Konten dari Pengguna

7 Penyakit yang Lebih Banyak Dialami Wanita dan Pencegahannya

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi seorang wanita yang sedang sakit. Foto: Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi seorang wanita yang sedang sakit. Foto: Unsplash.com

Tubuh wanita memiliki karakteristik biologis dan hormonal yang unik sehingga mereka lebih rentan terhadap beberapa jenis penyakit. Faktor hormonal, sistem reproduksi, hingga pola hidup sering menjadi pemicu utama.

Oleh karena itu, penting bagi perempuan untuk mengetahui penyakit yang lebih banyak dialami wanita agar dapat melakukan pencegahan dan penanganan yang tepat sejak dini.

Artikel ini akan mengulas berbagai penyakit yang lebih sering menyerang wanita dibandingkan pria, lengkap dengan penyebab, gejala, serta langkah pencegahannya.

Penyakit yang Lebih Banyak Dialami Wanita

Ilustrasi seorang wanita yang sedang sakit. Foto: Unsplash.com

Memahami penyakit yang lebih banyak dialami wanita sangat penting agar setiap perempuan dapat menjaga kesehatannya dengan lebih optimal. Berikut beberapa jenis penyakitnya berdasarkan informasi dari World Health Organization (WHO) dan Mayo Clinic.

1. Kanker Payudara

Kanker payudara adalah salah satu penyakit yang banyak menyerang wanita di seluruh dunia. Penyakit ini terjadi ketika sel-sel abnormal tumbuh tak terkendali di jaringan payudara.

Gejala:

- Benjolan di payudara.

- Perubahan bentuk atau ukuran payudara.

- Cairan tidak normal dari puting.

- Kulit payudara tampak kemerahan atau berkerut.

Pencegahan:

Memeriksa payudara sendiri (SADARI) setiap bulan, mammografi rutin bagi wanita di atas 40 tahun, menjaga pola makan sehat, dan rutin berolahraga.

2. Endometriosis

Endometriosis terjadi ketika jaringan yang mirip dengan lapisan rahim tumbuh di luar rahim. Ini bisa menyebabkan nyeri hebat saat menstruasi dan dapat memengaruhi kesuburan.

Gejala:

- Nyeri saat menstruasi dan berhubungan intim.

- Menstruasi berat dan tidak teratur.

- Sulit hamil.

- Nyeri di bagian bawah perut.

Pencegahan:

Meski tak bisa dicegah sepenuhnya, gejala endometriosis bisa dikurangi dengan terapi hormon, olahraga, dan pola makan seimbang.

3. Osteoporosis

Osteoporosis adalah kondisi tulang keropos yang lebih banyak terjadi pada wanita, terutama setelah menopause. Penurunan kadar estrogen membuat tulang menjadi lebih rapuh dan mudah patah.

Gejala:

- Punggung membungkuk.

- Tinggi badan berkurang.

- Nyeri tulang atau punggung.

- Patah tulang meski dengan cedera ringan.

Pencegahan:

Konsumsi kalsium dan vitamin D cukup, hindari merokok dan alkohol, serta melakukan olahraga beban secara rutin.

4. Penyakit Tiroid

Wanita lebih rentan terhadap gangguan tiroid, baik hipotiroidisme (tiroid kurang aktif) maupun hipertiroidisme (tiroid terlalu aktif). Ini dipicu oleh perubahan hormonal, terutama saat hamil atau menopause.

Gejala hipotiroidisme:

- Mudah lelah.

- Berat badan naik.

- Kulit kering.

- Depresi.

Gejala Hipertiroidisme:

- Berat badan turun drastis.

- Jantung berdebar.

- Keringat berlebih.

- Insomnia.

Pencegahan:

Deteksi dini lewat tes darah, konsultasi rutin, dan pengobatan dari dokter jika sudah terdiagnosis.

5. Kanker Serviks

Kanker serviks terjadi di leher rahim dan sangat erat kaitannya dengan infeksi HPV (Human Papillomavirus). Ini merupakan salah satu jenis kanker paling umum pada wanita.

Gejala:

- Keputihan tidak normal.

- Nyeri saat berhubungan intim.

- Perdarahan di luar siklus menstruasi.

- Nyeri panggul

Pencegahan:

Vaksin HPV, pemeriksaan Pap smear secara berkala, dan menjaga kebersihan organ intim.

6. Depresi dan Gangguan Kecemasan

Secara statistik, wanita dua kali lebih mungkin mengalami depresi dan gangguan kecemasan dibanding pria. Ini dipengaruhi oleh fluktuasi hormon serta tekanan sosial dan emosional.

Gejala:

- Sedih berkepanjangan.

- Hilang minat terhadap aktivitas.

- Gangguan tidur.

- Merasa tak berharga.

Pencegahan:

Manajemen stres, pola tidur sehat, olahraga rutin, serta dukungan sosial dan profesional.

7. Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Wanita lebih rentan terkena ISK karena saluran kemih mereka lebih pendek dibanding pria sehingga bakteri lebih mudah masuk ke kandung kemih.

Gejala:

- Sering buang air kecil.

- Nyeri atau panas saat buang air kecil.

- Urine keruh dan berbau.

- Nyeri di bagian bawah perut.

Pencegahan:

Minum air putih cukup, buang air kecil setelah berhubungan seksual, dan menjaga kebersihan area genital.

Baca Juga: Efek Samping KB Implan yang Umum Dialami Wanita

(NDA)