Konten dari Pengguna

Efek Samping KB Implan yang Umum Dialami Wanita

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi memasang KB Implan. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi memasang KB Implan. Foto: Shutterstock

Salah satu metode kontrasepsi jangka panjang yang populer digunakan untuk mencegah kehamilan adalah KB implan. Kontrasepsi ini berbentuk batang kecil seukuran korek api yang mengandung hormon progestin dan dipasang di bawah kulit lengan atas.

Hormon ini bekerja dengan mencegah ovulasi, menebalkan lendir serviks, dan menipiskan lapisan rahim sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya pembuahan dan implantasi.

Metode ini bisa mencegah kehamilan hingga tiga tahun hanya dengan satu kali pemasangan. Namun seperti metode kontrasepsi lainnya, implan juga memiliki efek samping yang perlu diketahui pengguna.

Apa Itu KB Implan?

Ilustrasi memasang KB Implan. Foto: Shutterstock

KB implan adalah alat kontrasepsi hormonal yang bisa digunakan untuk jangka panjang. Alat ini berbentuk kapsul kecil yang ditanam di bawah kulit lengan atas dan berfungsi melepaskan hormon progestin secara perlahan ke dalam tubuh.

Keunggulan KB implan adalah efektivitasnya yang tinggi dengan tingkat keberhasilan lebih dari 99 persen. Kontrasepsi ini tak memerlukan perawatan harian seperti pil KB, sehingga cocok bagi wanita yang menginginkan metode kontrasepsi jangka panjang tanpa repot.

Selain itu, pengguna alat kontrasepsi ini tak perlu melakukan kontrol, kecuali jika mendapatkan masalah kesehatan atau adanya keinginan untuk mencabut implan.

Meski implan memiliki banyak kelebihan, tak semua wanita cocok menggunakannya. Oleh karena itu, penting untuk berkonsultasi dengan tenaga medis untuk menentukan apakah implan adalah pilihan yang tepat.

Hal ini perlu dilakukan, terutama bagi mereka dengan kondisi kesehatan tertentu atau yang mengonsumsi obat-obatan tertentu yang dapat berinteraksi dengan hormon progestin.

Baca Juga: Apakah Vasektomi Permanen? Ini Penjelasannya untuk Pria yang Ingin KB

Efek Samping KB Implan

Ilustrasi efek samping KB Implan. Foto: Shutterstock

Mengutip buku berjudul Kesehatan Reproduksi dan Keluarg Berencana karya Dianita Primihastuti dkk., berikut kekurangan dan efek samping dari pemasangan KB implan.

1. Perubahan Siklus Menstruasi

Efek samping paling umum yang dirasakan pengguna KB implan adalah perubahan pada siklus menstruasi. Ini bisa berupa perdarahan yang tak teratur, menstruasi menjadi lebih lama atau lebih pendek, atau bahkan tak mengalami menstruasi sama sekali.

2. Timbulnya Flek (Spotting)

Pengguna juga melaporkan munculnya flek-flek darah atau perdarahan bercak (spotting), terutama pada bulan-bulan awal setelah pemasangan. Namun, gejala ini umumnya akan membaik seiring waktu.

3. Berat Badan Bertambah

Penggunaan implan dapat menyebabkan peningkatan berat badan pada beberapa wanita. Hal ini biasanya disebabkan oleh hormon progestin yang memengaruhi perubahan nafsu makan dan metabolisme tubuh.

Meski tak semua pengguna mengalami kenaikan berat badan, ini termasuk efek samping yang cukup sering dikeluhkan. Kenaikan berat badan bisa bersifat ringan hingga dapat menjadi signikan dan tergantung kondisi tiap individu.

4. Sakit Kepala

Efek samping lain yang kerap dirasakan di awal penggunaan, yaitu sakit kepala. Biasanya sakit kepala bersifat ringan hingga sedang dan akan membaik dalam beberapa minggu.

5. Perubahan Suasana Hati

KB implan dapat memengaruhi suasana hati karena perubahan hormon dalam tubuh. Pengguna mungkin merasa lebih mudah cemas atau mudah marah.

(SA)