8 Makanan Penambah Darah yang Aman untuk Lambung

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Memiliki kadar darah yang cukup dalam tubuh sangat penting untuk menjaga kesehatan secara menyeluruh. Namun, tak sedikit juga orang yang mengalami kekurangan darah atau anemia. Ini ditandai dengan gejala seperti tubuh lemas, pusing, hingga wajah pucat.
Untuk mengatasinya, salah satu cara paling efektif adalah dengan mengonsumsi makanan penambah darah. Namun, bagi penderita gangguan lambung, pemilihan makanan harus lebih selektif agar tidak memicu kambuhnya gejala.
Oleh karena itu, penting untuk memilih makanan penambah darah yang tidak hanya kaya nutrisi, tetapi juga bersahabat dengan sistem pencernaan. Simak pembahasan mengenai jenis makanan penambah darah yang aman dikonsumsi penderita gangguan lambung pada artikel ini.
Makanan Penambang Darah yang Aman untuk Lambung
Mengutip buku 1001 Makanan Sehat karya Tim Naviri dan laman Very Well Health, berikut jenis makanan penambah darah yang aman untuk dikonsumsi tanpa menimbulkan keluhan lambung.
1. Tahu dan Tempe
Tahu dan tempe merupakan sumber protein nabati yang kaya akan zat besi non-heme. Kedua makanan ini juga mengandung isoflavon, kalsium, dan magnesium, yang mendukung kesehatan tulang dan fungsi tubuh secara keseluruhan.
Selain itu, makanan ini tergolong makanan yang aman untuk lambung sehingga baik dikonsumsi sehari-hari untuk meningkatkan produksi darah dan mencegah anemia.
2. Kurma
Kurma merupakan buah kering dengan kandungan zat besi dan vitamin C yang tinggi, yang membantu penyerapan zat besi dalam tubuh. Mengonsumsi kurma setiap hari bisa meningkatkan energi dan kadar hemoglobin dalam darah tanpa membuat lambung terganggu.
3. Kacang-kacangan
Kacang-kacangan seperti lentil, kacang hijau, kacang polong, dan kacang kedelai merupakan sumber zat besi non-heme yang baik. Mereka juga kaya akan folat dan serat yang mendukung kesehatan pencernaan.
Untuk meningkatkan penyerapan zat besi dari kacang-kacangan, sangat disarankan untuk mengonsumsinya dengan makanan kaya vitamin C seperti jeruk atau tomat.
4. Sayuran Berdaun Hijau
Bayam, brokoli, kangkung, dan sawi hijau termasuk sayuran berdaun hijau yang banyak direkomendasikan karena tinggi. akan zat besi non-heme. Sayuran ini juga kaya akan vitamin C yang membantu tubuh menyerap zat besi lebih efektif.
Namun, perlu diperhatikan bahwa beberapa sayuran berdaun hijau juga mengandung oksalat yang dapat menghambat penyerapan zat besi. Oleh karena itu, memasak atau merebus sayuran ini dapat membantu mengurangi kadar oksalat.
Baca Juga: 6 Makanan Penyebab Asam Urat yang Perlu Dibatasi
5. Telur
Telur merupakan sumber protein lengkap yang mengandung zat besi dan vitamin B12. Vitamin B12 dalam telur sangat penting untuk pembentukan sel darah merah dan mencegah anemia.
Protein ini juga rendah kalori sehingga cocok sebagai bagian dari diet seimbang untuk menjaga kadar darah tetap sehat. Memasaknya dengan cara direbus tanpa minyak menjadikannya lebih sehat dan tidak membebani lambung.
6. Roti Gandum
Roti gandum kaya akan zat besi dan vitamin B kompleks. Dibanding roti jenis lain, roti gandum lebih mampu mempertahankan nutrisi alami yang terkandung di dalamnya dan tak memicu lonjakan asam lambung. Kandungan zat besi dan vitamin B kompleks pada roti gandum dapat membantu meningkatkan jumlah darah.
7. Sereal
Menikmati sereal hangat sebagai menu sarapan adalah pilihan yang baik bagi mereka yang memiliki masalah pada lambung. Sereal yang dipilih bisa terbuat dari gandum, green barley (sejenis gandum), dan rye (sejenis serealia). Sereal-sereal tersebut memiliki banyak mineral dan nutrisi yang mampu meningkatkan jumlah sel darah merah.
8. Apel
Apel adalah buah yang kaya akan zat besi, vitamin C, dan antioksidan yang mendukung produksi sel darah merah. Mengonsumsinya secara rutin dapat membantu meningkatkan kadar hemoglobin dalam tubuh.
(SA)
