Konten dari Pengguna

Kapan Masa Subur Wanita? Ini Cara Menghitungnya

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi masa subur wanita. Foto: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi masa subur wanita. Foto: Pexels.com

Mengetahui kapan masa subur wanita adalah kunci utama baik bagi pasangan yang ingin cepat hamil maupun yang ingin menunda kehamilan secara alami.

Masa subur berkaitan erat dengan siklus ovulasi, yaitu saat ovarium melepaskan sel telur untuk dibuahi oleh sperma. Karena hanya terjadi dalam jangka waktu singkat setiap bulan, penting bagi wanita untuk memahami dan mengenali masa suburnya secara tepat.

Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang apa itu masa subur, bagaimana cara menghitungnya, serta tanda-tanda fisik yang bisa dikenali saat seorang wanita berada dalam masa subur.

Apa Itu Masa Subur?

Ilustrasi masa subur wanita. Foto: Pexels.com

Dikutip dari Mayo Clinic, masa subur adalah periode dalam siklus menstruasi ketika peluang wanita untuk hamil sangat tinggi. Masa ini terjadi sekitar waktu ovulasi, yakni saat ovarium melepaskan sel telur.

Setelah dilepaskan, sel telur hanya bisa bertahan hidup selama 12 hingga 24 jam. Namun, karena sperma bisa bertahan hingga lima hari di dalam tubuh wanita, maka masa subur dihitung dari beberapa hari sebelum dan sesudah ovulasi.

Dengan demikian, masa subur wanita biasanya berlangsung sekitar enam hari, yaitu lima hari sebelum ovulasi dan satu hari setelahnya.

Baca Juga: Kapan Masa Ovulasi Wanita? Ini Perhitungan Waktunya

Kapan Masa Subur Wanita?

Ilustrasi masa subur wanita. Foto: Pexels.com

Menurut World Health Organization (WHO), untuk mengetahui kapan masa subur wanita, setiap wanita perlu memahami siklus menstruasi terlebih dahulu.

Siklus menstruasi dihitung dari hari pertama menstruasi hingga hari pertama menstruasi berikutnya. Rata-rata panjang siklus ini adalah 28 hari, meskipun bisa 21 hingga 35 hari.

Jika siklus menstruasi teratur, ovulasi biasanya terjadi di tengah siklus, yaitu sekitar hari ke-14 (jika siklus 28 hari). Maka, masa subur wanita biasanya dimulai dari hari ke-10 hingga hari ke-15 dalam siklus tersebut.

Merujuk buku Panduan Pintar Menghitung Masa Subur oleh Bidan Ewa Molika Sitompul AM. Keb, berikut cara menghitung masa subur wanita secara manual dengan menggunakan metode kalender:

  1. Catat siklus haid minimal enam bulan berturut-turut.

  2. Cari siklus terpendek dan terpanjang.

  3. Kurangi 18 dari jumlah hari siklus terpendek → awal masa subur.

  4. Kurangi 11 dari jumlah hari siklus terpanjang → akhir masa subur.

Contoh:

  • Siklus terpendek: 26 hari → 26 - 18 = hari ke-8.

  • Siklus terpanjang: 32 hari → 32 - 11 = hari ke-21.

  • Maka, masa subur berada di antara hari ke-8 hingga ke-21.

Namun, jika siklus Anda tidak teratur, diperlukan metode tambahan seperti kalender ovulasi, pengukuran suhu basal tubuh, atau pemeriksaan lendir serviks.

Manfaat Mengetahui Masa Subur

Ilustrasi masa subur wanita. Foto: Pexels.com

Sriyatin dan kawan-kawan menerangkan dalam bukunya yang bertajuk Ciptakan Generasi Berkualitas Bagi Calon Pengantin, mengetahui kapan masa subur wanita bermanfaat dalam berbagai aspek berikut:

  1. Bagi yang ingin hamil: Waktu terbaik berhubungan adalah di sekitar masa subur, terutama satu hingga dua hari sebelum ovulasi.

  2. Bagi yang ingin menunda kehamilan: Menghindari hubungan seksual atau menggunakan kontrasepsi saat masa subur bisa menjadi cara KB alami.

  3. Untuk kesehatan reproduksi: Mengenali pola siklus menstruasi juga dapat membantu mendeteksi gangguan hormon atau masalah kesehatan lainnya.

(NDA)