Konten dari Pengguna

9 Prosedur Tes DNA Secara Berurutan dari Awal Hingga Akhir

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tes DNA. Foto: Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tes DNA. Foto: Unsplash.com

Tes DNA atau Deoxyribonucleic Acid adalah metode ilmiah yang digunakan untuk mengidentifikasi seseorang melalui informasi genetiknya.

Saat ini, tes DNA sering digunakan dalam berbagai keperluan, seperti pemeriksaan hubungan keluarga (ayah-anak), identifikasi jenazah, hingga diagnosis penyakit genetik.

Untuk mengetahui prosedur tes DNA secara berurutan dari awal hingga akhir, artikel di bawah ini akan menjelaskan tahapan tes DNA selengkapnya.

Prosedur Tes DNA Secara Berurutan

Ilustrasi tes DNA. Foto: Unsplash.com

Mengetahui prosedur tes DNA secara berurutan penting agar Anda tahu apa yang harus dipersiapkan, bagaimana tes dilakukan, dan berapa lama menunggu hasilnya.

Dikutip dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dan National Human Genome Research Institute (NHGRI), berikut tahapan tes DNA dari awal hingga akhir secara umum.

1. Konsultasi Awal dan Pemilihan Jenis Tes DNA

Sebelum melakukan tes DNA, langkah pertama adalah konsultasi awal dengan tenaga medis atau laboratorium yang berwenang. Di tahap ini, Anda akan ditanya tujuan melakukan tes DNA, apakah untuk keperluan pribadi, medis, atau hukum.

Jenis tes DNA yang umum meliputi:

  • Tes paternitas (ayah-anak).

  • Tes hubungan kekerabatan lainnya (ibu-anak, saudara, kakek-nenek).

  • Tes penyakit genetik atau risiko kanker.

  • Tes identitas forensik.

Setelah itu, akan dipilih metode pengambilan sampel yang sesuai dan legal, terutama jika untuk keperluan hukum.

2. Pengambilan Sampel DNA

Langkah berikutnya adalah pengambilan sampel DNA yang merupakan bagian paling krusial. Sampel DNA dapat diambil dari beberapa sumber, antara lain:

  • Swab mulut (bukan air liur biasa).

  • Darah.

  • Rambut atau kuku.

  • Jaringan tubuh atau sisa biologis lain.

3. Labeling dan Penyimpanan Sampel

Setelah sampel diambil, tahap berikutnya adalah pelabelan (labeling) dan penyimpanan yang sesuai standar. Ini penting untuk menjaga validitas dan keakuratan data.

Setiap sampel akan diberi kode unik untuk menghindari tertukarnya identitas. Sampel kemudian disimpan dalam suhu tertentu agar DNA tidak rusak sebelum masuk ke proses laboratorium.

4. Ekstraksi DNA

Sampel kemudian masuk ke laboratorium untuk proses ekstraksi DNA. Tahapan ini bertujuan untuk memisahkan DNA dari sel lain dalam sampel yang diambil.

Metode ekstraksi DNA bisa menggunakan bahan kimia khusus atau mesin otomatis. Setelah berhasil, hasil ekstraksi berupa larutan DNA siap dianalisis lebih lanjut.

5. Amplifikasi DNA (PCR)

Langkah selanjutnya adalah proses amplifikasi menggunakan PCR (Polymerase Chain Reaction). PCR bertujuan untuk memperbanyak bagian tertentu dari DNA agar lebih mudah dianalisis.

Proses ini biasanya membutuhkan waktu beberapa jam. Dengan memperbanyak bagian DNA yang relevan, laboratorium bisa membaca kode genetik secara lebih jelas dan akurat.

Baca Juga: Prosedur Pasang Behel dari Awal sampai Akhir

6. Analisis DNA

Setelah DNA diperbanyak, dilakukan proses analisis DNA menggunakan mesin sequencer atau metode elektroforesis gel. Tahapan ini akan menghasilkan profil DNA seseorang yang kemudian dibandingkan dengan DNA pihak lain (misalnya ayah dan anak) untuk melihat kecocokan.

Untuk tes hubungan biologis, hasil cocok jika profil DNA anak menunjukkan kesamaan minimal 50% dengan profil DNA ayah atau ibu kandung.

7. Validasi dan Verifikasi Data

Sebelum hasil diberikan kepada klien, data harus melalui proses validasi dan verifikasi oleh tim ahli genetika. Mereka akan memastikan bahwa analisis dilakukan sesuai prosedur dan hasilnya valid secara ilmiah maupun hukum, jika diperlukan.

8. Penyusunan Laporan Hasil Tes DNA

Setelah verifikasi, laboratorium akan menyusun laporan hasil tes DNA yang berisi:

  • Identitas kode sampel.

  • Tujuan pengujian.

  • Metode yang digunakan.

  • Persentase kecocokan atau kesimpulan akhir (misalnya “99,99% kemungkinan ayah biologis”).

Laporan biasanya diserahkan dalam bentuk cetak dan/atau digital.

9. Konsultasi Hasil (Opsional)

Beberapa laboratorium menyediakan sesi konsultasi hasil bersama dokter atau konselor genetika untuk menjelaskan makna hasil dan langkah selanjutnya. Ini sangat penting untuk tes medis atau penyakit genetik, agar pasien tak salah menginterpretasikan.

(NDA)