Konten dari Pengguna

7 Ciri-ciri Haid Tidak Normal yang Harus Diwaspadai

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi haid. Foto: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi haid. Foto: Pexels.com

Menstruasi atau haid adalah proses alami yang dialami wanita setiap bulannya sebagai bagian dari siklus reproduksi. Namun, tidak semua haid berlangsung secara normal.

Dalam beberapa kasus, wanita dapat mengalami haid yang tak normal. Hal ini bisa menjadi indikator adanya gangguan kesehatan, terutama pada sistem hormonal atau organ reproduksi.

Agar dapat mendeteksi lebih dini dan mendapatkan penanganan yang tepat, penting bagi setiap wanita untuk memahami ciri-ciri haid tidak normal. Apa saja ciri-ciri tersebut? Simak penjelasan berikut.

Ciri-ciri Haid Tidak Normal

Ilustrasi haid. Foto: Pexels.com

Menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dan American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), menstruasi yang normal memiliki ciri sebagai berikut:

  • Siklus terjadi setiap 21 hingga 35 hari.

  • Durasi haid antara 2 sampai 7 hari.

  • Volume darah haid sebanyak 30-80 ml per siklus.

  • Tidak disertai nyeri berlebihan atau perdarahan luar biasa.

Jika kondisi di luar rentang tersebut sering terjadi, besar kemungkinan itu termasuk dalam ciri-ciri haid tidak normal. Berikut beberapa ciri umum yang menandakan menstruasi tidak normal secara lebih rinci:

1. Siklus Tidak Teratur

Siklus menstruasi normalnya terjadi secara teratur. Bila haid sering terlambat lebih dari 35 hari atau datang terlalu cepat (kurang dari 21 hari), itu bisa menjadi tanda ketidakseimbangan hormon, stres, atau gangguan pada ovarium seperti PCOS (Polycystic Ovary Syndrome).

2. Perdarahan Terlalu Banyak (Menorrhagia)

Jika harus mengganti pembalut setiap 1–2 jam karena darah haid sangat banyak, atau keluar gumpalan besar, itu termasuk gejala menorrhagia. Kondisi ini bisa disebabkan oleh fibroid rahim, gangguan tiroid, atau kelainan pembekuan darah.

3. Perdarahan di Luar Jadwal Haid

Haid yang diselingi oleh perdarahan di luar masa menstruasi (spotting) harus diwaspadai, terutama jika terjadi setelah menopause atau saat sedang tidak dalam siklus. Hal ini bisa menjadi tanda endometriosis, polip rahim, infeksi, atau bahkan kanker serviks.

4. Durasi Haid Terlalu Pendek atau Lama

Haid yang hanya berlangsung 1 hari atau bahkan lebih dari 7 hari tidak tergolong normal. Hal ini bisa menunjukkan adanya gangguan hormonal, efek samping alat kontrasepsi, atau kondisi medis tertentu seperti endometriosis.

5. Nyeri Haid Terlalu Hebat (Dismenore)

Nyeri haid ringan hingga sedang masih dianggap normal. Namun, bila nyeri sangat hebat hingga mengganggu aktivitas, ini bisa menjadi tanda penyakit seperti endometriosis, adenomiosis, atau infeksi panggul.

6. Tidak Haid Sama Sekali (Amenore)

Jika seorang wanita tidak haid selama lebih dari 3 bulan padahal tidak sedang hamil, ini disebut amenore. Kondisi ini bisa disebabkan oleh gangguan hormon, stres berat, penurunan berat badan drastis, atau gangguan pada kelenjar hipofisis.

7. Perubahan Warna dan Tekstur Darah

Darah haid biasanya berwarna merah hingga merah gelap. Jika darah haid berwarna cokelat tua, sangat encer, atau sangat kental, dan disertai bau tak sedap, hal ini bisa menjadi tanda infeksi atau ketidakseimbangan hormon.

Baca Juga: Kapan Masa Subur Wanita? Ini Cara Menghitungnya

Penyebab Haid Tidak Normal

Ilustrasi haid. Foto: Pexels.com

Merujuk informasi dari Mayo Clinic, berikut beberapa penyebab umum yang dapat memicu haid tidak normal:

  • Gangguan hormonal (misalnya hipotiroid, PCOS).

  • Stres fisik dan emosional.

  • Penggunaan alat kontrasepsi hormonal.

  • Penurunan atau kenaikan berat badan drastis.

  • Penyakit rahim seperti miom, polip, atau kanker.

  • Efek samping obat-obatan tertentu.

(NDA)