Konten dari Pengguna

9 Makanan Pelancar Haid dari Bahan Alami yang Sehat

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi makanan pelancar haid. Foto: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi makanan pelancar haid. Foto: Pexels.com

Menstruasi merupakan bagian penting dari kehidupan reproduksi wanita. Namun, sering kali siklus haid datang secara tak teratur, kadang lebih cepat, kadang justru terlambat berhari-hari.

Meski masih tergolong normal, keterlambatan haid yang terlalu sering bisa menimbulkan rasa cemas. Perubahan siklus haid biasanya dipengaruhi oleh banyak faktor seperti ketidakseimbangan hormon, stres, pola makan, atau kondisi kesehatan tertentu.

Jika salah satu aspek tersebut terganggu, menstruasi pun bisa ikut terganggu. Untuk membantu merangsang kontraksi rahim atau menyeimbangkan hormon secara alami, ada beberapa jenis makanan pelancar haid yang dapat dikonsumsi para wanita.

Makanan Pelancar Haid

Ilustrasi makanan pelancar haid. Foto: Pexels.com

Mengandalkan makanan pelancar haid bisa menjadi langkah alami dan aman untuk membantu tubuh kembali seimbang. Mengutip laman MedicineNet dan sumber lainnya, berikut jenis makanan yang bisa dikonsumsi untuk melancarkan menstruasi.

1. Buah-buahan yang Kaya Vitamin C

Vitamin C membantu meningkatkan produksi hormon esterogen. Dengan kadar hormon yang lebih baik, hal ini dapat mengatasi masalah msenstruasi yang tak teratur.

Wanita dapat mengonsumsi buah-buahan yang kaya akan vitamin C seperti buah jeruk, buah beri, kiwi, atau sayuran tinggi vitamin C seperti bayam, paprika hijau dan merah, tomat, hingga brokoli untuk melancarkan haid.

2. Kacang-kacangan dan Biji-bijian

Kacang-kacangan dan biji-bijian kaya akan lemak sehat, serat, dan mineral yang membantu mengatur hormon dan meningkatkan kesehatan menstruasi.

3. Wortel

Wortel mengandung banyak vitamin dan mineral yang memastikan berfungsinya hormon yang bertanggung jawab atas menstruasi. Wortel dapat dikonsumsi secara rutin dalam bentuk jus, salad, tumisan, atau camilan sehat.

4. Kayu Manis

Kayu manis dapat menginduksi menstruasi karena komponennya membantu menghangatkan tubuh. Para wanita dapat mengonsumsi susu yang mengandung satu sendok teh bubuk kayu manis untuk melancarkan haid.

Baca Juga: 7 Makanan yang Harus Dihindari Penderita Asma agar Gejala Tidak Kambuh

5. Pepaya Muda

Mengonsumsi pepaya muda merupakan salah satu cara untuk melancarkan haid. Buah ini membantu merangsang kontraksi otot rahim sehingga aliran darah menjadi lebih baik.

Selain itu, kandungan karoten dalam pepaya dapat meningkatkan kadar estrogen yang bisa memicu menstruasi. Pepaya muda dapat diolah sebagai tumisan atau sayur.

6. Jahe

Jahe bukan hanya menghangatkan tubuh, tetapi juga mampu merangsang aliran menstruasi. Minum teh yang diseduh dengan jahe parut memberikan efek menenangkan bagi tubuh.

Sifat antiperadangan dalam jahe membantu mengatur hormon dan memicu kontraksi otot rahim yang akan membantu peluruhan lapisan dinding rahim.

7. Kunyit

Kunyit telah lama dikenal sebagai antioksidan dan antiinflamasi. Tanaman rimpang ini membantu meningkatkan kadar progesteron dan estrogen dalam tubuh.

Selain itu, kunyit membantu mengatasi ketidakseimbangan normon sehingga menstruasi menjadi teratur. Tumbuhan berwarna kuning ini dapat dikonsumsi dengan beberapa cara, misalnya, mencampurkan satu sendok teh bubuknya ke dalam segelas susu atau menambahkan ke dalam hidangan.

8. Nanas

Buah yang satu ini mengandung bromelain, yakni enzim yang bisa melunakkan dinding rahim dan membantu peluruhan darah haid. Selain itu, bromelain juga membantu meningkatkan produksi sel darah merah dan sel darah putih yang menyebabkan peningkatan aliran darah.

9. Ikan Berlemak

Ikan berlemak seperti salmon dan sarden kaya akan asam lemak omega-3 yang membantu mengatur hormon. Makanan ini sangat baik untuk mengatasi menstruasi tak teratur dan meningkatkan kesehatan reproduksi pada wanita.

(SA)