Konten dari Pengguna

7 Makanan yang Harus Dihindari saat Diet IF agar Hasilnya Optimal

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi makanan yang harus dihindari saat diet IF. Foto: Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi makanan yang harus dihindari saat diet IF. Foto: Unsplash.com

Intermittent Fasting (IF) merupakan salah satu metode diet yang banyak dipilih karena tak hanya dapat menurunkan berat badan, tetapi juga memperbaiki metabolisme tubuh.

Dalam praktiknya, diet IF dilakukan dengan cara mengatur waktu makan dan puasa dalam jangka waktu tertentu. Selain itu, jika sudah masuk waktu makan, pediet dianjurkan juga untuk memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi.

Agar hasil diet IF maksimal, penting untuk menghindari beberapa jenis makanan yang bisa menghambat pembakaran lemak, menambah kalori berlebih, dan mengganggu kestabilan gula darah. Untuk mengetahui apa saja makanan yang harus dihindari saat diet IF, berikut daftarnya.

Makanan yang Harus Dihindari Saat Diet IF

Ilustrasi makanan yang harus dihindari saat diet IF. Foto: Unsplash.com

Menjalani diet IF tak cukup hanya dengan mengatur waktu makan. Pemilihan makanan juga sangat penting agar tubuh bisa membakar lemak secara efektif dan menjaga kesehatan metabolik.

Di bawah ini adalah daftar makanan yang harus dihindari saat diet IF sebagaimana dijelaskan dalam Harvard Health Publishing dan Healthline.

1. Makanan Olahan Tinggi Gula dan Lemak

Makanan olahan seperti donat, kue-kue manis, dan makanan cepat saji tinggi lemak trans sebaiknya dihindari. Makanan jenis ini mengandung kalori tinggi dan minim nutrisi.

Konsumsi berlebihan akan menggagalkan defisit kalori yang dibutuhkan dalam diet IF. Contoh makanannya, antara lain:

  • Donat dan croissant.

  • Burger cepat saji.

  • Sosis dan nuget instan.

  • Es krim dan permen.

2. Minuman Manis dan Bersoda

Minuman berpemanis seperti soda, teh manis, dan minuman energi merupakan musuh utama dalam diet IF. Gula cair dalam minuman ini cepat diserap tubuh dan menyebabkan lonjakan insulin yang bisa memicu rasa lapar lebih cepat. Minuman yang harus dihindari:

  • Minuman bersoda (cola, soda jeruk).

  • Teh dalam kemasan.

  • Jus buah kemasan dengan tambahan gula.

  • Minuman kopi instan berpemanis.

3. Karbohidrat Sederhana yang Berlebihan

Karbohidrat sederhana seperti nasi putih, roti putih, serta mi instan cepat dicerna oleh tubuh dan menyebabkan lonjakan kadar gula darah. Setelah itu, tubuh akan merasa cepat lapar kembali dan akan berbahaya jika pediet sedang menjalani puasa panjang.

Jika ingin mengonsumsi karbohidrat, pilihlah jenis kompleks seperti oatmeal, nasi merah, atau ubi.

4. Makanan Tinggi Garam

Garam berlebih bisa menyebabkan tubuh menahan air (retensi cairan) yang membuat berat badan naik secara semu dan memperlambat proses detoksifikasi tubuh.

Selain itu, makanan tinggi garam juga bisa memicu tekanan darah tinggi. Contoh makanan tinggi garam, yaitu:

  • Keripik kemasan.

  • Makanan kaleng.

  • Mi instan.

  • Saus instan dan bumbu penyedap.

Baca Juga: 8 Makanan yang Tidak Boleh Dikonsumsi Penderita ISPA

5. Gorengan

Gorengan mengandung lemak trans yang sangat berbahaya bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Selain tinggi kalori, makanan ini juga sulit dicerna sehingga bisa mengganggu sistem pencernaan, terutama bila dikonsumsi saat berbuka puasa.

6. Makanan Cepat Saji

Makanan cepat saji (fast food) bukan hanya tinggi kalori, tetapi juga mengandung banyak lemak tidak sehat, sodium, dan bahan tambahan makanan. Jika dikonsumsi saat jendela makan IF, akan sulit mencapai tujuan diet sehat karena bisa membatalkan manfaat metabolik dari puasa.

7. Makanan Manis sebagai Takjil Berbuka

Bagi yang menjalankan IF mirip pola puasa Ramadan, memilih takjil manis seperti kolak, cendol, dan minuman manis lainnya dapat langsung meningkatkan kadar gula darah dan menyulitkan tubuh masuk kembali ke mode pembakaran lemak.

(NDA)