Konten dari Pengguna

Apakah Vasektomi Permanen? Ini Penjelasannya untuk Pria yang Ingin KB

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Vasektomi untuk pria. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Vasektomi untuk pria. Foto: Shutterstock

Banyak pasangan memilih program keluarga berencana (KB) untuk mengatur jumlah anak dan jarak kelahiran. Jika biasanya KB identik dengan wanita, sebenarnya pria juga memiliki opsi, salah satunya adalah vasektomi.

Lalu, apakah vasektomi permanen? Para pria yang ingin mengetahui perihal vasektomi, sifat permanen, dan informasi penting lainnya bisa menyimak pembahasannya dalam uraian berikut.

Apakah Itu Vasektomi?

Ilustrasi Vasektomi untuk pria. Foto: Shutterstock

Menurut Mayo Clinic, vasektomi adalah tindakan bedah kecil yang dilakukan dengan memotong atau menutup vas deferens, yaitu saluran yang membawa sperma dari testis ke uretra.

Tanpa vas deferens, sperma tak akan keluar saat ejakulasi sehingga kehamilan tak akan terjadi meski berhubungan seksual seperti biasa.

Prosedur vasektomi umumnya cepat karena hanya membutuhkan waktu 15–30 menit dan biasanya dilakukan dengan anestesi lokal. Pasien tak perlu rawat inap dan dapat pulang di hari yang sama.

Baca Juga: Apa Itu Vasektomi? Ini Pengertian, Prosedur, dan Manfaatnya

Apakah Vasektomi Permanen?

Ilustrasi alat kontrasepsi. Foto: Shutterstock

Secara medis, vasektomi dianggap sebagai metode kontrasepsi permanen. Artinya, setelah prosedur dilakukan, pria tak dapat menghamili pasangan lagi.

Namun, perlu diketahui bahwa ada prosedur yang disebut vasektomi reversal atau pembalikan vasektomi. Ini adalah operasi untuk menyambung kembali vas deferens yang telah diputus.

Akan tetapi, keberhasilannya tak dijamin dan tergantung pada banyak faktor, termasuk lama waktu sejak vasektomi dilakukan, teknik yang digunakan, dan kondisi kesehatan pria.

Jadi, meskipun secara teknis vasektomi bisa “dicabut”, prosedur ini sebaiknya tetap dianggap sebagai permanen jika benar-benar ingin menggunakannya.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Vasektomi?

Ilustrasi alat kontrasepsi untuk pria. Foto: Pexels.com

Pria yang mempertimbangkan vasektomi harus benar-benar yakin tak ingin memiliki anak lagi di masa depan. Merujuk CDC, waktu yang tepat bagi pria untuk vasektomi, di antaranya:

  • Sudah memiliki anak dan tak ingin menambah keturunan.

  • Memiliki kondisi medis yang membuat kehamilan pasangan berisiko.

  • Ingin berpartisipasi dalam program KB secara jangka panjang.

Pastikan untuk selalu berdiskusi dengan pasangan sebelum memutuskan prosedur vasektomi karena dampaknya bersifat jangka panjang.

Bagaimana Prosedur Vasektomi?

Ilustrasi alat kontrasepsi. Foto: Shutterstock

Dengan vasektomi, cairan mani pria tak lagi mengandung sperma sehingga tak bisa menyebabkan kehamilan. World Health Organization (WHO) menerangkan bahwa ada dua prosedur vasektomi yang bisa dipilih, yakni:

1. Vasektomi Konvensional

Dalam prosedur ini, dokter membuat satu atau dua sayatan kecil di skrotum untuk mengakses vas deferens, lalu memotong dan mengikat atau membakar bagian tersebut sebelum menutup luka.

2. Vasektomi Tanpa Pisau (No-Scalpel Vasectomy)

Metode ini menggunakan alat khusus untuk membuat lubang kecil di kulit skrotum, tanpa sayatan besar. Teknik ini biasanya menghasilkan lebih sedikit rasa sakit dan waktu pemulihan lebih cepat dibanding metode konvensional.

Kedua prosedur ini biasanya membutuhkan waktu selama 15–30 menit dan bisa dilakukan dengan anestesi lokal sehingga pasien tetap sadar tetapi tak merasakan sakit.

(NDA)