Konten dari Pengguna

7 Makanan yang Harus Dihindari Penderita Asma agar Gejala Tidak Kambuh

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi makanan yang harus dihindari para penderita asma. Foto: Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi makanan yang harus dihindari para penderita asma. Foto: Unsplash.com

Asma bisa dipicu oleh berbagai faktor, salah satunya makanan yang dikonsumsi. Karena itu, penting bagi penderita asma untuk memperhatikan asupan makanan sehari-hari.

Beberapa jenis makanan diketahui dapat memicu kambuhnya gejala asma karena mengandung zat yang bisa menimbulkan alergi atau peradangan di dalam tubuh.

Selain itu, makanan tertentu juga dapat meningkatkan produksi lendir atau mengandung zat aditif yang memicu respons asma. Berikut informasi selengkapnya mengenai apa saja makanan yang harus dihindari para penderita asma.

Makanan yang Harus Dihindari Penderita Asma

Ilustrasi makanan yang harus dihindari para penderita asma. Foto: Unsplash.com

Dengan menghindari makanan pemicu, penderita asma dapat mengurangi risiko kambuhnya gejala. Berikut daftar makanannya yang telah dirangkum dari Healthline.

1. Makanan yang Mengandung Sulfit

Sulfit adalah zat pengawet yang umum ditemukan dalam makanan olahan seperti buah kering, anggur, sosis, minuman kaleng, dan makanan beku.

Pada sebagian penderita asma, sulfit dapat menyebabkan penyempitan saluran pernapasan secara mendadak. Berikut contoh makanan tinggi sulfit:

  • Kismis dan aprikot kering.

  • Anggur dan wine.

  • Sosis, nuget, dan daging olahan.

  • Minuman bersoda.

2. Produk Olahan Susu

Susu dan produk turunannya seperti keju, krim, dan es krim dapat meningkatkan produksi lendir di saluran pernapasan. Meski tak semua penderita asma sensitif terhadap produk susu, gejalanya bisa meningkat di sejumlah orang setelah mengonsumsinya.

3. Makanan Tinggi Lemak Trans

Makanan yang digoreng dalam minyak trans, makanan cepat saji, dan camilan kemasan mengandung lemak jenuh dan lemak trans yang bisa memicu peradangan.

Lemak jenis ini dapat memperparah kondisi penderita asma karena menurunkan sistem kekebalan tubuh. Contoh makanan tinggi lemak trans, antara lain :

  • Kentang goreng.

  • Donat dan kue kemasan.

  • Mi instan.

  • Makanan beku siap saji.

4. Makanan dan Minuman Manis

Gula dalam jumlah berlebih dapat memicu peradangan dan meningkatkan risiko obesitas yang merupakan faktor risiko asma. Selain itu, minuman manis juga dapat memperparah kondisi pernapasan karena menurunkan fungsi paru-paru.

Baca Juga: 5 Penyakit yang Tidak Boleh Makan Telur dan Dampaknya

5. Makanan yang Memicu Alergi

Bagi penderita asma yang juga memiliki alergi makanan, konsumsi makanan alergen dapat memicu serangan asma. Beberapa makanan pemicu alergi umum termasuk:

  • Kacang tanah.

  • Makanan laut (seperti udang dan cumi-cumi).

  • Telur.

  • Gandum.

Jika memiliki riwayat alergi terhadap makanan tertentu, penderita sangat disarankan untuk menghindarinya sepenuhnya.

6. MSG (Monosodium Glutamate)

MSG adalah zat penambah rasa yang umum digunakan dalam makanan cepat saji dan makanan instan. Pada beberapa orang, MSG dapat memicu serangan asma, menyebabkan pusing, sesak napas, dan rasa tidak nyaman.

7. Alkohol dan Kafein Berlebihan

Meski kafein dalam jumlah kecil kadang dapat membantu membuka saluran napas, konsumsi berlebihan justru bisa menyebabkan dehidrasi dan memperburuk gejala. Alkohol, khususnya wine, juga mengandung sulfit dan harus dihindari oleh penderita asma.

(NDA)