahan kecil. Ini bisa menyebabkan kelelahan emosional dan perasaan tak pernah cukup baik.
3. Masalah Manajemen Waktu dan Organisasi
Ciri ADHD pada wanita lainnya adalah sulit mengatur waktu, mudah menunda pekerjaan (prokrastinasi), sering merasa kewalahan dengan tugas sehari-hari, dan kesulitan mengatur prioritas.
Contohnya, kesulitan membuat jadwal kerja, melupakan tenggat waktu, atau sering kehilangan barang.
4. Perubahan Emosi yang Cepat (Mood Swing)
Wanita dengan ADHD bisa mengalami fluktuasi emosi yang cepat, mudah frustasi, sensitif terhadap kritik, atau merasa marah tanpa alasan jelas. Kondisi ini sering disalahartikan sebagai gangguan bipolar atau PMS berat.
5. Impulsif dalam Keputusan atau Perilaku
Gejala ini bisa muncul dalam bentuk belanja impulsif, makan berlebihan, mengambil keputusan tanpa berpikir panjang, atau sulit menahan dorongan hati.
6. Sulit Menjalin dan Menjaga Hubungan
Banyak wanita dengan ADHD merasa kesulitan menjaga hubungan karena sering lupa membalas pesan, tak fokus saat berbicara, atau emosional yang tak stabil. Hal ini dapat membuat mereka merasa bersalah dan rendah diri.
7. Perfeksionis Tapi Tak Pernah Puas
Meskipun terdengar positif, perfeksionisme ini justru berakar dari rasa takut gagal atau tak cukup baik. Mereka kerap menuntut diri terlalu tinggi, tetapi justru merasa frustrasi karena tak bisa mencapai harapan tersebut.
(NDA)
